Waarschuwing!!!

Blog ini tidak diperuntukkan kepada:

1. Yang tidak/belum bisa membaca

2. Yang tidak suka sama isinya atau backgroundnya

3. Yang tidak memiliki nyali untuk membuka blog ini



Jika Anda ingin membaca blog ini, persiapkan mental Anda, serta harus kuat rohani dan jasmani.

Thursday, March 18, 2010

Cara Virus Influenza Menaklukkan Tamiflu

Agar bisa menculik Dewi Sinta, Mahapatih Marica bersiluman menjadi kijang emas, sementara Prabu Rahwana berubah menjadi pendeta tua. Usaha itu mereka lakukan untuk mengetahui dan mengecoh system penjagaan terhadap Dewi Sinta. Rahwana akhirnya berhasil mencuri Dewi Sinta. Demikian dikisahkan dalam Ramayana.




Virus, yang merupakan parasit bagi makhluk hidup, juga senantiasa ‘bersiluman’ dengan cara bermutasi guna mengelabui sistaem pertahanan sel inang. Cara ini memudahkan virus untuk memasuki sel dan bisa mengakibatkan kematian bagi organisme yang diifeksi. Bukan hanya itu, dengan bermutasi, virus juga bisa kebal terhadap obat yang digunakan manusia untuk menumpas virus.

Salah satu virus yang berbahaya bagi manusia adalah virus influenza. Pada kurun lima tahun terakhir masyarakat dunia dihebohkan oleh penyebaran salah satu subtype influenza A, yaitu H5N1 yang disebut flu burung. Virus ini dilaporkan telah membunuh 262 orang di seluruh dunia. Di Indonesia saja korbannya mencapai 115 orang.

Belum selesai menghadapi H5N1, kini masyarakat dunia dikejutkan oleh merebaknya infeksi dan penularan virus influenza A subtype H1N1. Dalam waktu yang relative singkat, virus ini telah membunuh lebih dari 400 orang di seluruh dunia. Dunia pun dinyatakan dalam keadaan pandemi influenza.

Di tengah kecemasan menghadapi pandemi, dilaporkan bahwa mulai ada virus influenza, baik H5N1 maupun H1N1, yang kebal terhadap Tamiflu. Tamiflu dijadikan obat antivirus andalan untk menangkal penyebaran H5N1 ataupun H1N1.


Hambat “neuraminidase”

Oseltamivir, obat antivirus influenza yang dikenal dengan sebutan Tamiflu, bekerja dengan cara menghambat neuraminidase, yaitu protein enzim yang berada pada permukaan virus. Dalam menghambat neuraminidase, oseltamivir menempel pada sisi aktif enzim neuraminidase menjadi tidak aktif. Neuraminidase berperan dalam melepaskan virus yang baru terbentuk sehingga virus baru ini bisa menyebar dan menginfeksi sel yang lain.

Virus yang baru terbentuk sebagai hasil pengembangbiakan dai dalam sel awalnya masih menempel pada permukaan sel melalui residu asam sialat. Untuk melepaskan virus membran sel inang, neuraminidase memotong residu asam sialat tersebut. Jika aktivitas neuraminidase dihambat oleh oseltamivir, virus yang baru terbentuk tidak bisa lepas untuk menyebar sehingga pengembangbiakan virus bisa dihentikan.

Kondisi ini akan membantu system pertahanan tubuh untuk memenangi pertarungan melawan virus influenza yang tengah menyerang sehingga orang yang terinfeksi bisa sembuh.

Namun, jika oseltamivir gagal menghambat aktivitas neuraminidase, virus akan tetap berkembang biak dan bisa menyebar dari sel yang satu ke sel yang lain, walaupun penderita diberikan obat Tamiflu. Keadaan ini sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa penderita. Sebagai contoh, kasus kematian penderita akibat terinfeksi H5N1 yang kebal terhadap Tamiflu antara lain dilaporkan terjadi di Vietnam serta akibat infeksi H1N1 yang kebal Tamiflu dilaporkan terjadi di Belanda.


