Haaah, pada akhirnya gue punya waktu yang lumayan luang buat posting blog lagi. Yap, gak disangka banget rangkaian kegiatan akademik di semester 3 dan 4 udah selesai. Alhamdulillah. Dan tentu aja gak nyangka banget. Setahun bulan berlalu dengan begitu cepatnya.
Waarschuwing!!!
Blog ini tidak diperuntukkan kepada:
1. Yang tidak/belum bisa membaca
2. Yang tidak suka sama isinya atau backgroundnya
3. Yang tidak memiliki nyali untuk membuka blog ini
Jika Anda ingin membaca blog ini, persiapkan mental Anda, serta harus kuat rohani dan jasmani.
Showing posts with label mahasiswa. Show all posts
Showing posts with label mahasiswa. Show all posts
Thursday, September 11, 2014
Thursday, January 16, 2014
The Result of #savePakem
Senin, 13 Januari 2013 pukul 14.46 WIB
Langit yang mendung di Tembalang, termasuk di lokasi saat kami semua berdiri, di depan bundaran Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. Kami semua berkumpul dengan memakai jas almamater universitas yang berwarna hijau gelap. Dari angkatan yang paling tua (sekitar 2007) sampai yang paling muda (2012) berbaris dengan rapi disana
Jadi, karena PAKEM ditunda, terpaksa gw pun ngegabut haha. Menunggu kapan mau pulang kembali ke Jakarta yang titik banjirnya makin banyak (alhamdulillah rumah gw tetep nggak).
Oke ini beberapa foto selama aksi #savePakem (sumber: twitter KMP, HMIK, Albatross, Atlantik 2011)
Dan kegiatan aksi #savePakem in pun diliput sama Al-Bahrain TV (punya Al-Bahrain FPIK, yang bikin infokom hehehe).
Langit yang mendung di Tembalang, termasuk di lokasi saat kami semua berdiri, di depan bundaran Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. Kami semua berkumpul dengan memakai jas almamater universitas yang berwarna hijau gelap. Dari angkatan yang paling tua (sekitar 2007) sampai yang paling muda (2012) berbaris dengan rapi disana
Kegiatan aksi ini pun diwarnai dengan aksi teaterikal tentang PAKEM yang dibawain sama anak-anak 2011 (gabungan perikanan sama kelautan). Intinya, yah seperti yang kami bilang, PAKEM itu bawa dampak yang positif buat kita, kalo ada yang negatif, ya buang aja. Kok gitu aja repot. Toh kalaupun ada yang negatif juga gak lebay amet.
![]() |
| Pertunjukkan teater yang ditampilkan oleh 2011 mengenai PAKEM. |
Selain itu juga ada beberapa puisi yang dibacain sama 5 (atau 4, lupa, hehe) yang dibawain sama anak FPIK 2011. Dan tak lupa kita nyanyi lagu "Totalitas Perjuangan", "Bangun Pemudi Pemuda", sama lagu karangan 2011 yang nadanya mirip lagu The Jak yang nyindir soal PAKEM.
Selain itu ada juga pidato dari Pak Munasik, ketua prodi Ilmu Kelautan. Dia berharap semoga hasil dari lobbying itu bisa sesuai dengan apa yang kita inginkan kalo nggak ya terima aja. Terus ada juga dari perwakilan senior (dari kelautan 2008 sama 2010).
Di samping kita yang lagi pada di luar, yang lain pun ada yang melakukan lobbying dengan dekan dan PD 3 di dalem gedung A. Yang masuk pun bergiliran, tadinya 2011 semua prodi hingga pada akhirnya beberapa anak 2012 juga dibolehin masuk dengan syarat bawa KTM dan pake almamater, tentu saja bajunya harus sopan dan bisa ngelobi (nah yang ini yang bikin gw gak ikut masuk hehehe). Adanya lobbying ini juga bukan main-main, tapi buat dapetin kepastian soal PAKEM karena selama ini 'dia' gak buka suara secara langsung.
Setelah sekian lama menunggu akhirnya para tukang lobby keluar juga dari gedung A dan kita semua dikumpulin ke depan gedung akademik FPIK. Oke, yang ngomong di depan itu ada kak Tio (yang bentar lagi dilantik jadi ketua BEM FPIK hehe), kak Surya (ketua PAKEM kelautan), sama ketua PAKEM perikanan (ane lupa namanya hehe *peace). Nah ini dia yang gw simpulin dari omongan mereka.
"PAKEM saat ini tidak mungkin diadakan karena belum adanya surat keputusan. Sebenarnya PAKEM legal. Tapi akan lebih baik kalau kita ikut aturannya." -Tio-
"PAKEM tetap ada tetapi rencana dan waktunya berubah." -ketua PAKEM Kelautan-
"PAKEM legal, tetapi sistemnya berubah." -ketua PAKEM Perikanan-Kesimpulannya: PAKEM, gak ada kata PAKEM itu ilegal. Boleh kok boleh dan ada. Cuma buat waktunya otomatis bukan saat ini seperti yang 2011 jadwalin (kelautan tanggal 14 Januari, perikanan tanggal 16 Januari). Untuk mengadakan PAKEM harus ada 3 surat utama: Surat Rektor, Dikti, dan dari Dekan.
Jadi, karena PAKEM ditunda, terpaksa gw pun ngegabut haha. Menunggu kapan mau pulang kembali ke Jakarta yang titik banjirnya makin banyak (alhamdulillah rumah gw tetep nggak).
Oke ini beberapa foto selama aksi #savePakem (sumber: twitter KMP, HMIK, Albatross, Atlantik 2011)
![]() |
| Sebelum mulai aksi, angkatan 2011 kumpul di lapangan basket FPIK samping gedung D. |
![]() |
| Suasana pas aksi di depan bundaran FPIK. |
![]() |
| Peserta aksi yang serius. |
Ini cuma sekelebat screen shoot twit yang ngedukung kalo pakem itu POSITIF (sebenernya sih banyak).
Dan kegiatan aksi #savePakem in pun diliput sama Al-Bahrain TV (punya Al-Bahrain FPIK, yang bikin infokom hehehe).
