Waarschuwing!!!

Blog ini tidak diperuntukkan kepada:

1. Yang tidak/belum bisa membaca

2. Yang tidak suka sama isinya atau backgroundnya

3. Yang tidak memiliki nyali untuk membuka blog ini



Jika Anda ingin membaca blog ini, persiapkan mental Anda, serta harus kuat rohani dan jasmani.

Wednesday, September 18, 2013

Outlier

Apa yang mereka katakan sebenarnya tak sesuai dengan apa yang ada di pikiranku sebenarnya
Hmm kurasa mereka tak tahu gerak-gerikku selama ini
Apa mungkin aku yang bisa dibilang tertutup?
Mungkin juga aku terlalu pandai menjaga rahasia

Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya ia jatuh juga
Yap, aku percaya peribahasa itu nyata
Aku bilang "A" dan mereka percaya
Padahal yang aku pikirkan sebenarnya "B"

Entah sampai kapan aku terus menyimpan ini dari orang lain
Hanya segelintir yang tahu
Sebenarnya tak akan kubiarkan juga kalau yang lain tahu
Aku takut akan menjadi masalah jika semuanya terungkap

Tapi aku bingung
Aku seringkali mengetahui apa yang ada di pikiran mereka
Apa aku ini peka?
Apa aku ini terlalu kepo?
Apa aku ini terlalu mengurusi orang lain?
Ah, tidak juga
Aku termasuk egois

Tapi soal aku? Haha, jarang yang mengetahui
Apa aku terlalu tertutup, atau aku yang menutup semuanya?
Apa aku yang membuat seolah-olah tertutup?
Apa mungkin mereka yang menutup?

Entah sampai kapan terus kusimpan
Sampai waktu yang ditentukan?
Aish, mungkin aku biarkan bagaikan air mengalir
Nantinya juga tahu

Tapi yang "B" itu, yang ada di pikiranku itu...
Apa dia tahu?
Apa dia menyadari?
Aku harap sih tidak perlu
Tapi ada harapan juga dia tahu
Apalagi kalau berpikiran sama
Ah, banyak harapan kau, Rat!

Sudahlah, kalau hanya berpikiran sebuah harapan sejenis "B" itu hanya membuatmu pusing
Lebih baik jalani saja hidup

Epigraphy Museum a.k.a. Museum Prasasti

18 Agustus 2013

Rencana hari ini harusnya tuh berenang di Gelanggang Remaja Jakarta Timur di Jl. Otista, Kampung Melayu. Tapi karena adek gw gak mood dan gw ada 'bisnis lain' mau gak mau rencana itu dibatalkan. Langsung deh bokap gw bilang, "Oke, hari ini kita ke museum aja gimana?" Sontak gw dan adek gw pun bersorak riang tanda setuju, begitu juga nyokap gw yang akhirnya ikut pergi juga (karena kalo jadi berenang pasti nyokap gw gak mau ikut). Yah suatu keanehan juga sih entah kesambet apa bokap gw di hari itu haha. Gak biasanya lho dia ngajakin kita yang namanya jalan-jalan (yah dulu mah paling banter juga nganterin ke Senayan buat latihan voli). Udahlah, anggep aja kesambet entah apanya bokap gw itu dijadikan sebuah rezeki bagi keluarga kita.

Wij zal ga naar museum!!! Yay! But wait, museumnya apa? Oke, disinilah sisi kudet bokap gw (sama aja kudetnya ama gw), koar-koar ke museum tapi gatau museum apa. Dia pun nanya gw, "Na, mau ke museum mana emangnya?" Di otak gw pun dipenuhi daftar museum-museum yang ada di Jakarta. Yah lo tahu ndiri lah ya Jakarta tuh sebenernya punya museum yang banyak juga isi dan sejarahnya tuh kece punya, sayang aja perawatan dan kepedulian masyarakat Jakarta yang agak kurang jadi kesannya tuh museum itu ditelan zaman lah, malah mall yang makin dibanyakin. Oke, skip dulu lah yang ini.

