Waarschuwing!!!

Blog ini tidak diperuntukkan kepada:

1. Yang tidak/belum bisa membaca

2. Yang tidak suka sama isinya atau backgroundnya

3. Yang tidak memiliki nyali untuk membuka blog ini



Jika Anda ingin membaca blog ini, persiapkan mental Anda, serta harus kuat rohani dan jasmani.

Tuesday, February 2, 2010

Rapor Bagus Hanif Sjahbandi di MU


detikforum

Jakarta - Berlatih bersama banyak anak-anak dari berbagai negara dunia di sekolah sepakbola Manchester United, Hanif Sjahbandi tak kalah bersaing. Dia malah termasuk yang paling berprestasi di angkatannya.

Hanif Sjahbandi mengikuti kelas latihan yang diadakan Manchester United pada pertengahan tahun 2009 lalu. Dia terbang ke Inggris setelah membantu timnas U-13 memenangi AFC U-13 Festival of Football di Malaysia.

Selama menjalani kursus sepakbola di MU, Hanif ternyata tampil mengesankan. Atas dasar performa dan nilai bagus yang didapat, dia kemudian mendapat undangan untuk berpartisipasi di World Skills Finals 2009 yang dilangsungkan di Old Trafford.

World Skills Finals merupakan sebuah kesempatan yang diberikan pada siswa Kursus Sepakbola Manchester United yang dianggap punya prestasi dan tampil menonjol. Dalam ajang tersebut, peserta mendapat kesempatan menjalani sesi latihan yang lebih intensif, melakukan tur di Theater of Dreams, merumput di Old Trafford serta menyaksikan pertandingan Premier League dan kaga tim akademi.

Selain memiliki akademi sepakbola, untuk menjaga regenerasi pemain, MU juga memberi kesempatan pada seluruh anak di dunia untuk 'Hidup, Berlatih dan Bermain Seperti Cara MU' melalui kelas kursus yang mereka buka. Kelas kursus tersebut terdiri dari berbagai kategori dan biaya, yang dibedakan berdasarkan tingkatan umur.

Seperti dikutip dari manutdsoccerschools, jumlah yang harus dibayarkan peserta kursus berbeda tergantung jenis kelas yang diikuti. Untuk "Residential Course" misalnya, The Red Devils mematok biaya sebesar 549,95 poundsterling (Rp 8,1 juta) untuk rentang usia 8-18 tahun.

Siswa kursus kelas tersebut akan menginap selama lima hari di tempat yang sudah disediakan. Setiap harinya mereka akan menjalani latihan rutin, yang tingkatannya dibedakan berdasar usia dan jenis kelamin.

Jika nantinya ada scout The Red Devils melihat ada pemain dengan potensi besar dari kursus sepakbola ini, sangat mungkin untuk terus dipertahankan hingga beberapa tingkat jenjang umur berikutnya. ( din / roz )

Ada Anak Indonesia di Tim Junior MU



detikforum

Jakarta - Namanya adalah Hanif Sjahbandi dan usianya baru 13 tahun. Sebagai pesepakbola muda ia kini tengah berlatih bersama salah satu klub besar dunia, Manchester United, di Inggris.

Hanif adalah anggota timnas Indonesia U-13 yang pada bulan Mei 2009 lalu terbang ke Malaysia untuk berlaga di Festival Sepakbola AFC. Kini berbulan-bulan setelah event tersebut Hanif telah berada di tempat yang berbeda, di Manchester.

Dikutip dari detikforum, Hanif yang berposisi sebagai bek kini tengah berlatih bersama tim junior The Red Devils. Dari foto-foto yang tersebar, terlihat Hanif tengah berlatih bersama beberapa anak-anak dari negara lain.

Bahkan dalam salah satu foto tampak ia tengah sibuk memperhatikan instruksi dari pelatih tim reserve MU, Ole Gunnar Solskjaer.

"Ini baru gue dukung tetep semangat ya, teruslah bekerja keras dan jangan lupa doa," ujar salah seorang member forum bernama el_phino, menyemangati Hanif.