Yah seenggaknya usaha kami, terutama angkatan 2011 FPIK gak sia-sia demi memperjuangkan PAKEM walaupun hasil yang didapat dari lobbying begitu. Yang penting PAKEM gak ilegal kami memperjuangkan PAKEM karena kami ingin memberi ilmu yang positif untuk adik-adik kami. Apa salahnya kan ngasih hal yang positif?
Friday, January 10, 2014
#savePakem
Fuuh akhirnya gue bisa ngeblog lagi setelah sekian lama aku menunggu untuk kedatanganmu (njir, malah jadi
Ridho Rhoma malah). Dan ini postingan pertama di tahun 2014 setelah 3 bulan lamanya gw gak ngepost karena badai yang-iya-iyalah (ntar aja di posting yang lainnya). Dan gue juga gaperlu ngucapin selamat datang 2014 karena udah telat banget dan untuk pertama kalinya juga gue gak ngalamin jam 12 malem di tahun yang baru karena pulas tertidur di kamar kos. Dan padahal besok itu adalah UAS hari terakhir tapi karena lagi mubeng juga mau belajar apaan yaudah ngblog aja.
Oke itulah intro gak penting dari saya sang penulis blog. Emang beneran gak penting kok ya. Yaudah untuk kali ini gw mau nyampein hal yah, yang mungkin penting buat beberapa orang.
Sebenernya gue gak mau nyampein hal ini sebelum semuanya selesai. Tapi apa daya, ceritanya ternyata beda banget, jauh dari yang udah gue, bahkan mungkin yang lain bayangkan. Sehingga bikin gue sendiri, yaudah lah, sekarang ajadeh gue mau sampeinnya. Hal yang seharusnya kita tutupin sampai semuanya selesai.
Oke, ini tentang salah satu kegiatan yang penting banget di jurusan gue, yang paling paling paling krusial, apalagi kalau bukan PAKEM alias PelAntikan KEluarga Mahasiswa. Oke, Pakem ini gak jauh beda lah ya sama yang namanya Mabim kalau yang banyak orang denger. Tapi tolong ya, ini beda. Yah kalian tau sendiri lah makin kesini tuh acara yang begituan itu semakin dibikin luwes. Maksudnya, yang ada unsur gak bener (baca: kekerasan) itu malah diilangin. Yah lo tau sendiri kan ya cerita-cerita mabim jaman dulu tuh ampe ada yang cedera bahkan ampe ada yang ilang nyawanya segala. Nah itu kan bullying tuh alias kekerasan alias melanggar Pagam Hak Asasi Manusia pasal 1, yaitu "Hak untuk hidup". So, makin kesini tuh makin manusiawi lah ya.
Dan gua balikin lagi ke topik Pakem. Nah, pakem ini tuh acara tahunan yang diadain sama jurusan di fakultas gue (perikanan sama kelautan). Oke, gue minta maaf, gue ngomongin yang di jurusan gue aja ya, kelautan (takut salah kalo ngomongin jurusan lain). Di Pakem ini, tentu saja pesertanya adalah mahasiswa baru (yakale mahasiswa yang udah 7 tahun kuliahnya). Buat panitianya atau penyelenggara acaranya itu senior yang lebih tua 2 tahun dari mereka. Gampangnya, angkatan ganjil dipegang sama angkatan ganjil, genap sama genap (kalo angkatan gw yang megang itu 2010).
Oke buat sistematis atau apa yang terjadi selama Pakem itu apa aja gue gak mau cerita karena itu emang udah kontrak kami dan secara naluriah maunya kami yang udah dipakem untuk menjaga kerahasiaan acara ini. Tentu saja ada alasannya. Gampang aja, sama aja kalo lo mau nonton film tapi temen atau orang lain udah nyerocos ceritanya dari awal ampe akhir. Nah rasanya tuh kayak gitu. Gak seru jatohnya.
Oke, disini gue dari tadi nyerocos aja tentang pakem tanpa alasan. Nah gue baru inget kalo gue belom nyampein alesannya. Kenapa? Karena acara ini terancam dihapuskan. Perlu gue ulangi? TERANCAM DIHAPUS alias DITIADAKAN sampai waktu yang gak ditentukan kapan sampai 'pihak-yang-gak-setuju' terbuka hatinya untuk mengubah keputusannya. Jujur ajasih, sebenernya pas acara Pakem buat angkatan gue juga kasusnya kayak gitu. Cuma gak separah yang sekarang karena ujung-ujungnya acara Pakem untuk kami tetap diadakan.
Nah karena angkatan 2011 FPIK selaku penyelenggara itu tetap ngotot supaya Pakem tetap diadakan (tentu saja dengan dukungan yang lain, apalagi kami yang udah dipakem hehehe XD , mereka pun mengadakan semacam diskusi terbuka dari sore ampe malem terhitung mulai dari hari Senin kemarin. Jadilah mereka semua memakai almamater tiap harinya.
Nih gue kasih fotonya, boleh asal nyomot dari akun Twitter punya senior (@marisalibasyah) hehe. Ini pas hari Senin sore kemarin.
Dan ini keadaan rapat yang terbaru (hari ini), sumber foto masih dari akun yang sama hehe. Lokasi di Gedung PKM baru depan kampus Teknik Sipil.
Gue gak nyangka banget kalo perikanan juga ternyata gak dibolehin juga. Padahal gw kira perikanan malah yang diboloehin karena 'you-know-what' haha. Ternyata salah perkiraan gw selama ini. Padha bae.
Bahkan yang terbaru itu pas hari Kamis alias hari ini, mereka memakai alamamater yang di belakangnya ditempel berbagai macam tulisan. Nih penampakannya dari akun Twitter @GURITA2013 berlokasi di gedung D FPIK.
See? Mereka rela banget ditempelin begituan demi legalnya sebuah acara yang namanya Pakem.
Ujian Amat Santai Ujian Akhir Semester). Dan yang kece lagi tuh kakak-kakak kelautan joinan sama perikanan demi satu tujuan: Pakem dilegalin. Whoa! Spechless!!!
