Waarschuwing!!!

Blog ini tidak diperuntukkan kepada:

1. Yang tidak/belum bisa membaca

2. Yang tidak suka sama isinya atau backgroundnya

3. Yang tidak memiliki nyali untuk membuka blog ini



Jika Anda ingin membaca blog ini, persiapkan mental Anda, serta harus kuat rohani dan jasmani.

Sunday, May 5, 2013

Sheila On 7 - Tunjuk Satu Bintang


Halo. Kembali lagi dengan saya yang sedang menjalani UTS (sekarang sih enggak, soalnya hari libur). Yah nyolong waktu lah ya buat ngeblog lagi.
Kali ini gw mau ngeshare lagu. Ini lagu udah lama banget, kalo gak salah dari tahun 2000. Oke waktu itu gw masih SD kelas 1 jadi gak tahu deh. Ini aja baru dengerin lagunya, ah, thanks to flashdisk temen gw yang sebenernya flashdisknya itu gw masukin dokumen laporan zoologi laut tapi pas liat folder lagu langsung copy ke laptop tanpa tedeng aling-aling. Haha, makasih abang :D
Jadi judul lagunya itu "Tunjuk Satu Bintang" yang dinyanyiin sama Sheila On 7. Pasti lo pada tahu kan band ini, apalagi anak jaman 90-an. Pertama kalinya gw denger lagu ini, langsung jatuh cinta dah!!! Ama lagunya. Lirik yang singkat tapi enak didenger dan penuh makna sehingga membuat gw puter nih lagu berkali-kali.
Nih liriknya:

Coba kau tunjuk satu bintangS'bagai pedoman langkah kitaJabat erat hasil karyaku…Hingga terbias warna syahdu
Akan ku ukir satu kisah tentang kitaDimana baik dan buruk terangkum oleh indahAkan ku cerna semua karya cipta kitaDimana hitam dan putih terbalut oleh hangatnya cinta
Dan bila semua terwujudkan...Di sisimu s'lalu hariku
Dan kalo lo pada penasaran, nih lagunya:



Sori ya low quality. Maklum aja namanya lagu lama, Indonesia lagi. Susah cari video versi HD nya.

Monday, April 29, 2013

Life Is Beautiful. But...

Suatu hari, aku pergi ke pusat kota Semarang, tepatnya ke sebuah pasar yang paling terkenal, Pasar Johar, bersama teman dekat, Ara dan Izah. Kami pergi bersama untuk membeli barang apapun yang penting murah dan bagus, dan yang penting berguna.

Tiba-tiba saja aku seperti ditarik untuk pergi ke sebuah tempat di pasar itu, yang letaknya sangat dalam dan sangat tersembunyi. Entah mengapa kakiku terus memaksaku untuk pergi ke suatu tempat yang tidak tahu menjual apa atau apapun itu sehingga aku meninggalkan kedua temanku.

Aku tiba di tempat itu, terlihat seperti sebuah toko. Bercat hijau, serba hijau. Dan anehnya Ara dan Izah juga menghampiriku. Lalu Ara dan Izah masing-masing memberikanku sebuah bingkisan yang cukup besar. Akupun bingung, hari ini bukan hari ulang tahunku. Aku berulang tahun sebulan yang lalu. Dan aku bertanya siapa yang mengirim bingkisan ini. Keduanya menggeleng, mereka tidak tahu. Entah mereka benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu.

"Serius gak tahu?" tanyaku. Mereka berdua mengangguk, "Serius deh."

"Mending lo buka, Na," usul Ara. Aku pun mengangguk setuju. Lalu kubuka bingkisan pertama, yang dibawa oleh Izah. Setelah kubuka, ternyata hanyalah kotak kosong. Hanya dipenuhi oleh bungkusan koran dan sebagainya. "Jiah cuma ngerjain doang ini bocah," gumamku.

Lalu aku mengambil bingkisan yang dibawa oleh Ara, sekilas hanyalah bingkisan biasa berwarna coklat. Aku  hanya membukanya. Ada kotak! Kubuka! Ada kotak lagi! Kubuka sekali lagi, kotak! Kenapa hanya ada kotak!? Apa yang memberi bingkisan ini hanya ingin menipuku?