Mutasi gen “neuraminidase”

Virus influenza bisa bertambah menjadi kebal terhadap Tamiflu karena terjadi mutasi pada gen neuraminidase, yaitu gen penyandi neuraminidase. Mutasi adalah perubahan basa nukleotida pada molekul DNA atau gen, misalnya, perubahan basa sitosin (C) menjadi basa timin (T). Perubahan basa ini dapat mengakibatkan perubahan sandi genetik yang selanjutnya bisa mengubah residu asam amino dari protein yang disandi.

Gen neuraminidase berukuran 1.362 pasang basa dan menyandi protein neuraminidase, yang terdiri dari 454 residu asam amino. Mutasi C menjadi T pada basa nukleotida yang ke-763 mengubah residu asam amino yang ke-454 pada protein neuraminidase dari histidin menjadi tirosin.

Prubahan ini mengakibatkan tempat penempelan oseltamivir pada protein neuraminidase berubah sehingga oseltamivir tidak lagi bisa terikat pada neuraminidase. Akibatnya, aktivitas neuraminidase tidak bisa dihambat dan replikasi virus tidak bisa dihentikan oleh Tamiflu. Mutasi lain yang juga dilaporkan menimbulkan resistensi terhadap Tamiflu adalah mutasi yang mengubah residu asam amino ke-292 dari arginin menjadi lisin dan yang mengubah residu ke-294 dari asparagin menjadi serin.

Untuk mengantisipasi munculnya mutasi yang berbahaya pada virus influenza, sekuen atau urutan basa nukleotida DNA virus yang sedang berjangkit perlu dianalisis secara rutin. Perubahan gen neuraminidase perlu dipantau guna mengantisipasi berjangkitnya virus yang resisten terhadap Tamiflu. Selain itu, obat antivirus influenza alternatif juga perlu dikembangkan. Pengobatan menggunakan beberapa senyawa dengan cara kej\rja yang berbeda juga perlu dipertimbangkan.

I MADE ARTIKA
Dosen Departemen Biokimia,
FMIPA IPB Bogor
Peneliti pada Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Jakarta

Kompas, 18 September 2009

Bukan Hanya Bumi yang Mengalami Pemanasan Global

Dalam 100 tahun terakhir, temperatur global di planet Bumi meningkat 0,6 derajat celsius. Yang mencengangkan, kondisi senada—pemanasan—ternyata juga terjadi di planet-planet lain dalam sistem Tata Surya dalam waktu yang hampir bersamaan.



Temuan ini merupakan hasil pengamatan yang dilakukan para ilmuwan, astronom, dan fisikawan. selama dua dasawarsa terakhir pada planet-planet tetangga Bumi yang ada di orbit Matahari, sumber energi utama kehidupan di Bumi.

Neptunus, planet intersolar terjauh dengan jarak rata-rata 4.450 juta kilometer dari matahari, adalah salah satu yang mengalami fenomena turbulensi iklim ini. Dari hasil fotometri rutin oleh Observatorium Lowell di Amerika Serikat, sejak 1980 hingga sekarang Neptunus makin terlihat cemerlang.

Dari hasil pemantauan inframerah, seperti diungkapkan HB Hammel dan GW Lockwood, permukaan planet berwarna biru ini terus memanas dalam kurun waktu dua dasawarsa terakhir. Fotometri menunjukkan kenaikan signifikan. Dari sebelumnya 7,97 magnitude (mag) pada 1950 menjadi 7,81 mag di 2004. Semakin rendah angka magnitude, semakin cemerlang planet yang diamati.

Gejala sama terjadi di Triton, satelit alamiah terbesar yang mengalilingi Neptunus. Terhitung sejak 1989, suhu di permukaan Triton memanas signifikan hingga 5 persen dari skala temperatur absolut planet ini—setara kenaikan 22 derajat Farenheit.

Berdasarkan pemantauan wahana Voyager pada 1989, Triton memiliki suhu dingin ekstrem, yaitu rata-rata minus 392-389 derajat Farenheit (minus 200-198 derjat celcius). Namun, tren pemanasan ini mengakibatkan sebagian permukaan Triton yang terdiri dari nitrogen beku berubah menjadi gas. Ini membuat atmosfernya yang terkenal tipis menjadi kian tebal.