Foto: Hanif (tengah) dengan baju latihan MU (detikforum).

Asal-usul

Kertas
Sejak tahun 3000 SM, bangsa Mesir kuno sudah menggunakan tumbuhan Papirus sebagai tempat menulis. Caranya, lapisan dalam Papirus disusun berdampingan lembar demi lembar. sehingga menjadi cukup panjang untuk ditulis atau digambar. Pada tahun 300 SM ketika Perpustakaan Alexandria berdiri dan menghabiskan persediaan papirus untuk mengisinya, seorang warga Romawi bernama Eumenes, tidak mau tinggal diam. Ia mendirikan perpustakaan tandingan di Paergamum dan mengisinya dengan tulisan manuskrip pada parchment (lembaran kulit kambing yang sudah diproses). Sayangnya, walaupun bisa digulung, lembaran manuskrip papirus maupun parchment berat dan repot untuk dibawa kemana-mana.
Untunglah dari masa pemerintahan Dinasti Han (105 SM), seorang abdi istana bernama Chai Lun menciptakan kertas dari bubur kayu yang kemudian dikeringkan dan menjadi cikal bakal kertas untuk buku yang kita gunakan sekarang. Buku berjudul Diamond Sutra dicetak menggunakan cetakan huruf kayu pada tahun 868 M dan menjadi buku cetak pertama di dunia, yang juga menunjukkan kehebatan kertas buatan Cina.


Pulpen
Di sekitar abad ke-6 sampai ke-18, pena dibuat dari batang bulu unggas, seperti bulu angsa dan disebut Quill Pen. Bagian dalam batang ini berupa pipa sempit yang berfungsi sebagai tempat cadangan pipa. Setelah dicelupkan pada botol tinta, isinya akan keluar perlahan dari ujung batang yang telah disayat sedikit diagonal. Hasilnya, terciptalah goresan tinta berkat system kapilarisasi. Lucunya, bila di film-film bangsawan, kita sering melihat model pena ini dihiasi bulu unggas, kenyataannya justru sebaliknya. Bulu-bulu unggas tidak diperkenankan karena akan mengganggu jika digunakan.
Pena batang bulu unggas berevolusi menjadi fountain pen. Di awal penemuannya, kita harus menggunakan semacam botol tetes mata berisi tinta, untuk mengisi ‘tangki’ pena. Tidak heran kalau masih banyak yang menganggap pena ini tidak praktis. Soalnya, isi tinta sering meluap keluar dan mengotori tangan. Walaupun begitu, kita masih menggunakan fountain pen sampai sekarang karena pena ini cocok dan canggih untuk membuat tulisan indah atau kaligrafi. Apalagi setelah pena ini dimodifikasi sehingga menjadi lebih aman dan user’s friendly.
Kita harus berterima kasih kepada Laszlo Biro, editor surat kabar asal Hungaria. Gara-gara kerepotan mengisi tinta fountain pen dan kesal dengan noda tinta yang meluap dan ujung pena yang tajam yang seringkali merobek kertas, Biro danadiknya bekerja sama menciptakan pena model baru yang menyimpan bola super kecil di ujungnya. Seiring dengan pena yang bergerak menggores kertas, bola di ujungnya pun ikut bergerak, ‘mengambil’ tinta dari isi pena dan meninggalkan ‘jejak’ di kertas. Terciptalah sebuah ballpoint yang lantas dipatenkan di Argentina dan laku dijual dengan merek Biromen, karena merupakan produk hasil kerjasama Biro bersaudara dan Juan Jorge Meyne. Bahkan di Argentina, hari kelahiran Laszlo Biro (29 September), diperingati tiap tahun sebagai Hari Penemu Nasional.