Dan kotak kelima, kubuka. Ternyata sebuah boneka beruang kecil yang lucu. Aku memegang boneka itu. Aih, boneka ini yang pernah kulihat di sebuah toko dan aku memang suka boneka ini sejak lama.

"Na, ada suratnya!" seru Ara. Aku terkejut, surat? "Buat gue?" tanyaku.

"Iya, Na. Ini tulisannya buat elu!" ujar Ara. Ara pun langsung memberikan suratnya padaku. Dengan rasa penasaran akupun langsung menerima dan membukanya.
"Dear Na, temanku.
Sebenarnya sudah lama aku selalu melihat sisi lainmu, di samping sisi yang menyimpang dari jenis kelaminmu.
Mungkin kamu nggak sadar, karena kamu menganggapku sebagai teman dekat.
Na, aku menyukaimu."
Da
"MWOYA!?" seruku. "Kenapa, Na?" tanya Izah. Akupun langsung memberikan surat itu ke Izah. Izah dan Ara pun membacanya. Setelah selesai membaca...

"Haha, gak nyangka dia suka sama lo, Na," ujar Ara, "Terima ajalah."

Aku bingung, sekarang, dimana dia? Dimana Da? Dia memberikan surat ini tapi tidak menunjukkan wajahnya. Aku takut kalau aku hanya dikerjai oleh teman-temanku karena aku tidak pernah punya pacar.

Dan yang kupikirkan pun terwujud. Orang itu, Da, dia menatapku di balik jendela. Tatapannya pun berbeda, dia tersenyum padaku dan ekspresinya... menunggu jawaban dari surat itu, surat yang ditulis olehnya.

Aku menatapnya cukup lama, lalu aku tersenyum. Dan dia pun ikut tersenyum.

Sebenarnya senyumku tidak menandakan aku menerimanya. Entahlah. Aku tersenyum karena aku berterima kasih karena pada akhirnya ada yang menyukai sisi yang antah berantah dariku, yah seperti yang Ara bilang. Tapi, Da, dia? Dia sahabatku, bahkan aku menganggapnya hampir sebagai saudara kandungku. Dan aku tidak bisa bilang 'ya'.

Karena aku menyukai orang lain.

***

Esoknya asistensi praktikum mata kuliah yang berbeda. Aku mendengarkan ucapan ketua tim asisten dengan seksama sambil mencatat hal-hal yang penting.

"Silahkan lihat nama kelompok kalian dan asistennya," ujar ketua tim asisten, "Semuanya sudah tertempel di papan pengumuman depan ruangan ini."

Setelah asistensi selesai pun kami semua pergi menuju papan pengumuman. Aku melihat namaku dan nama-nama teman sekelompokku. Saat kuihat nama asistennya...

Apa!? Asistenku Is!? Jantungku pun tiba-tiba berdegup sangat kencang. Kenapa bisa dia!?

***

Akhir minggu, ada acara pergi ke luar universitas, acara organisasi. Yang ikut serta hanya dipilih empat orang, aku, temanku Ga, seorang wanita yang tak kukenal, dan Is! Dia juga ikut! Tentu saja aku senang, senang sekali! Tapi aku harus bersikap senang karena aku temannya.

Kamipun berangkat dengan sepeda motor. Aku bersama Ga. Dan Is bersama wanita itu. Aku dan Ga, tentu saja, selama perjalanan kami mengobrol sambil bercanda, karena kami teman dekat. Bahkan Ga sudah kuanggap sebagai abangku sendiri, abang yang aneh. Aku juga melihat Is dan wanita itu, mereka juga terlihat dekat dan saling mengenal. Aku terdiam sesaat, ayolah! Is juga tidak akan memiliki perasaan yang sama padaku.