Seperti dikutip dari jurnal Nature, James L. Elliot, astronom dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), mengungkapkan, perubahan iklim di salah satu bulan Neptunus ini terjadi sekali dalam beberapa ratus tahun akibat perubahan absorbsi energi solar di kutub-kutub es Triton.


Badai raksasa di Yupiter

Tren perubahan iklim juga terjadi di Yupiter, planet terbesar tata surya. Science Daily, Mei 2008, melaporkan, dalam dua tahun terakhir sebelum laporan dirilis, terjadi peningkatan aktivitas badai raksasa di atmosfer Yupiter. Teleskop Hubble menangkap citra yang menunjukkan terbentuknya titik merah (red spot) baru di planet ini.

Badai besar berukuran hingga 0,5 miliar mil ini kemudian disebut ilmuwan sebagai “Red Spot Jr”. Badai yang tergolong langka ini terbentuk dari hasil penggabungan tiga badai oval berwarna putih pada kurun waktu 1998-2000. Hal serupa pernah terjadi seabad lalu, yaitu “Great Red Spot” berukuran dua kali Bumi.

Menurut Phillip S. Marcus, profesor dinamika fluida dari University of California, Berkeley, Yupiter mengalami perubahan iklim, yaitu suhu permukaan meningkat sebesar 10 derajat celcius. Kawasan ekuator menghangat, sementara wilayah di dekat kutub selatan semaikin dingin. “Aktivitas awan disana dalam dua setengah tahun terakhir menunjukkan hal yang dramatis, sesuatu yang tidak lazim terjadi,” ujar Phillip.

Saat belum ada penjelasan yang utuh dan menyeluruh soal benang merah terjadinya perubahan iklim di planet-planet intersolar ini, astronom juga mengungkapkan, planet kerdil (Pluto) mengalami tren perubahan iklim senada. Apalagi, Pluto yang dicoret statusnya sebagai planet terletak sangat jauh dari Matahari, yaitu 6 miliar kilometer atau sekitar 40,5 satuan astronomi atau sekitar 40 kali jarak Matahari-Bumi. Tekanan atmosfer Pluto diketahui meningkat tiga kali lipat sejak akhir 1980-an. Diperkirakan, suhu permukaan ikut meningkat rata-rata 2 derajat celcius.

Padahal, tidak ada aktivitas manusia yang menimbulkan efek rumah kaca disana. Lantas, apa penyebab perubahan temperatur di sejumlah planet dan obyek tata surya ini dalam waktu yang hampir bersamaan?


Matahari disalahkan

Mencoba memberikan benang merah, Habibullo Abdussamatov, Kepala Bidang di Observatorium Astronomi St Petersburg, Rusia, mengklaim, aktivitas Matahari-lah yang mempengaruhi perubahan temperatur di Bumi dan sejumlah planet.

“Efek rumah kaca yang ditimbulkan manusia berkontribusi pada pemanasan di Bumi dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi, itu tidak bisa menyamai dampak akibat meningkatnya iradiasi Matahari,” tuturnya.

Abdussamatov merujuk kepada pengalaman di Mars untuk memperkuat dalilnya yang kontroversial ini. Puluhan tahun terakhir ini permukaan Mars diketahui memanas dengan sangat cepat, yaitu empat kali laju pemanasan global di Bumi.

Mars, seperti halnya Bumi, diketahui pernah mengalami zaman es. Namun, lapisan es yang menyimpan karbon dioksida (CO2) dalam jumlah besar di wilayah dekat kutub selatan Mars telah mencair sangat cepat. Dari 1970 hingga 1990, temperatur udara di Mars meningkat 0,65 derajat celcius.

Hammel dan Lockwood juga ikut memperkuat koneksi faktor iradiasi Matahari dengan gejala perubahan iklim di Neptunus. Menurut mereka, koefisien relevansi antara tingkat iradiasi Matahari dan angka kecemerlangan Neptunus mencapai 0,90 atau nyaris sempurna.