Dan gw pun dengan mantap bilang ke bokap gw, "Pak, Museum Prasasti gimana?" Bokap gw bingung, "Ha, Museum Prasasti? Apaan tuh?" Hadeh, kudet, "Itu loh, Pak. Pa'e tuh dulu cerita sama aku pernah kesana. Itu yang kuburan Belanda. Kebon Jahe." Nah, pas dijelasin itu pun bokap gw langsung konek, "Haha, itu. Iya iya. Sip deh." Sementara adek gw pun semangat banget karena penasaran dan gw gak kalah semangat karena ingin menguak sesuatu disana, bokap nyetir, dan nyokap yang paling kudet diantara kami berempat, ga ngerti apaan. Udahlah gaperlu dijelasin, biar nyampe aja dulu.

Oke, Museum Taman Prasasti adalah salah satu museum yang ada di Jakarta yang bisa dibilang unik lah ya. Dulu, pas jaman Belanda, museum ini namanya Kerkhoflaan. Nah terus berubah jadi Kebon Jahe Kober. Terus baru diresmiin jadi museum pas tahun 1979.

Alamat museum ini tuh di Jl. Tanah Abang I no. 1 Jakarta Pusat. Lokasinya pas banget di sebelah kantor walikota Jakarta Pusat dan deket juga sama Gelanggang Remaja Jakarta Pusat.


Oke, dan inilah tampak luar dari museumnnya.


Then kami sekeluarga pun masuk ke dalamnya. Pas masuk pun kita juga sekalian bayar tiket seharga Rp 2.000,00 (karena kita udah masuk kategori dewasa). Oh ya FYI, Museum Taman Prasasti ini buka tiap hari dari jam 9 pagi sampe jam 3 sore, kecuali hari Senin yang tutup total.


And when we entered the museum, the first view is...


Hal pertama yang gw dan adek gw lakuin adalah keliling-keliling gak jelas liatin batu nisan beserta nama dan kapan mereka meninggal. Oke, gw kira awalnya tuh orang-orang yang dimakamin disini cuma beberapa orang lah ya eh gataunya tuh banyak pake banget dan gw pun pusing banget ngeliat nama-namanya. Bukan kenapa-napa sih. Ruwet bu,  yang dimakamin disini tuh rata-rata orang Belanda yang punya jabatan penting di Batavia maupun di daerah lain selama masa penjajahan, juga ada beberapa orang Inggris yang dimakamin disini, juga ada orang Tionghoa, salah satunya Soe Hoek Gie. Sayang gw gak nemu makamnya dia. Yah maklum aja gw baru pertama kalinya kesini dan lo harus tau betapa pusingnya ngiderin nih kober. Apalagi nisannya kalo gak pake bahasa Belanda ya pake bahasa Inggris.

Sebenernya sih ada sebab lain kenapa gw ngotot banget mau kesini. Pertama, rasa penasaran dari dulu. Kedua, rasa penasaran itu makin menjadi hanya karena sebuah novel. Yap, The Jacatra Secret karya Rizky Ridyasmara itu berisi tentang jejak-jejak Freemason yang ada di Jakarta dan salah satu latar tempatnya itu ada di Museum Prasasti ini. Makanya gw ngeliatin nisannya tuh ampe enek sendiri gara-gara ngeliatin nisannya itu beneran ngeliatin. Jangan sampe ada yang kelupaan walaupun pada akhirnya juga ada yang lupa.

Oke, jadi karena alasan perburuan teori konspirasi itulah alasan utama gw kesini. Yah itung-itung sebelum gw kembali ke Semarang juga sih.

Dan finally gw pun heboh sendiri pas nemu salah satu nisan yang berhubungan banget sama organisasi bawah tanah yang sampe sekarang itu jadi pengendali dunia ini.

Terlihat biasa aja kan gak ada yang aneh.

Sebenernya ini yang dicari
Lambang yang terdapat pada gambar di atas yaitu lambang dari organisasi Skull and Bones. Apa itu? Oke gw jelasin dikir ya setau gw, kalo gak salah nih ya. Skull and Bones itu salah satu organisasi bawah tanah (yah sama aja kayak Illuminati, Freemason, Biarawan Sion, Rosikrusian, Opus Dei, de-ka-ka. Oke, buat Skull and Bones, ini adalah organisasi 'bawah tanah' yang dibentuk sama William Huntington Russel, mahasiswa Yale University di Amerika Serikat, pada tahun 1832. Salah satu member yang paling terkenal yaitu George W. Bush, itu tuh buyutnya si George Bush, presiden Amerika Serikat sebelum Obama. Dan banyak banget anak-anak Skull and Bones yang pada akhirnya jadi orang yang berpengaruh di dunia.