Kamipun sampai ke tempat tujuan. Setelah Ga dan Is memarkirkan motor mereka, kami semua memasuki sebuah ruangan. Kami menghadiri sebuah seminar yang memang hanya orang tertentu yang bisa ikut. Aku saja bingung kenapa aku bisa dipilih. Karena yah, tak selamanya sepanjang waktu seminar itu menyenangkan, jadi pada saat membosankan kami bercanda satu sama lain. Aku bercanda ria bersama Is dan Ga. Wanita itu? Ah, dia susah sekali diajak bercanda!

Setelah acara, tiba-tiba Ga mendapat telepon. Setelah selesai menelpon.

"Waduh Na, maaf aku buru-buru ini harus pulang kampung. Ada keperluan keluarga penting. Maaf banget ya," tanpa bicara panjang lagi, Ga pun langsung mengendarai motornya.

Tidak ada Ga, artinya, aku dengan siapa? Mulutku menganga, bingung.

"Yaudah, kamu naik taksi aja. Barengan bayarnya. Tapi kamu sendiri," usul Is. Aku menggeleng, "Nggak ah, aku kurang suka naik taksi. Aku mending naik angkot aja sendiri. Lebih enak hehehe. Duluan ya." Akupun langsung pergi menuju pinggir jalan menunggu angkutan umum datang.

Tak lama kemudian angkutan umum pun tiba. Aku langsung menyuruhnya berhenti dan masuk ke dalamnya. Tapi setelah aku masuk, angkutan umum masih berhenti. Ternyata bukan hanya aku saja yang masuk.

"Lho, kok kamu ikut?" tanyaku dengan sedikit terkejut saat Is juga ikut masuk ke dalamnya. Juga diikuti dengan wanita itu. Is hanya tersenyum, "Gak enak kalo kamu naik angkot sendirian. Masa berangkat bareng pulang sendiri-sendiri."

"Tapi motormu?" tanyaku bingung. Dia terkekeh, "Udah gampang itumah." Dan angkot pun berjalan.

Sepanjang perjalanan aku hanya terdiam, aku melirik ke wanita itu, tampaknya dia tidak senang naik angkot. Mungkin dia terpaksa. Lalu aku menatap Is yang tepat berhadapan denganku. Aku hanya menatapnya sebentar lalu menatap ke arah lain. Dia pun menatapku. Bingung. Selain itu, aku merasa jantungku mulai berdegup kencang. Saat aku kembali menatapnya, astaga! Ternyata dia menatapku lagi. Cukup lama. Tapi akhirnya aku tertawa.

"Lho, kok kamu ketawa?" tanya Is. Aku masih tertawa, "Haha, iyalah aku ketawa. Kamu kalah! Kamu kedip duluan!"

Is pun tercengang sesaat, lalu dia ikut tertawa, "Haha, kamu ini emang dikira aku lomba melotot sama kamu."

"Terus apa emang?" tanyaku. Dia menjawab, "Nggak, aku cuma ngeliatin kamu aja. Hihi, lucu ngeliatin kamu."

DEG!

***

Aku membuka mata. Terbangun, lalu melihat jam di handphone.

Sudah jam setengah satu siang.

Ya ampun, ternyata hanya mimpi. Semua mimpi! Mimpi lagi, mimpi lagi. Tak kunjung nyata.

Kapan bisa jadi kenyataan?

"Hanya waktu yang menjawab."


Sunday, April 28, 2013

Maaf Ya, Maskam

Minggu, 28 April 2013

Bangun di pagi hari, tepatnya jam setengah 6, alhamdulillah... ternyata hari ini adalah hari Minggu. Dimana tidak ada kegiatan kuliah di hari ini. Dan karena hari Minggu akhirnya gw memutuskan untuk tidur kembali karena lagi gak sholat dan lumayan buat bayar segala jam istirahat gw yang terbuang buat bikin tugas yang very very bejibun naujubilah. Mana di minggu ini gw dah shift malem ama anak-anak 2 kali. Haha, penjaga kampus. Bocah-bocah nokturnal!

Dan di sela-sela penyakit tidur gw yang selalu kebangun di saat yang beraturan, gw akhirnya sms temen-temen gw udah ngerjain tugas mekanika fluida apa belom. Dan semua pun menjawab "Belum!". Lalu temen gw pun sms ngusulin buat ngerjain bareng ke masjid kampus jam 8 pagi. Gw iya-iya aja. Paling ngaret. Eh cuss deh jam setengah 9.