Oke itulah kegiatan mereka sejak hari Senin di kampus dari pagi yang gue tahu. Mungkin beberapa orang yang baca ini yang gak tau bakal bertanya "Terus kenapa lo harus update kegiatan senior lo segala?" atau "Kenapa lo harus dukung tuh yang namanya Pakem?" Haha gua rasa ini sekedar ekspektasi gue aja (kayak lagunya Girls' Day ajadah) karena sepertinya pada kenyataannya hampir gak ada yang baca postingan gaje ini (untuk kesekian kalinya gue bilang gaje sama tiap postingan gua karena emang gaje beneran, tapi yang ini gue bikin supaya gak gaje).
Oke, kembali ke gue. Kenapa gue setuju banget sama yang namanya acara Pakem, padahal itu nama lainnya dari mabim, pelantikan, ospek, yang kalo orang awam (yang gak pernah ngalamin) denger itu, lo tau sendiri lah, yah sounds so negative gitu deh. Tapi disini beda ya, B.E.D.A. Oke langsung aja gw jelasin alasannya. Menurut gue aja ya.
Ridho Rhoma malah). Dan ini postingan pertama di tahun 2014 setelah 3 bulan lamanya gw gak ngepost karena badai yang-iya-iyalah (ntar aja di posting yang lainnya). Dan gue juga gaperlu ngucapin selamat datang 2014 karena udah telat banget dan untuk pertama kalinya juga gue gak ngalamin jam 12 malem di tahun yang baru karena pulas tertidur di kamar kos. Dan padahal besok itu adalah UAS hari terakhir tapi karena lagi mubeng juga mau belajar apaan yaudah ngblog aja.
Oke itulah intro gak penting dari saya sang penulis blog. Emang beneran gak penting kok ya. Yaudah untuk kali ini gw mau nyampein hal yah, yang mungkin penting buat beberapa orang.
Sebenernya gue gak mau nyampein hal ini sebelum semuanya selesai. Tapi apa daya, ceritanya ternyata beda banget, jauh dari yang udah gue, bahkan mungkin yang lain bayangkan. Sehingga bikin gue sendiri, yaudah lah, sekarang ajadeh gue mau sampeinnya. Hal yang seharusnya kita tutupin sampai semuanya selesai.
Oke, ini tentang salah satu kegiatan yang penting banget di jurusan gue, yang paling paling paling krusial, apalagi kalau bukan PAKEM alias PelAntikan KEluarga Mahasiswa. Oke, Pakem ini gak jauh beda lah ya sama yang namanya Mabim kalau yang banyak orang denger. Tapi tolong ya, ini beda. Yah kalian tau sendiri lah makin kesini tuh acara yang begituan itu semakin dibikin luwes. Maksudnya, yang ada unsur gak bener (baca: kekerasan) itu malah diilangin. Yah lo tau sendiri kan ya cerita-cerita mabim jaman dulu tuh ampe ada yang cedera bahkan ampe ada yang ilang nyawanya segala. Nah itu kan bullying tuh alias kekerasan alias melanggar Pagam Hak Asasi Manusia pasal 1, yaitu "Hak untuk hidup". So, makin kesini tuh makin manusiawi lah ya.
Dan gua balikin lagi ke topik Pakem. Nah, pakem ini tuh acara tahunan yang diadain sama jurusan di fakultas gue (perikanan sama kelautan). Oke, gue minta maaf, gue ngomongin yang di jurusan gue aja ya, kelautan (takut salah kalo ngomongin jurusan lain). Di Pakem ini, tentu saja pesertanya adalah mahasiswa baru (yakale mahasiswa yang udah 7 tahun kuliahnya). Buat panitianya atau penyelenggara acaranya itu senior yang lebih tua 2 tahun dari mereka. Gampangnya, angkatan ganjil dipegang sama angkatan ganjil, genap sama genap (kalo angkatan gw yang megang itu 2010).
Oke buat sistematis atau apa yang terjadi selama Pakem itu apa aja gue gak mau cerita karena itu emang udah kontrak kami dan secara naluriah maunya kami yang udah dipakem untuk menjaga kerahasiaan acara ini. Tentu saja ada alasannya. Gampang aja, sama aja kalo lo mau nonton film tapi temen atau orang lain udah nyerocos ceritanya dari awal ampe akhir. Nah rasanya tuh kayak gitu. Gak seru jatohnya.
Oke, disini gue dari tadi nyerocos aja tentang pakem tanpa alasan. Nah gue baru inget kalo gue belom nyampein alesannya. Kenapa? Karena acara ini terancam dihapuskan. Perlu gue ulangi? TERANCAM DIHAPUS alias DITIADAKAN sampai waktu yang gak ditentukan kapan sampai 'pihak-yang-gak-setuju' terbuka hatinya untuk mengubah keputusannya. Jujur ajasih, sebenernya pas acara Pakem buat angkatan gue juga kasusnya kayak gitu. Cuma gak separah yang sekarang karena ujung-ujungnya acara Pakem untuk kami tetap diadakan.
Nah karena angkatan 2011 FPIK selaku penyelenggara itu tetap ngotot supaya Pakem tetap diadakan (tentu saja dengan dukungan yang lain, apalagi kami yang udah dipakem hehehe XD , mereka pun mengadakan semacam diskusi terbuka dari sore ampe malem terhitung mulai dari hari Senin kemarin. Jadilah mereka semua memakai almamater tiap harinya.
Nih gue kasih fotonya, boleh asal nyomot dari akun Twitter punya senior (@marisalibasyah) hehe. Ini pas hari Senin sore kemarin.
Dan ini keadaan rapat yang terbaru (hari ini), sumber foto masih dari akun yang sama hehe. Lokasi di Gedung PKM baru depan kampus Teknik Sipil.
Gue gak nyangka banget kalo perikanan juga ternyata gak dibolehin juga. Padahal gw kira perikanan malah yang diboloehin karena 'you-know-what' haha. Ternyata salah perkiraan gw selama ini. Padha bae.
Bahkan yang terbaru itu pas hari Kamis alias hari ini, mereka memakai alamamater yang di belakangnya ditempel berbagai macam tulisan. Nih penampakannya dari akun Twitter @GURITA2013 berlokasi di gedung D FPIK.