Pensil
Kalau pena menggunakan bahan cair tinta, pensil yang dalam bahasa latin disebut pencilus (buntut kecil) menggunakan bahan pigmen keras seperti grafit atau arang. Hal ini bermuladi tahun 1500-an, ketika penduduk daerah Cumbria-Inggris menemukan cadangan grafit besar-besaran. Merekapun lantas menggunakan materi ini untuk menandai hewan ternak mereka.
Karena terlalu lunak, grafit susah dipakai untuk menulis, sehingga harus dilapisi bahan yang cukup keras. Untungnya ada Matthew Aaron Solnit yang berjasa menciptakan pensil modern. Ia mencampur grafit yang sudah dihaluskan dengan bubuk tanah liat dan sedikit air, sehingga bahan grafit yang lunak itu bisa dibentuk seperti spaghetti. Setelah dibakar dan dilumasi dengan kayu minyak, ‘spaghetti’ grafit itu diletakkan di bagian dalam belahan kayu Jenever dan ditutup bagian lain belahan kayu yang telah diberi lem. Seluruh batang kayu berisi grafit itu dipotong-potong sesuai ukuran pensil yang biasa kita pakai sekarang.


Penghapus
Sebelum penghapus modern ada, orang-orang biasa menggunakan roti putih (tanpa pinggiran) untuk menghapus goresan pensil dan arang. Tahun 1770, Edward Naime, insinyur Inggris tanpa sengaja mengambil sebentuk karet (bukannya remah roti yang biasa digunakan) untuk menghapus gambar buatannya. Hasilnya, karet tersebut lebih ampuh menghilangkan bekas coretan pensil. Edward pun sukses menjual karet penghapus alami dengan harga yang tinggi. Seiring perkembangan zaman, kini sudah ada berbagai macam karet penghapus sesuai fungsinya.


Tipp-Ex

Kita memang lebih banyak mengenal cairan koreksi tinta ini dengan nama merek yang mempopulerkannya sejak tahun 1959 di Frankfurt, Jerman. Bentuk awal cairan ini ditemukan oleh Betty Nesmith Graham, seorang sekertaris bank. Selama lima tahun ia selalu membawa cat air warna putih dan sebatang kuas ke kantor untuk memperbaiki kesalahan ketik pada pekerjaannya. Sekarang, alat koreksi ini hadir dalam berbagai bentuk kemasan, seperti bentuk pita atau kertas, bolpen, bahkan ada yang berisi cairan koreksi warna-warni buat kita yang ekstra kreatif.


Gunting
Bangsa Mesir kuno disinyalir sudah menciptakan gunting pada tahun 1500 SM. Semenjak itu, berbagai bangsa di seluruh penjuru dunia pun satu demi satu berusaha memodofikasi alat pemotong sehingga sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun pada tahun 1761 Robert Hinchliffe memproduksi sepasang gunting modern pertama yang terbuat dari besi tempa berlapis. Sampai detik ini, berbagai macam bentuk atau tekstur gunting diciptakan sesuai kebutuhan. Ada yang khusus untuk pengguna tangan kiri, memotong lapisan timah, daun, sampai ubin. Setiap bentuk memiliki tugas tersendiri.

Dream

mimpi. setiap orang pasti punya mimpi. ada yang terwujud, ada yang enggak. terwujud alhamdulillah, enggak ya udah nasib.

apadah! gw cuma mau cerita iseng aja kok. this is about my dream…

gini ceritanya, hehehe… kalau gw kelas 11 nanti gw maunya masuk IPA (Amin!) soalnya pas lulus nanti (insya allah) bisa diterima di ITB jurusan kimia, soal kimia organik atau non-organik, itu mah belakangan. tapi gw nyadar kok kalo jurusan itu di ITB adalah jurusan yang paling sulit masuknya (masuk ITB aja udah susah, apalagi kimianya?). dan pasca-lulus, gw mau jadi alkemis yang bisa nambah pahala—maksudnya berguna bagi semua orang. kayak gimana gw belom tau.

terus gw pengen jadi tosser atau setter voli. hahaha... main di klub tarkam kagak apa-apa dah, yang penting jadi tosser. abis kalo gw jadi spiker kurang tinggi. kalo libero tersiksa mulu, ganti-ganti, kagak service, cuma ngatasin smash lawan doang. sebenernya sih tosser yang paling tersiksa.