Korelasi ini ikut dihubungkan dengan gejala anomali perubahan temperatur di Bumi. Data yang mereka peroleh menunjukkan, variasi perubahan iradiasi Matahari ternyata berbanding lurus dengan tern kenaikan duhu di Bumi.

Perubahan energi yang dipancarkan Matahari termasuk beragam variasinya, baik ultraviolet, kosmik, dan inframerah, sangat berkolerasi dengan perubahan temperatur di tiap planet, termasuk Bumi.

Dampak di tiap planet ditentukan faktor lokal, yaitu variasi kemiringan orbit, albedo (kemampuan merefleksikan kembali radiasi sinar ke atmosfer), dan aktivitas geologis seperti erupsi gunung berapi.

Meskipun demikian, mayoritas peneliti menolak anggapan sesuai uraian di atas.

Michael Mann, meteorolog dari Penn State, Amerika Serikat, menuturkan, perubahan aktivitas Matahari dan segala variasinya hanya mempengaruhi 0.1-1 persen iklim di Bumi. Tak cukup kuat untuk memicu perubahan iklim dramatis di Bumi.

Apalagi, tingkat keaktifan Matahari memiliki periode tiap 11 tahun dan saat ini masih dalam fase nonaktif. Sangat jarang terlihat bintik Matahari, salah satu indikator turunnya keaktifan Matahari akhir-akhir ini.

“Mereka yang tidak bisa menerima eksistensi faktor antropologis (aktivitas manusia) terhaap perubahan iklim, terus mencoba mengarahkannya ke aktivitas Matahari,” ucap Penn.

Manchester United vs AC Milan

Kamis, 11 Maret 2010

Sebelumnya ane minta maaf dulu ya, gan. Soalnya baru kali ini ane bisa ngepost. Biasa lah, belum sempet ke warnet sekaligus ulangan dan tugas yang menggunung dari sekolah maupun rumah, namanya juga pelajar. Udah kangen juga nih ama blog.

Oke, padahal sekarang sih bukan tanggal sebelas. Tapi ane emang mau nyeritain kejadian di tanggal sebelas. Pastinya penting banget menurut ane (kalo agan-agan yang lain sih gw gak tahu). Gimana gak penting coba, kalau kalian para penggemar Manchester United gak tau, kebangetan!!!

Nah, tahu kan? Hehe... iya, leg ke-2 perdelapan final Liga Champion antara Mancester United melawan AC Milan. Kali ini tandingnya di Old Trafford, markasnya MU. Walaupun tandingnya di Old Trafford, gw nontonnya tetep di rumah, lewat TV.

Sebenernya sih hari Kamis gw masih ngejalanin UTS a.k.a. Ulangan Tengah Semester. Tapi karena udah terlanjur cinta sama sepakbola dan Manchester United pastinya, UTS bukanlah halangan untuk menonton pertandingan penting ini. Apalagi hari ini ulangannya ada kimianya :-D, antusiasnya bukan main.

Sedikit report pertandingan hari sebelumnya, masih Liga Champion leg ke-2. Sehari sebelumnya gw nonton pertandingan yang bener-bener menggairahkan. Ya! Arsenal vs Porto! Gokil! Porto dihajar tanpa ampun 5-0 sama Arsenal di Emirates Stadium. 2 gol dari Nicklas Bedtner plus penalti dari dia juga di menit terakhir, golnya Samir Nasri, juga Emmanuel Eboue bikin 'kebalik'. Maksud dari kebalik itu beda jauh sama hasil pertandingan leg-1, dimana Porto menang 2-1 ketika bertanding di Estadio Do Dragao. Otomatis aggregat menjadi 6-2. Selain Arsenal yang lolos, Bayern Munchen juga lolos. Tapi maaf ya, gw gak tahu hasil dan aggregatnya. Pokoknya ngalahin Fiorentina aja yang gw tahu.