Oke, di Museum Prasasti ini setelah gw utak-atik siapa nama yang lambang nisannya pake gambar ini ternyata namanya tuh si G. C. Scyuudlmy. Aduh gak tau deh, karena nisannya juga udah tua banget jadi ukirannya tuh gak terlalu jelas dan pas ngeraba pun gw bingung yang bener tuh namanya siapa. Nah nisan ini tuh ada di cerita dalam buku The Jacatra Secret.

Then gw pun jalan-jalan ngelilingin makam buat nyari-nyari yang ada hubungannya sama Illuminasi atau Freemesen atau sejenisnya. Dan voila, nemu lagi!

Terlihat biasa. But wait...

Persaudaraan Ular

Close-up

Dan gw lupa siapa yang makamnya berbentuk seperti ini
Buat persaudaraan ular, mungkin gw harus cari tahu deh karena gw tuh belom tahu banget soal persaudaraan ular ini. Yah intinya sih sama aja ya sejenis Illuminasi ama Freemesen, organisasi 'bawah tanah'.

Dan gw juga nemu nisan yang ada logo persaudaraan ular nih. Nisannya J. H. R. Kohler. Oke buat lo yang masih inget pelajaran Sejarah, pasti gak asing lah ya sama nama ini. Secara dia ini Gubernur Jenderal di Aceh. Nih penampakan makamnya dia.

There's lambang bintang di atasnya.

Nisannya Pak Kohler. Noh kan bagian bawahnya ada lambang persaudaraan ular.

Sisi lain dari makamnya.

Dilihat dari jauh.
Dan ketemu lagi yang sejenis.

Nih nisan sumpah tinggi banget. Dan dengan keterbatasan tinggi badan gw cuma bisa moto segini doang. Keliatannya sih biasa.

Ini bagian atasnya. Cukup mencurigakan apa maksudnya ini. Dan sampe sekarang gw pun belum tahu kenapa.

Dari jauh juga biasa aja.

Ini pas diliat dari deket. Umm, baru dugaan aja sih kalo ada hubungannya sama organisasi bawah tanah. Salah satu yang bikin agak curiga itu di lambang omega.

Kalo yang ini kalo diteliti tuh ada lambang medallion dari Freemason. Itu sih yang gw tahu hehe.
Yah mungkin lebih banyak dari ini kayaknya yang bisa gw temuin, harusnya. Tapi apa daya, karena gw baru sekali kesini ya jadi gak cukup buat nemuin banyak dalam waktu yang cepat.

Oke, pencarian yang kaitannya dengan konspirasi cukup dulu. Gw mau share foto-foto yang lain nih.

Nisan bentuk harpa. Sebelum gw kesini yang gw suka liat di foto-foto Museum Prasasti tuh ini.
Dan yang paling famous nih di pemakaman ini tuh Kapten Jas. Katanya sih ya dia itu pendetanya



Bisa nih jadi meme palm face di 9gag atau 1cak

Makam dari seorang pendeta bernama Alexander Loudon

Batu nisan paling tinggi, bentuknya kayak gereja jaman gotik.

An angel is praying

Another angel's tombstone

Sad angel's tombstone

Kereta kencana pembawa peti mati yang ada cerita sendiri hehe.

Dan pada akhirnya gw ketemu juga yang paling gw cari. Bukan nisan dengan bentuk unik atau orang terkenal, tapi puisi aneh bahasa Belanda kuno yang bikin kita ingat akan kematian. Dan sampai sekarang gak ada yang tau siapa yang bikin puisi ini. Hanya Tuhan dan yang bikin yang tahu.


Di nisan ini kan ada kalimat yang rada aneh tuh. Nah kurang lebih artinya kayak gini nih.

"Disinilah kami berbaring seperti kelak anda. Dan di sinilah anda berdiri seperti kami dahulu."
Sayang sekali waktu udah zuhur. Orang tua gw pun gak bisa lama-lama di tempat ini. So, kita keluar dan pada sholat di masjid kantor walikota Jakarta Pusat.