Nih lebih deketnya (sumber: @GURITA2013)
![]() |
| Gaperlu bawa spanduk, karton, atau MMT gede-gede. Cukup mereka jalan dan kita pun melihat apa yang ada di punggung mereka. Gaperlu koar-koar. Tulisan ini udah mewakili koar-koar mereka. |
Ini preview lainnya. Versi lengkap (sumber: @deajenar via Path)
![]() |
| Berbagai macam tempelan di punggung angkatan 2011 tadi. Ada 8 kalimat yang berbeda. Tujuannya satu: memohon pelegalan Pakem. |
PAKEM ≠ PELONCOItulah 8 kalimat yang tertempel di punggung mereka. Beberapa orang awam akan berpikir, "Segitunya sih lo." Tapi buat kami yang tahu (walaupun cuma sekilas) kenapa, kami malah terharu akan tindakan mereka. Gak perlu kekerasan dan tarik urat ataupun koar-koar ampe suara serak, yang mereka tunggu hanyalah sebuah kepastian. Gue respek banget sampe terharu sama kakak-kakak 2011 yang rela banget buat ngelakuin gituan padahal minggu ini tuh lagi ada UAS (
AJARKAN KAMI KEKELUARGAAN DI FPIK
JANGAN SAMAKAN KAMI DENGAN ITN
"AYAH" TOLOG LEGALKAN PAKEM
"PAK DE" JANGAN GALAU "PAKEM"
"PAK DE" KENALKAN MEREKA IKAN DAN LAUT
FPIK = JEPARA (SEMUA ADA DISANA)
"PAK DE" CURHAT DONG "PAKEM"
Oke itulah kegiatan mereka sejak hari Senin di kampus dari pagi yang gue tahu. Mungkin beberapa orang yang baca ini yang gak tau bakal bertanya "Terus kenapa lo harus update kegiatan senior lo segala?" atau "Kenapa lo harus dukung tuh yang namanya Pakem?" Haha gua rasa ini sekedar ekspektasi gue aja (kayak lagunya Girls' Day ajadah) karena sepertinya pada kenyataannya hampir gak ada yang baca postingan gaje ini (untuk kesekian kalinya gue bilang gaje sama tiap postingan gua karena emang gaje beneran, tapi yang ini gue bikin supaya gak gaje).
Oke, kembali ke gue. Kenapa gue setuju banget sama yang namanya acara Pakem, padahal itu nama lainnya dari mabim, pelantikan, ospek, yang kalo orang awam (yang gak pernah ngalamin) denger itu, lo tau sendiri lah, yah sounds so negative gitu deh. Tapi disini beda ya, B.E.D.A. Oke langsung aja gw jelasin alasannya. Menurut gue aja ya.
- Pakem itu bukan acara perpeloncoan atau kalo kata nak gaul mah "bullying". Seperti kalimat yang ditempel di punggung mereka, "PAKEM ≠ PELONCO" itu gue setuju banget. Tujuan Pakem disini tuh lebih mengenalkan mahasiswa baru kepada jurusannya. Lo masih mikir itu acara bully? Oke, logisnya begini--blak-blakan ajanih--kalo misalnya itu acara bullying, kekerasan, perpeloncoan, atau meong meong apalah itu... kenapa ada yang namanya seksi konsumsi sama seksi kesehatan? Kenapa salah satu daftar barang yang dibawa itu obat-obatan pribadi? Nah loh nah loh. Dan kenapa lagi mereka para peserta disuruh bikin surat keterangan sehat? Think with your brain, dude, not with your knee or your muscle.
- Banyak banget yang diperoleh dari pakem. Bukan, bukan cedera fisik yang lo peroleh, bukan sakit hati yang lo peroleh, bukan dendam kesumat yang lo peroleh. TAPI ILMU, BRO! (gua caps lock sekalian nih). Walaupun singkat, tapi kerasa banyak banget ilmunya. Dan ilmu yang paling penting: kekeluargaan. Seperti apa? Hehe *zipping mouth* Gue setuju banget sama tempelan 2011 yang "AJARKAN KAMI KEKELUARGAAN DI FPIK" sama ""PAK DE" KENALKAN MEREKA IKAN DAN LAUT". That's no lie.
- Fakultas kita punya kampus di Jepara. Nah yang ini nih, mereka (yang posisinya di atas para mahasiswa, yang lebih tua dari mahasiswa) berkoar-koar dari PMB kalo kita itu punya kampus di Jepara. Itu emang bukan gosip. Kalo kelautan itu di Teluk Awur (sekarang dipake perikanan juga). Bahkan tuh Teluk Awur malah dipake sama kampus lain (ITB aja make disono). So, statement tempelan "FPIK = JEPARA (SEMUA ADA DISANA)" itu bukan gosip.
- Bakal jadi cerita yang gak pernah bosen-bosennya diceritain ke orang lain. Kalo yang itusih emang bener haha. Jadi salah satu kejadian yang berkategori berkesan selama kuliah di kelautan (begitu juga perikanan).
- Pakem = tiket buat daftar ke BEM, Senat, Himpunan Mahasiswa, UKK. Itu emang udah jadi syarat utama dari dulu. Minta alasan? Silakan cari jawabannya sendiri.
Itulah 5 alasan kenapa gue setuju banget sama adanya pakem. Mungkin masih ada lagi, tapi menurut gue sih segitu aja (karena gue gak bisa beberin banyak-banyak).
So, sebenernya pakem tuh positif. Cuma, mungkin ada beberapa pihak yang gak setuju diadainnya acara beginian. Mungkin alasannya begini (menurut analisis ngasal gue berasa ngarang bebas pas ujian):
- Mereka (yang gak setuju itu) masih takut kalo Pakem itu acara bullying. Sekali lagi gw kutip tuh tempelan 2011 "PAKEM ≠ PELONCO". Dan kalian takut kalo acaranya kayak yang di ITN yang bikin heboh itu, gw kutip "JANGAN SAMAKAN KAMI DENGAN ITN". Ini Undip bukan ITN, ini Semarang bukan Malang. Plis deh, kita yang ngadain juga punya hati punya rasa kasihan punya agama punya orang tua dan intinya masih manusia kali. Kalo ngelakuin ampe kayak gitu juga mikir panjang, yang ujung-ujungnya gak jadi. They're not killers, bro! Tapi mungkin beberapa dari mereka suka The Killers (yang vokalisnya Brandon Flowers) dan kalo tidur mungkin beberapa dari mereka suka ngillers hehe *peace.