Oke, back to the real topic. Gw udah bangun dari jam 12 teng tengah malam. Sembari nunggu, belajar dulu buat UTS nanti. Pengen tidur, mata gak mau kompromi. Maunya melek aja. Emang sih gw tidur dari jam 9 malam sebelumnya. Jadi 2 setengah jam cuma sendirian di dalam kamar yang tak ada pintu, tak ada lampu di luar dimatiin, sebelah jendela, sendirian, tak ada suara, haha... angker deh. Tenang aja, udah biasa (cuih!).

Eh gak nyadar udah jam setengah 3 kurang 5 menit, keluar kamar. Cek lantai bawah ada yang bangun atau tidak, AMAN!!! Tak ada yang bangun. Ke kamar sebelah kamar gw yang gelap, gotong TV diam-diam kayak maling, taro di kamar belakang, pasang antena, pasang kabel listrik, ambil remote, and turn on the television silently demi keselamatan diri sendiri (kalo nggak bisa kedengeran bokap ato nyokap terus TVnya digotong balik, diomelin seharian, hah, kebal!). Dan lagi iklan. Yah, cuma sendirian ditemani buku kimia yang paling senang saya baca dan kali ini lampunya saya nyalakan.

Setelah iklan, ada komentar sedikit (gw gatau ngomong apaan, kan gak ada volumenya) dan gw liat Becks mendapat aplaus meriah dari publik Old Trafford. Welcome back, Becks! Setelah 7 tahun semenjak kepindahannya ke Real Madrid dia tidak pernah datang ke Theatre Of Dreams. Tapi kali ini dia bukan sebagai pemain MU yang selalu memukau penonton dengan tendangan bebasnya yang wow, amazing. Tapi kali ini dia berkostum AC Milan. Jadi, saya tidak mendukungnya.

Dan para pemain MU dan Milan sudah berbaris 1 saf untuk penghormatan awal. Becks dicadangkan dahulu untuk ini. Abis pemainnya bersalaman, kapten Milan dan MU menghadap wasit untuk coin toss. Kali ini kapten MU adalah kapten resmi yang sebenarnya, Gary Neville. Akhirnya, liat Gaz lagi.

Semua pemain sudah berada di posisinya masing-masing, wasit menunggu waktu kick-off yang sebenarnya, yaitu jam 02.45. Sudah waktunya, PRIIIITTT!!! Peluit pun berbunyi. Dan pertandingan pun dimulai.

MU mengancam gawang Milan beberapa kali. Diantaranya Rooney yang sempet shoot ke gawang tapi meleset, terus ada Gary Neville yang dengan tenang tapi pasti menembak di luar kotak penalti. Sayang, terlalu melambung jauh. Dan beberapa ancaman juga dari Milan. Tapi berkat kegigihan para bek MU dan sang kiper yang juga merangkap sebagai oom saya Edwin van der Sar yang selalu waspada. Emang sih shoot nya Milan pada ke luar gawang semua rata-rata.

Eh, baru 13 menit pertandingan berjalan, Gary Neville, yang menembak bola ke arah gawang Abbiati, disambut Rooney dengan kepalanya menuju gawang. Tak bisa ditepis Abbiati, jala pun bergetar, para pendukung MU—khususnya di tribun Streetford End, yang merupakan tribun ter-berisik di seluruh Inggris (kayaknya kalah deh sama ributnya Stadion GBK kalo timnas tanding atau Persija yang tanding sama berisiknya supporter Indonesia pas lagi dukung tim bulutangkisnya di Senayan) bersorak gembira. Ya iya lah, orang GOL kok. Dan gw yang dari tadi serius nonton sambil update Twitter di hp langsung bersorak, tertawa tanpa suara, juga langsung update Twitter kalo Rooney nyetak gol. Bwahahaha… belom 20 menit udah gol aja. Tapi gol ini juga bikin gw ketakutan. Kenapa? Karena gw takut kalo golnya dibales balik sama Milan.

Manchester United 1-0 AC Milan. Rooney 13’. Aggregate 4-2.