Dan emang bener. Yang ada tuh cuma gw ama temen gw satu lagi cewek. Dan awalnya ngerjain tugas kimia perairan dulu, terus teman-teman pun berdatangan dan sibuk ngerjain mekflu. Eh sebenernya sih, ada berbagai kubu:

  1. Kubu yang bener-bener ngitung pas ngerjain mekflu.
  2. Kubu yang ngerjain tugas kimia perairan
  3. Kubu yang ngerjain laporan kimia perairan
  4. Kubu yang diam sesaat
  5. Kubu yang kelaparan dan pergi makan
  6. Kubu yang datang terus fotoin jawaban terus balik lagi ke kosan
Nah, ini dia sambil gw foto-foto soal-soal UTS yang lama, gw iseng fotoin anak-anak yang lagi berlagak sibuk di maskam.

Ini temen gw, Lucki. Sip, berlagak mikir. Padahal nyalin punya orang.

Ini lagi temen gw, Kipen. Masjid udah berasa lantai rumah sendiri. Dan kerjaannya, nyalin punya orang lain juga.

Kalo yang ini Iman namanya. Terlihat berpikir, padahal nyalin juga punya orang.

From left to right: Kipen, Randy, Fatih, dan Ega. Berlagak kece.

Lagi, si Lucki. Ketahuan kan nyalin punya orang.

Ketahuan juga gw lagi candid. Si Hanif pake berpose. Nungguin yang lain selesai biar bisa disalin.

Anang yang lagi meriksa kerjaannya, hasil nyalin dari orang lain. Bayangan kabur di belakang itu namanya Aderia.

Kalo ini namanya Mada. Hahai, yang ini rajin beneran. Tapi nyalin juga sih.

Oke, ini abang-abangan yang ngeselin, Ega namanya (yang pake kacamata). Dapet juga gw muka yang lebih jeleknya. Sementara Randy dan Fatih terlihat serius. Dan Aderia malah senyum gak jelas.

Big thanks to anak Ilmu Kelautan yang ngasih makanan ringan ke kita (yoman sodara). Kipen pun kembali duduk. Tuh yang kaki doang itu kakinya Hanif (kaos coklat) sama abang-abangan satu lagi, Abdal (kaos putih)

Kiri ke kanan: Aderia, Ayu, Hamammi, dan Iman

Ini udah gatau gw candid apa. Gak ada fokusnya.

Di kubu lainnya, ada Memey (pake kerudung), Anang, dan Muti (kaos biru). Terlihat serius. Padahal lagi nyalin punya orang juga. 
Lagi dan lagi, Lucki. Makin makin nyalinnya.
Kiri ke kanan: Anang, Hanif, Kipen, dan abang-abangan pertama, Abdal. Abis nerima makanan dari anak IK.
                                     
Intinya sih, sebenernya belajar juga. Tapi dimulai dari nyalin punya orang lain dulu, baru belajar hehehe....

Dan selesai juga kerjaan kita pas mau Maghrib. Langsung kumpulin ke kakak asisten. Abis itu balik ke kosan masing-masing. Besok UTS!

Sunday, April 21, 2013

The Random of the Week

Maybe, it's not the first time that I feel so... random...
Complicated...
Cannot explain what I feel... (jiah, malah jadi liriknya 'What Is Love')
But now, I feel, yah, again, so random...

Mungkin kesannya telat banget kalo gw buat nyadar ginian. Secara gw itu orangnya telat buat ngerti semuanya. Bukan, bukan semuanya, tapi satu hal. Satu hal yang entah kenapa malah bikin gw jadi random begini. Aneh deh.

Mulai dari temen gw yang berinisial M yang bilang ke gw, "Na, apa di umur kita ini udah pantes ngomongin ginian ya?" Gw pun cuma bilang, "Yah, kita udah diitung agak dewasa. Jadi pantes aja." Padahal sebenernya gw pun bingung pantes apa nggak. Secara gw pun gak tau. Yah gak tahu semenjak kejadian itu, semuanya menjadi biasa aja.