- Karena UKT!!! Haha, mungkin ini jawaban yang akan dikemukakan. Katanya, karena sistem sekarang yang UKT ini tuh gak boleh yang namanya mungut biaya jadi yagitudeh udah pada tau kan jawabannya. Sebenernya sih gue gak tau UKT itu persisnya kayak gimana karena sistem bayaran angkatan gue itu masih pake yang lama. Dan biar dijelasin orang-orang juga gue masih aja gak ngerti. Dan menurut gue UKT itu sistem bayaran yang rada aneh. Udah itu aja.
- Keluhan para calon peserta mungkin. Nah yang ini nih haha. Mungkin karena beberapa yang ngeluh akhirnya terdengar 'pihak tertentu' lalu terjadilah pernyataan seperti itu. Yang paling tidak diinginkan.
Udah ah alesan yang sokbet gw dapet segitu aja. Sebenernya sih karena ada yang galau itu, nih kutipan dari tempelan ""PAK DE" JANGAN GALAU "PAKEM"". Udah, gue gak perlu cerita panjang lebar Pak de itu siapa, jangan galau pakem itu maksudnya apa. Walau kalian gak tau juga beberapa langsung cepet nangkep siapa dia. Padahal hampir semuanya itu setuju pake banget diadakannya Pakem. Jadi, 2011 ikutan galau karena kegalauan Pakde (yang jelas bukan pakde gue).
Dan buat para peserta, gue gak tau lo baca apa nggak postingan ini. Lo udah liat tuh senior 2011 pake almamater plus ada tempelan kertas di punggung yang ada tulisannya di depan mata lo. Mereka kayak begitu bukan karena mereka main-main atau seneng-seneng, tapi buat minta kelegalan Pakem. Mereka gak bakal ngelakuin hal yang kayak begitu kalau tuh acara pakem tujuannya cuma pengen nyiksa kalian. Jadi kalau menurut kalian Pakem itu acara penyiksaan, bullying, kekerasan, perpeloncoan, nyusahin, tolong hilangin anggapan itu. Kalo tujuannya bukan positif juga buat apa mereka rela nyisihin waktu buat kalian. Mending mereka cari kegiatan lain, liburan kemana-mana, atau pulang kampung deh. Hargain mereka.
Segitu aja deh unek-unek gue menyangkut #savePakem yang beberapa ngetwit ginian dengan hashtag #savePakem. Tenang kak, kami dan senior lain, bahkan dosen lain mendukung kok. Maaf aja ya kalo postingan ini cenderung terlalu nyablak atau bikin gak enak hati beberapa orang. Karena ini blog gue jadi suka-suka ane selama gue tau batas.
#savePakem
![]() |
| source: Twitter ( @hadinaugust) |
Friday, October 4, 2013
Meme Anak Kuliahan
Kehidupan sebagai mahasiswa emang gak pernah ada matinya. Apalagi yang nasibnya sebagai perantau dan kuliahnya di jurusan eksak. Belom lagi mungkin yang ditambah aktif dalam organisasi, geng pecinta alam, ataupun hal-hal lainnya. Yah emang begitulah kehidupan mahasiswa.
Kali ini gw bikin meme nasib jadi mahasiswa jurusan eksak (yang lebih fokus ke bidang pengetahuan alam). Jujur, susahnya minta ampun. Udah ngitung-ngitung, tugas ama prakteknya bejibun lagi. Belom lagi bubar praktek tuh ada yang namanya laporan. Kalo laporan ada yang salah, pasti ada yang namanya revisi. Aduh ampun deh.
Saking mubengnya sama geng-geng laporan, tugas, dan apalah itu yang sedikit menyita waktu senang-senang atau berkarya dalam hal lain, jadilah gw bikin meme tentang hal-hal itu. Tapi FYI aja ya, dengan adanya laporan dan sejenisnya itu sebenernya malah bikin kita menjadi makin bersatu. Bersatu dalam bekerja sama, hehehe.
Ini dia beberapa meme bikinan gue akibat mubeng.
Tuesday, October 1, 2013
Welkom op Semester 3!!!
Selamat datang semester 3!
Sesuai dengan gender, ah, gua makin tua! Kenapa oh kenapa gua mau gak mau harus menyadari hal ini. Gua cewek dan gua harus nyoba bagaimana semestinya seorang wanita itu. Itu adalah tantangan dan ujian yang bahkan lebih susah dari tes masuk kuliah. Ninggalin suatu kepribadian yang udah 'emang ini gua banget' tuh susah. Seenggaknya harusa ada yang namanya motivator. Dan nyoba dikit, alhamdulillah ada motivatornya, mayan. Ah, life is getting harder.
Yah walaupun udah sebulan yang lalu sih semester 3 itu dimulai. Tepat sebulan yang lalu. Tapi entah kenapa gua udah ngerasa setengah tahun tuh yang namanya semeter 3.
Mata kuliah yang makin kompleks, otak yang makin diperas, dan juga bakal ada penyitaan waktu buat praktek dan ngerjain laporan. Aish! Tapi buat saat ini tuh belom ada apa-apanya karena baru ada yang namanya praktek Penginderaan Jauh. Yap, praktek dimana dalam mekanisme pembuatan laporannya itu lebih susah di materi dan metode daripada tinjauan pustaka maupun pembahasan (biasanya sih yang malesin itu pembahasan). Dan dimana juga kertas dan tinta printer dipertaruhkan.
Di samping semakin kompleksnya mata kuliah yang diajarkan, kami angkatan 2012 pun pada akhirnya punya yang namanya junior, yaitu angkatan 2013. Hmm... belom sepenuhnya siap punya junior. Apalagi kita juga masih punya banyak sekali senior (iyalah, baru setahun kuliah).