Dan setelah terjadi gol itu, barisan pertahanan Milan diperketat. Khas sepakbola Italia, cattenancio, bukan totaal voetbal. Dan saya baru sadar kalau Pato tidak ikut bermain, soalnya cedera. Dan saya tidak melihat Ronaldinho beraksi, gw lupa apa pas waktu babak 1 dia gak dimainin atau dia gak pernah dapet bola, atau dia gaib. Kayaknya dia dicadangin dulu deh. Dan MU tak lupa mengancam gawang Milan, begitu juga sebaliknya. Dan 45 menit ditambah 1 menit pun selesai. Skor tetap 1-0.

Nah, 10 menit istirahat, artinya 10 menit iklan dan komentar. Kebetulan udah setengah 4 pagi. Pindah channel ke Trans 7 nonton acara favorit gw di ujung begadang, Moonlight. Ceritanya emang gak pernah ngebosenin, seru banget. Penasaran? Nonton aja.

Eh, pas gw balik channel ke RCTI, pertandingannya udah mulai.Tapi karena Moonlight nya belum iklan, gw balik channel lagi deh ke Trans 7. Eh, pas iklan, gw balik lagi ke RCTI, gw kaget. Lho, kok udah 2-0 skornya? Ada kesalahan teknis atau gol kecepetan. Untung ada reverse angle nya. Oh, si Rooney lagi nyetak gol. Liat timeline di Twitter, iya bener.

Manchester United 2-0 AC Milan. Rooney 13’, 46’. Aggregate 5-2.

Dan pertandingan terus berjalan begitu-begitu saja, tapi tetep seru. Nyolong dulu, ah nonton Moonlight lagi, ceritanya juga seru nih. Pas balik lagi nonton bola, lho gol lagi. Pas banget, hahaha... kali ini yang nyetak gol Ji-Sung Park si manusia berparu-paru tiga (cuma julukan, abis larinya dia cepet banget sih). Dan oh ya, Becks udah diturunin ke lapangan, juga Pirlo!

Manchester United 3-0 AC Milan. Rooney 13’, 46’; Park 59’. Aggregate 6-2.

Dan payahnya, gw kalah taruhan! Eits, emang gw dukung MU. Tapi taruhan yang dilakukan sama gw dan 4 temen sekelas gw itu bukan taruhan yang menang siapa. Tapi tebak skor. Dan kesimpulannya semuanya kalah, gw dan 4 orang itu. Soalnya skornya sekarang udah 3-0, sementara gw cuma megang 2-0 buat MU. 4 orang yang lain lebih parah lagi! Semuanya megang Milan (biasa lah, semua anak cowok—karena yang cewek yang paling maniak bola cuma gw—semuanya gak suka MU), ada yang 2-1, 3-0, 3-1, dan 2-0. Taruhanyya sih enteng, cuma jitak yang kalah 10 kali. Dan karena gak ada yang menang, kemungkinan taruhannya batal atau semua kena jitak.

Eh iya, back to topic. Dan waktu pertandingan hampir selesai. Gw tetep bolak-balik channel RCTI-Trans 7. Pas, balik ke RCTI lagi, eh gol lagi! Ya, sliding kick Darren Fletcher di menit ke-88 membuat skor untuk MU jadi bertambah, 4-0! Dan skor itu membuat gw tertawa. Soalnya hampir nggak mungkin—dan gak mungkin—Milan untuk membalikkan skor menjadi 5-4. Dan sudah menit ke 90, waktu pertandingan ditambah 2 menit. Dan skor tetap tidak berubah.

PRIT!!! PRIIITTT!!! PRIIIIIITTT!!! Peluit wasit berbunyi menandakan pertandingan selesai.

Manchester United 4-0 AC Milan. Rooney 13’, 46’; Park 59’; Fletcher 88’. Aggregate 7-2.

Dan otomatis MU lolos ke babak 8 besar alias perempat final. Goodbye Milan, now, we can losing you. Goodbye Becks!

Sekedar info nih, para pendukung MU selama pertandingan itu selalu muter-muterin syal warna hijau-emas. Buat para fans berat MU pasti tahu kan kenapa mereka melakukan itu. Ya! Mereka membenci keluarga Glazer dan memaksa mereka agar tidak menjadi pemilik MU lagi. Abis, sejak kedatangan dia, kalo gak salah pas tahun 2003, MU jadi punya utang. Mana si Glazer ampe sekarang juga masih jadi tukang ngutang lagi. Dan sempet disorot juga di salah satu tribun ada spanduk “Love United Hate Glazer”. Nah, itu maksudnya.