mimpi? ya! emang gw lagi ngimpi. mimpi emang semudah membalikkan telapak tangan, tapi untuk mewujudkan mimpi itu, masya Allah susahnya. tapi kalo serius usahanya, pasti bisa tercapai.

oh ya ada lagi mipi gw, tau dah bisa apa enggak terwujudnya. gw pengen ke Manchester—tepatnya di Old Trafford dan Carrington—stadion dan markas latihan klub favorit gw, Manchester United. gak stadion sama tempat latihannya aja, gw juga mau ketemu sama pemain-pemainnya, apalagi Edwin van der Sar, Michael Carrick, sama Jonny Evans. terus pergi ke Mekkah buat naik haji, abis itu pengen ke Yunani, mmm… tau dah kenapa. bagi gw, semua peradaban Eropa adanya disitu. makanya gw penasaran.

you may say I’m a dreamer…

but I’m not the only one…

Syamsir Alam

ah, sekarang gw mau speak pemain bola lagi, ah. tapi sekarang gw mau ngomongin pemain dari dalam negeri, nih. tapi bukan bepe ato ponaryo yang pastinya agan-agan udah tau siapa dia. tapi gw mau ngomongin pemain bola yang masih muda yang pastinya banyak banget yang udah tahu namanya. ya! pemain muda yang lagi banyak diomongin orang-orang, Syamsir Alam!
pastinya para pecinta sepakbola di Indonesia tahu banget sama pemain ini, apalagi pas aksinya dia sama anak-anak timnas u-19 di kualifikasi Piala Asia U-19 tahun kemaren. yah, walaupun ujung-ujungnya gak lolos, sih. tapi permainan mereka emang patut diacungi jempol, gan! apalagi si Alam, yang juga merangkap sebagai kapten, jadi pencetak gol terbanyak di grup B dan pencetak gol tercepat selama kualifikasi (vs Hongkong, baru 16 detik pertandingan berlangsung).
nah, dia ini nih yang bikin gw jadi ‘gila’ selama nonton pertandingan kualifikasi. selain gol-golnya yang cool abis (yang paling gw suka: tendangan bebas yang bener-bener akurat pas lawan hongkong) diantara anak-anak S.A.D yang lain (menurut gw) dia paling :D. dan sampai sekarang masih begitu. pengen deh gw ketemu sama dia.

ehm-ehem... banyak basa-basi, ah! oke langsung aja deh to the point.

• lahir di Agam, Sumatra Barat pada tanggal 6 Juli 1992. jadi, sekarang umurnya baru 17 tahun (waw! 2 tahun lebih tua!).
• jebolan dari SSB AS IOP, yang didirikan oleh Ronny Pattinasarany (alm).
• seneng sepakbola sejak umur 6 tahun.
• pernah ikut Piala Dunia Danone U-11 bersama Makassar FC (wakil Indonesia)
• pernah ikut tes di 2 klub Belanda, SC Heerenveen dan Vitesse Arnhem. tapi sayang, dia gagal.
• tingginya sekitar 177 cm.
• sebelum pro di sepakbola, ternyata Alam dulunya atlet bulutangkis. ia pernah juara 3 se-Depok waktu dia kelas 3 SD. yah, karena karirnya kurang cemerlang, dia langsung pindah ke sepakbola.
• gak suka sama pelajaran matematika.
• bokapnya itu pengacara, Edinas Sikumbang, SH (ketahuan Padangnya! hehe...)
• klub favoritnya Manchester United (ce-es, nih!)
• pemain favoritnya Alexandre Pato (jah, gak ce-es)
•pas lulus SMP, dia (dan anak-anak S.A.D. yang lain) langsung cabut ke Uruguay. meski begitu, dia dan yang lainnya tetep sekolah, tapi pake homeschooling dengan datengin guru dari Indonesia buat ngajarin mereka.
•pernah digosipin pacaran sama Denise, cewek Argentina yang gila bola dan juga suka liat Alam main. tapi pas Alam ditanyain kayak gitu, dia malah nampik tuh gosip :). katanya, dia sama Denise cuma temen doang (:@ sama aja!)