Walaupun kuliah udah terhitung sebulan, tapi rasa main-main kami tetap gak pernah luntur. Presentase main-main dan belajar itu berbanding sangat jauh. Bahkan saat belajar pun masih saja ada unsur main-mainnya. Walau badai tugas menghadang, laporan menerjang, dan kuliah apa aja jadi, tetep aja jiwa main-main kami gak pernah luntur. Tertawa, bercanda, pergi kemana-mana, tak pernah lepas dari kami. Dan makin kerasa apa yang namanya makin deket sama sahabat (fuh, pada akhirnya gua pake kata sahabat sebagai pengganti 'teman dekat').
Juga penghalang buat belajar, novel Inferno karya Dan Brown. Ahay! Kalo milih belajar atau Inferno, of course Inferno! Lebih menarik dan menggoda. Alhasil yang biasanya gua baca novel bisa mayan cepet karena kuliah jadi ampe sekarang baru setengah cerita deh.
Makin terjebak saja saya dengan yang namanya F-***e. That's a little... ah whatever lah! Dan hal itupun semakin terkuak. Yang tau nambah. Bahkan temen gua yang emang (gua kaget banget) udah nyadar hal ini sejak lama (I swear I never told these things to him). Dan salah satu temen gua pun bilang.
"Ahaha... padahal dia (maksudnya tuh gua) pengen nutup-nutupin itu. Ibaratnya udah nambal pake semen setebel mungkin lah ya buat bikin tembok. Eh tapi akhirnya ancur juga. Udah ketahuan hehe."Dapuk banget dah! Yah untungnya sampai sekarang rahasia ini secara umum masih tersimpan secara rapi walaupun retak sedikit.
Sesuai dengan gender, ah, gua makin tua! Kenapa oh kenapa gua mau gak mau harus menyadari hal ini. Gua cewek dan gua harus nyoba bagaimana semestinya seorang wanita itu. Itu adalah tantangan dan ujian yang bahkan lebih susah dari tes masuk kuliah. Ninggalin suatu kepribadian yang udah 'emang ini gua banget' tuh susah. Seenggaknya harusa ada yang namanya motivator. Dan nyoba dikit, alhamdulillah ada motivatornya, mayan. Ah, life is getting harder.
Saturday, July 20, 2013
Semester 2, It Ends Quickly, Isn't it?
The 2nd Semester, whoa, I can't believe it ends quickly. Yeah, that's so fast, only 4 months, since March till July.
Semua dimulai sejak gw naik kereta kembali ke Semarang pada akhir Februari. Yah masih antara berat dan seneng sih ninggalin liburan yang jamuran di rumahnya lama banget. Dan kalo senengnya, of course, bakal menggila lagi bersama temen-temen gw yang lain especially di Oseanografi.
Dan perkuliahan pun dimulai pada tanggal 4 Maret. Belom, belom efektif (sejak kapan ada kata 'belajar efektif' buat kuliah? dikira SMA apa). Maksud gw, dosennya belom pada dateng. Dan pikiran kami para mahasiswa rata-rata adalah, "Bodo amet! Yang penting gw udah ngisi absen." Dan gak enaknya dari doen yang gak dateng pada hari itu juga yaitu 1: cari jadwal kuliah pengganti dan itu kadang-kadang--yah, malah bisa dibilang seringkali--mengganggu rencana awal kita untuk melakukan kegiatan lain.
Dan mata kuliah yang kita pelajarin selama semester 2 pun benar-benar baru. Ini dia daftarnya:
- Fisika Matematika. Perkembangan, atau lebih enaknya, peng-khususan dari Kalkulus pada semester 1. Lebih kompleks lagi. Dan tentu saja gw yang emang dari dulu mubeng sama matematika (bahkan sampe sekarang sejujurnya masih) sampai akhir kuliah pun harus bertemu dengan dunia matematika yang bener-bener 'nggak banget' buat gw. Ketemu lagi sama diferensial dan integral (buat integral, dosen atau asisten dosen baru nulis lambangnya aja gw udah nguap mau cepet-cepet tidur dan meninggalkan kenyataan bahwa gw harus belajar beginian). Dan pada akhirnya pas tes, baik itu selama tutor, UTS, maupun UAS, modal ngisi jawabannya adalah 'pasrah'.
- Meteorologi dan Klimatologi Laut. Kalo yang ini ngomongin cuaca dan iklim, yah mau gak mau masih ada hubungannya juga sama darat walaupun judul kuliahnya dibubuhi dengan kata 'Laut'. Dan dari mata kuliah ini gw dapetin apa itu gaya Coriolis, jet stream (karena mainstream udah terlalu mainstream *yodawg), El-Nino (tapi bukan Torres), La-Nina, dan sebagainya.
- Botani Laut. Yang ini termasuk cabangnya dari Biologi, tapi kalo botani ini yang diomongin tumbuhan doang. Dan inti yang diomongin adalah: lamun, rumput laut, dan mangrove.
- Mekanika Fluida. Wah yang ini nih menurut gw matkul yang rada sesuatu. Mulai dari statika fluida sampai persamaan manometer yanh perlu dijawab dengan menggunakan persamaan dari awal--maksudnya harus dari awal banget, dari asal-usulnya kenapa bisa jadi begitu. Then ada kesetimbangan benda terapung, and the bla bla bla. Serba air dan mengingatkan gw pada PDAM.
- Zoologi Laut. Kalo yang ini juga cabang dari biologi, tapi yang lebih ngomongin tentang hewan. Oke gw disini suka banget sama, prakteknya, hehehe (walaupun gw nama ilmiahnya pada gak apal). Abis suka banget pas liathewan-hewannya (kecuali yang geng Polychaeta, huek). Terus abis itu disuh gambar. FYeah! Dan gw pun mengenal mimi mintuno dari sini :D dan gw bingung kenapa sampe gambar disini
- Kimia Perairan dan Lingkungan Laut. Oke, disini pengkhususannya dari Kimia Dasar pas semester 1. Yah lebih ngomongin yang ada di perairan dan lingkungannya (air, udara, tanah). Dan prakteknya wihii, at the end berasa bikin skripsi.
- Elektronika dan Instrumentasi Kelautan. Oke kalo disini ngomongin tentang elektro dan alat-alat yang dipake dalam kelautan (like censor and the other devices). Dan rada kecewa gak ada praktek elektro :( aah gabisa ketemu deh.