Selesai pertandingan, cek Facebook lewat hp. Ternyata semua Mancunian gembira, dan sekalian juga gw update status hasil pertandingan, dan para MIlanisti yang cuma bisa gigit jari karena timnya keok. Begitu juga di Twitter. Dan gw nyesel banget MU menang!!!

Ini bukan karena apa-apa. Gw nyesel kenapa gw gak nyetujuin tawaran taruhan dari Harold, si Milanisti dari kelas X-6, 25 ribu lagi! Abis gw batalin karena gw lagi bokek. Eh, malah menang, telak lagi! Sialan! Tapi se-enggaknya gw udah bantuin keuangan Harold, hahaha... beruntung tuh anak gw batalin taruhannya. Coba kalo nggak, miskin beneran tuh bayarin taruhan gw dan anak-anak yang lain yang megang MU. Tapi tetep aja nyesel!

Oh ya, pertandingan lain di Liga Champion yang waktunya sama ama pertandingan MU vs Milan yaitu Real Madrid vs Olympique Lyon. Tandingnya di kandangnya Madrid, Santiago Bernabeu, yang juga nantinya jadi stadion buat nyelenggarain final Liga Champion. Hasilnya 1-1, tapi Lyon yang lolos, soalnya pas leg 1 Lyon menang 1-0, jadi aggregatnya 2-1. Lagi dan lagi, Madrid gak lolos 16 besar. Goodbye Ronaldo.

Tuesday, March 2, 2010

Bram Stoker's Dracula


Kali ini gw mau refrensiin buku ah. Pastinya rata-rata agan-agan udah tau judul bukunya, apalagi kisahnya yang rata-rata udah apal di luar kepala dan udah diubah ke berbagai versi. Gw tunjukkin dah sampul bukunya, nih cekidot!


Pasti tau kan? Itu lho kisah tentang manusia immortal (hidup selamanya, gak pernah mati) yang hobinya ngisep darah, tidur di siang hari, bangun malem, gak bisa liat matahari, takut kalo liat salib atau bawang putih, dll. Mungkin saat ini versinya emang beda-beda. Buku yang ada vampirnya, Twilight yang gw baca, yang mengisahkan tentang vampire yang mukanya seperti remaja kebanyakan, hidup di zaman modern, jatuh cinta sama manusia. Juga film vampir yang pernah gw tonton, Queen of the Damned, yang mengisahkan tentang seorang vampir yang menjadi rockstar setelah tidur beberapa ratus tahun kemudian. Tapi kalo yang ini yang versi ‘asli’, yang ditulis sama Bram Stoker beneran pas tahun 1890 kalo gak salah.

Kalo gw boleh basa-basi nih ya, awalnya tuh gw pergi ke toko buku di daerah Kalimalang di deket rumah gw naik sepeda pada 8 Agustus 2009. Tadinya sih cuma niat beli double-tip doang. Eh, pas liat novel, ada buku ini dan diliat penulisnya, eh bener! Bram Stoker. Untung bawa duit lebih. Gw beli aja deh.

Sebelum gw kasitau sinopsisnya, gw kasih rincian singkat dulu deh tentang bukunya.

Judul : Dracula

Pengarang : Bram Stoker

Tebal : 528 halaman

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Harga : Rp 60.000,- (pas gw beli)

Oke, here is the summary of its book.

Seorang pengacara dari Inggris, Jonathan Harker, sedang membantu kliennya, Dracula, yang tinggal di daerah Transylvania, sekitar Rumania, untuk membantu kepindahan rumah Dracula. Harker gak sadar kalo Dracula itu monster. Selama perjalanan dia gak ngerti kenapa orang-orang pada takut pas dia nyebutin nama Dracula, pas dia nyebutin nama itu orang-orang langsung ngasih tanda salib, ketakutan, bahkan ada yang ngasih kalung Rosario ke Harker.