Lalu ada lagi temen gw yang berinisial A ngomongin tentang lagu Grenade nya Bruno Mars. Gw pun bingung, "Jiah, ngapain ngomongin granat." Dan temen gw pun jawab, "San, lagu Grenade itu mewakili gimana rasanya cowo kalo udah cinta sama cewe." Iya apa? Dan gw pun, baru pertama kalinya, ngedengerin tuh lagu secara full plus baca liriknya. Tapi pas gw ke reffnya...
Is I'd catch a grenade for yaThrow my hand on the blade for yaI'd jump in front of a train for yaYou know I'd do anything for ya
 Oh God, why? Dan gw pun gak ngerti kenapa harus nangkep granat, lempar pisau, dan lompat segala ke depan kereta. Gw pun bisanya garuk-garuk kepala doang. "Kenapa liriknya begini? Gw ngerti artinya. Tapi lebih detilnya kenapa? Gimana?" Dan temen gw pun cuma jawab, "Lo gak perlu jauh-jauh. Lo inget-inget ke 2 orang yang udah cerita ke lo tentang seseorang. Dan itulah jawabannya." Gw pun ngangguk ngerti walaupun sebenernya di dalam otak gw yang paling kecil tetep aja belom begitu ngerti.

Dan random itu lagi adalah suara gw. Yu no, suara gw adalah begini adanya. Dan gw bangga sama suara gw karena suara gw itu salah satu dari banyak pemberian Allah yang paling indah yang udah dikasih ke gw. Seseorang berinisial A bilang ke gw, "San, ubah dong suara lo jadi halus dikit kek." Gw pun melongo sesaat. And then temen gw yang berinisial A yang lain pun bilang, "Gak usah, San! Cukup jadi diri lo aja!" Aigoo.

Dan begitulah kehidupan (apasih, malah gw jadi gaje gini), ketika gw pun mulai bingung sama diri sendiri. Ketika ketakutan itu mulai datang saat mulai merasakannya. Ketika berbagai prediksi menyakitkan mulai terjadi, dan yang bikin trauma itu adalah prediksi yang menjadi kenyataan. Dan itu tentu saja bukan kenyataan yang menyenangkan. Oke bisa aja jadi nyenengin, tapi kalo udah pulih. Kalo udah pulih dan ngerti kalo sebenernya semua ini bukanlah apa-apa. Nothing!

Tapi, ketika muncul lagi, itulah keanehannya. Random abis jadinya. Bahkan sebenernya gw pun bingung kenapa harus ngetik ginian. Ketika jawaban intinya adalah, "Ada waktunya. Ada waktunya. Dan, ada waktunya." Ketika semua kepesimisan harus dicoret dan diganti dengan kalimat "ada waktunya". Oh tidak! Ada apa dengan waktu? Apa yang sebenernya terjadi dengan waktu!? Dan kenapa harus pake kata waktu!?

You know, waktu itu adalah sesuatu yang sangat mematikan. Sesuatu yang lebih mematikan dari sebuah racun, dari sebuah pisau, bahkan lebih mematikan dari sebuah fosfor putih. Bahkan kejahatan pun bisa mati karena waktu. Dan kebaikan pun bisa hilang karena waktu.

Really, I don't know what I'm talking about. Haha, freak! Dan minggu ini pun gw dipenuhi dengan: laporan, tugas, revisi, praktek, tutor, kuliah, lagu Grenade, semua ada waktunya, gak ada yang gak mungkin, dan lagu f(x) paling baru yang ada hubungannya banget.

Saturday, April 20, 2013

SMS Renungan

"R n' B memiliki visi untuk melahirkan technopreneur yang profesional dan tangguh yang mampu berperan dalam membangun daya saing bangsa."
Tiba-tiba gw dapet SMS ini dari rekan satu UKM. Gw pun bingung (kata saudara hobbit berinisial E, "Kalo bingung, pegangan."). Dan walaupun gw udah pegangan sekencang mungkin, tetep aja gw bingung. Pegangan yang kenceng dulu ah sambil bikin laporan.