- Selam. Woohooo. Ini nih asik punya (water trap, aduh masih belom bisa banget). Fins swimming, snorkle-masker clearing, entry. Gyahaha!
Dan kalo boleh inget-inget lagi siklus kesibukan yang emang "standar banget" ya kayak buku cerita, pas awal-awal semester, berasa gak ada kerjaan, masih rada bebas. Selama bulan Maret itu masih jarang-jarang kegiatan deh, sehingga 7 orang temen-temen gw itupun masih bisa ngerjain gw pas ulang tahun di tengah malam. Terus ada lagi di akhir April ada UTS (Ulangan Tetap Santai Tengah Semester). Nah dimulai dari April tuh gila-gilaan banget deh, segala resume, tugas, praktek, laporan, revisi. Dan pada akhirnya datanglah minggu tenang yang dimulai pada tanggal 22 Juni sampai dengan tanggal 30 Juni. Eh bubar minggu tenang langsung UAS (Ulangan Amat Santai Akhir Semester) yang dimulai dari awal Juli sampai tanggal 12 (kalo buat Oseanografi '12). Bubar itu, malamnya langsung cabut deh ke kota tercinta Jakarta. Pulang ke rumah dan bertemu kembali dengan keluarga.
Kalo di-flashback, hah, bener-bener kangen sih masa-masa semester 2. Yang paling ngenang banget itu, cukup banyak. Tapi yang paling paling paliiiinnnggg itu: Shift Malam. Shift malam itu sebutan dari kita yang mabit (bermalam) di kampus ampe pagi (bahkan ampe siang) di kampus sebelah, tepatnya di kantin FKM gyahahaha. Oke buat lebih komplitnya mungkin gw bakal post ini nanti.
Then, jalan-jalan di minggu tenang (yang udah gw post sebelumnya) ke Jogja naik motor yang bikin serasa volume dari pantat gw itu berkurang (tapi yang ngerasa banget pastinya Ega, Memey, sama Iman).
Masa-masa pusing praktek bejibun pun juga dialami. Tapi gw ngerasa praktek di semester ini rada santai. Entahlah, mungkin karena lebih bisa ngatur waktu sehingga menjadi lebih santai kali ya dibanding semester 1 yang kayaknya masih kaget udah gitu ditambah tugas-tugas dari senior yang emang udah nasibnya mahasiswa baru. Haha, untung udah dilantik.
Yaah, kurang lebihnya begitulah semester 2 gw di Oseanografi UNDIP.
Sunday, July 7, 2013
Perjalanan Minggu Tenang (Day 3) [Part 2]
Kami pun sampai di Pantai Sundak, yang gak jauh dari Indrayanti. Dan kata penjaganya boleh renang disitu. Tapi lagi dan lagi, rasa takut di gw pun kembali muncul. Takut sama ombak yang gede. Pas gw liat lebih dekat (karena mereka nyuruh gw buat ngetes bahaya apa nggak soalnya gw yang paling takut ombak gede--inget ortu). Pas diliat, bayak yang nyebur. Waa!!! Ayok inimah! Dan mereka pun menyusul.
Oke, first of all, ini dia viewnya Pantai Sundak:
Dan akhirnya ditemukanlah juga pom bensin di daerah kota (aduh gw lupa namanya, tapi masih di daerah Gunung Kidul). Berhenti disana, isi bensin, lalu sholat Zuhur. Karena pejalanannya bakal jauh banget jadi kita mutusin buat jama' qashar sama Ashar. Abis sholat, gw pun ke kamar mandi buat sikat gigi haha (karena belom sikat gigi sama sekali dari kemaren dan itu sengaja karena abis makan tadi) sementara yang lain pada tidur di dalem musholla (kecuali gw sama Adun). Lalu setelah dikira cukup istirahatnya, kita lanjut lagi deh perjalanannya. Menuju Tembalang, kali ini lewat jalur Klaten.
Dan pada akhirnya, Maghrib, sholat di masjid daerah Boyolali. Terus lanjutr lagi perjalanan ke Tembalang. Aduh, makin sedih gw ternyata harus ke Tembalang lagi. Dan semakin gelap, jalan besar, kendaraan besar-besar pun semakin banyak, macat, dingin, dan lagi perjalanan antara hidup dan mati. Harus gw hadapin lagi yang beginian dan modal gw cuma pasrah doang, sama Allah dan juga sama sopirnya (Ega).
Oke, first of all, ini dia viewnya Pantai Sundak:
Karena planningnya itu berenang (bukan renang sih, nyebur-nyebur) dan gw gak tau sama sekali karena bakal nyebur, mau gak mau gw pun pinjem baju orang haha. Pinjem celana pendek Ega dan kaos Memey, then byurrr. Asin, berpasir, dan hampir aja gw keseret jauh (sumpah yang keseret itu deg-degan bukan main, untung aja masih bisa nahan nih badan). Iman yang jungkir balik kebawa ombak, Ega yang hampir keseret juga karena terlalu kurus, Adun yang kena karang tangannya, dan Memey yang memilih gak ikut nyebur dan akhirnya cuma jadi tukang jepret dan tukang jaga barang bawaan haha.
![]() |
| Serem jadinya gw liat Ega begini |
![]() |
| Proses penguburan |
![]() |
| Terus kubur. Terus timbun dengan pasir. |
![]() |
| Ega yang jahat. |
![]() |
| Bisa buat kover album The Beatles yang Abbey Road nih |
After seneng-seneng abis karena basah semua dan badan penuh dengan substrat pasir (kecuali Memey yang kering kerontang), yah akhirnya di hari ini kita mandi juga. Oke, persediaan baju gw kurang ternyata (banget bahkan) akhirnya minjem ke anak-anak, begitu juga peralatan mandi (karena gw cuma bawa sikat gigi sama pencuci muka XD ). Pada bahagia banget mandinya, gak yang cewe atau cowo, soalnya pada kotor banget jadi mandinya lama banget juga deh. Tapi nunggu gilirannya ituloh yang lama, buru laper. Apalagi alat mandinya ketergantungan (untung handuk nggak). Dan kita pun jadi bersih kembali (walaupun masih ada bekas substrat yang kebawa sampe Tembalang).