Awalnya sih emang Harker biasa aja ngadepin Dracula. Tapi lama-lama dia curiga kenapa tingkahnya beda dari manusia biasa. Jawaban itu terjawab saat malam hari—momen yang mengerikan yang membuat ia sakit. Dan beberapa kebenaran yang mengerikan.

Gak Jonathan Harker aja yang terlibat. Ada juga istrinya, Mina, teman Mina, Lucy Westenra, bangsawan Lord Godlaming, Dr. John Seward, Quincey Morris si jutawan yang suka berpetualang, juga Abraham van Helsing, guru dari Dr. Seward yang mengetahui kelemahan Dracula.

Udah ah, segitu aja ringkasannya. Kalo gw certain semuanya pada pegel dah mata lu semua!

Ceritanya sih emang nyeremin dari awal. Soalnya settingnya akhir abad 19. Jadi gw saranin buat yang penakut jangan baca pas malem hari. Soalnya serem banget! Kalo yang berani sih gak apa-apa.

Kayaknya nih buku jarang deh. Soalnya gw aja susah nemuinnya di beberapa toko buku. Oh ya, bagi yang tinggalnya di Jakarta, buat yang suka ngujungin Perpustakaan Daerah di deket Soemanti Bojonegoro, Kuningan, buku ini juga ada kok disana.

Penasaran? Baca, dong!

Confension (again)

sebenernya akhir-akhir ini gw stress banget. gimana nggak!?

yah, emang sih stress adalah hal yang biasa banget bagi gw. tapi kali ini stressnya beda.

gimana nggak stress coba kalo jadi bahan ceng-cengan tiap hari! gw diem dicengin, gw napas dicengin, gw matung dicengin juga. apalagi kalo gw ribut, kentut, dan banyak gerak?

apa-apa “lah-lah Hasan”. padahal yang salah orang lain, bukan gw. gw ngomong, lebih lagi. pokoknya apa aja deh, gak cewek gak cowok, semua X-3 bilang, “lah lah Hasan!”

tapi pas gw digituin sih ada juga yang bilang, “Sabar aja, San!” masalahnya terus-menerus dan emosi gw paling jarang terkontrol. jadilah gw bales balik. kalo lagi sabar, gw diem aja. kalo digituin terus-menerus, bukan marah yang nongol, malah ketawa ngakak sampe iler hamper keluar.

beberapa orang nanya ke gw, “Sebenernya lo seneng gak diginiin?” dengan santai gw jawab aja, “Yah, begitulah. sabar, tapi luarnya doang. dalemnya…” sebenernya sih gw anggap ini cuma sebuah lelucon aja. tapi kadang-kadang kalo hampir kelewatan bikin orang dongkol juga. pengen gw bunuh aja mereka! untung gw anggap mereka cuma bercanda, jadi gw enjoy aja.

tapi yang bikin gw bingung sampe sekarang. itulah gw, kalo penasaran pasti gw bakal terus penasaran sampe jawaban yang sebenarnya terjawab. kenapa orang-orang pada cengin gw? padahal pas semester 1 gak kayak gini. kenapa tiba-tiba begini? gak ada yang jawab pertanyaan ini pas gw bingung.

gw kasihan sama sebangku gw sejujurnya, hahaha… gimana nggak, orang dia harus sabar duduk sama anak hiperaktif yang hampir selalu disalahin dalam hal salah tingkah. duh, tahan aja sebangku gw. apa bener-bener tahan ya? semoga iya. apalagi gw ngelayanin dalam hal ngajak ribut. malah sebangku gw sempet bilang kalo gw dicengin itu artinya gw jadi eksis di kelas. beh, eksis gigi lu bolong! eksis mah karena hal yang positif, bukan tersiksa. hehehe…

yah, inilah posting pengakuan dari saya. kalo gak dibaca yo wis. gw gak ngarep dibaca kok posting malu-maluin ini. kalo ada yang merasa, inilah gw sejujurnya dalam hal ini. gw gak marah kok, tapi gak begitu seneng juga.