Karena masih mager juga ya, yaudahlah leyeh-leyeh dulu.
![]() |
| Siap-siap ngelanjutin perjalanan |
Sekitar jam 12 kurang seperempat menit (11.45 WIB), kita ninggalin Pantai Kukup dan foto terakhir.
Pas mau ngelanjutin perjalanan, deket motor kita itu ada plat BH alias platnya Jambi. Nah Adun semangat banget tuh ya nungguin siapa yang orang Jambi. Eh taunya ada tuh orangnya cewe, terus sepik deh pake bahasa mereka. Ternyata satu SMA sama si Adun, tapi seangkatan sama kita (2012), jadi dia itu adek kelasnya Adun (Adun itu lulusan 2011 tapi '94 line). At the end of their conversation, gw pun cuma bilang "Yak! Artinya bisa diliat di bawah sini." Karena terlihat yang lain pada cengo walaupun masih ngerti bahasa mereka. Dan ditemukan fakta baru kalau Adun itu memang sudah tua.
Oke lanjut perjalanan, pantai terakhir untuk ekspedisi ini, Pantai Baron. 7 km lebih buat kesana (tapi kalo dari Kukup gak jauh). Oftenly, expectation different with reality. Harapan hampir selalu beda sama kenyataan. Dan itulah yang kita alami di Baron, sama kayak watu di Samas. Pas liat di internet, waah pemandangannya bagus. Begitu juga kata orang-orang begitu. Eh pas kita dateng, wat!? Oke, ini viewnya.
Mungkin karena dulu itu belom terlalu dikenal kali ya jadinya masih bagus gitu vienya kalo diliat di internet. Lah kenyataannya? Karena sekarang udah jadiin tempat wisata yang komersil jadi kesannya penuh gitu deh. Tadinya kita mau maju ke arah teluknya juga bingung karena di sekitarnya juga penuh dan rada kumuh gitu deh. Kapal nelayan berjejer disana, jadi kesannya berantakan. Dan belom lagi baunya, amis banget. Yah namanya juga dipenuhi kapal nelayan yang buat nangkep ikan. Yaudahlah cukup liat dari jauh aja. Abis itu kita makan mie ayam disitu deh.
Abis makanpun kita langsung ngelanjutin perjalanan lagi. Oke, setelah diputuskan, kita langsung pulang, gak mampir ke kota (Jogja) dulu karena timingnya, kita harus pulang hari ini juga, walaupun nyampenya malam. Kita pun keluar dari daerah Gunung Kidul lewat jalur yang kemaren (yang bener-bener memuakkan). Untungnya, karena kemaren gw udah mau muntah jadinya sekarang biasa aja. Yah maklum, kemaren itu pertama kalinya gw naik ke dataran tinggi pake motor dan ngebut dengan kecepatan 70 km/jam (yah lo tau kan kalo ngebutnya motor itu kerasa banget). Tapi sekarang alhamdulillah... santai aja.
Selama perjalanan pun gw sama Ega saling gak jelas. Lebih gak jelas lagi, kita bahagia banget kalo dah liat kendaraan plat daerah asal (Ega dengan plat D, dan gw dengan plat B, apalagi B 'XXXX' T'XX' itu bahagia banget, berarti sama-sama Jakarta Timur.
![]() |
| Belok kiri, belok kanan, kiri, kanan, dan terus begitu (Ega like a rider, Rossinista) |
Sebenernya sih, dari lubuk hati yang paling dalam dari kita semua (ternyata bukan gw aja), rasanya berat banget buat ninggalin Jogja, apalagi buat kembali ke Tembalang. Rasanya tuh beraaaatt banget, gak ada magnetnya buat ke Tembalang. Abis kalo uda di Tembalang ya, itu artinya kita kembali ke kosan, tidur di kamar kos masing-masing, dan buruknya, selalu iget bahwa hari Senin besoknya itu kita UAS!
Ini nih jalur yang bakal kita tempuh buat ke Tembalang. Jaraknya sekitar 143 km. alurnya tuh yang garisu biru tebel noh.
Pas di perjalanan, semepet sih lewat Candi Prambanan dan ide gila Adun, "Mapir dulu gimana?" Sebenernya sih kitanya suka-suka. Tapi karena takutnya nyampenya malah makin malem, gak jadi deh. Kita pun menlanjutkan perjalanan. Dan sempet minggir bentar di daerah Klaten, soalnya pantat kita pada sakit dan pada gangerti jalur selanjutnya. So, caranya, Adun, si paling depan (bukan ketua juga sih), liat Google Maps via hp gw dan jelasin dikit jalur Boyolali (nah kalo nih daerah gw rada ngerti soalnya kampung nyokap gw disini haha). Dan perjalanan pun berlanjut.
![]() |
| Landmarknya Klaten |
![]() |
| Salah satu view yang gw dapet di Klaten |
![]() |
| Boyolali |
Pas udah di Ungaran, ampun udah mau dekat ke Tembalang aja. Laparnya Ega dan gw pun semakin menjadi (Ega adalah anak yang cepat lapar, sementara gw kalo ada yang bilang lapar, juga ikutan jadi lapar *sama aja*). Dan ngantuknya Ega pun kambuh. Dengan cara memukul punggungnya dengan keras maka Ega kembali sadar. Eh tapi malah dia bilang, "Sakit, San." Aaaa!!! gw gak mau kejadian 2 hari yang lalu terulang lagi, malah gw gak mau jadinya lebih parah! Dan at the end, jam 9, kita nyampe Tembalang dan makan di Pakdhe, daerah Gondang, Bulusan. Selagi nunggu pesanan, tepar semua (karena tempatnya lesehan). Udah kenyang, Iman pun duluan sama Memey. Karena Ega yang ngantuk banget, gw pun dianterin sama Adun nyampe kosan. Dan gw pun nyampe kosan jam 10.
Aah, what a journey! Jadi pengen jalan-jalan lagi bareng kalo ada waktu dan duit. Just wait till the right moment. When? Where? Mollayo. But, God knows.
Subscribe to:
Posts (Atom)


















.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
















.jpg)

.jpg)