Kantor Walikota Jakarta Pusat
Oh ya FYI aja nih ya, Museum Taman Prasasti tuh termasuk museum yang unik lah ya. Soalnya jarang banget (kalo gak salah sih di Indonesia cuma ini aja) kompleks pemakaman dijadiin museum. Yah tentu aja karena punya nilai sejarah. Dan tempat ini tuh sering banget ya dijadiin tempat photoshoot atau buat bikin film. Pas gw dateng kesini aja ada yang pada hunting foto (pake model baju kurang bahan) dan ada juga yang pre-wedding photoshoot. Pokoknya tempat ini tuh cukup sering lah jadi tempat hunting foto para fotografer. Tapi sayang seribu sayang yah, gw nyayangin banget sama yang namanya alay ababil. Gw bener-bener kesel pas liat banyak banget nisan yang dicoret-coret pake pylox sama orang-orang yang gak jelas dan gak punya otak. Juga sampah yang cukup berserakan, apalagi bekas makanan. Padahal ya, udah disedian tuh tong sampah di sekitarnya. Apa sih repotnya buang sampah di tempatnya. Ntar kalo kenapa-napa yang disalahin malah pemerintah. Oh come on! Sadar diri, please! Kebersihan kan sebagian dari iman.

Dan kembali ke masalah coret-coret, aduh itu pas gw pengen foto dan keliatan pyloxnya tuh rasanya malu banget lah (dan akhirnya gw gak jadi motret di tempat itu). Gak nyadar apa ya kalo itu tuh malah biki kotor dan gak enak dilihat ama mata. Apalagi udah jadi museum, bedeeehhh, nilai historis pun seakan-akan tercoreng cuma gara-gara pylox. Ababil jaman sekarang mah mana tahu istilah "JAS MERAH" punya Soekarno (kepanjangan dari "Jangan sekali-kali melupakan sejarah."). Padahal ya kalo boleh jujur, museum di Indonesia itu termasuk museum yang keren abis kalo pemeliharaannya tuh serius. Soalnya sejarahnya itu hampir keseluruhan murni terjadi di negara ini. Peninggalannya pun sebagian besar asli punya sini. Wisatawan asing aja seneng kok berkunjung ke museum yang ada disini, kenapa kita nggak?


Dan gw pun menyesal karena belom bisa nemuin makam istri dari Raffles dan makamnya Soe Hok Gie. Mungkin pas gw di Jakarta (pulang kampung) gw sempetin kesini lagi buat nemuin makamnya hehe (gak ada gregetnya kalo gak nemu sendiri).

Sunday, September 8, 2013

Sirna

Sirna sudah impianku yang satu ini
Bukan, ini bukan kehendakku
Ini adalah keputusan dari orang yang selama ini telah susah payah mengasuhku
Dan mau tak mau pun aku tak bisa melawan

Ingin rasanya melawan
Ingin rasanya kuteruskan kembali karena tinggal sedikit lagi
Ingin rasanya aku membangkang mereka
Ingin, karena niatku pada impian itu masih tetap ada

Tapi apa daya, mereka yang memberi keputusan itu
Yang kutahu, keputusan mereka pasti ada maksudnya
Walaupun sampai saat ini aku tak tahu sama sekali
Tuhan, semoga kau cepat memberi jawaban padaku

Ingin sekali aku membangkang dan meneruskan tahap itu demi impianku
Tapi aku mengerti, aku tak boleh egois
Apa-apa aku masih minta mereka, apa-apa aku masih mengeluh pada mereka
Lagipula, Tuhan tidak suka pada orang yang mendurhakakan mereka

Ah, biarlah
Cukup kuambil saja hikmahnya
Walaupun sampai sekarang masih berat rasanya
Rasa penyesalan dan sedih itu masih saja ada

Apalah, ini sebuah pilihan
Mungkin Tuhan punya jalan lain untukku
Tak tahu kapan, dimana, dan bagaimana
Aku sebagai hamba-Nya hanya bisa bersabar

Wednesday, August 21, 2013

Love-Hate Relationship dari Tom and Jerry

Tom and Jerry...



Siapa sih yang kagak tau nih kartun? Dari jaman orang tua gua masih kecil juga nih kartun udah ada. Yap, film kartun yang tokoh utamanya seekor kucing biru bernama Tom (nama lengkapnya Thomas) dan seekor tikus coklat yang namanya Jerry emang udah gak asing lagi lah. Sampai sekarang bahkan kartun ini masih aja ditayangin di TV lokal dengan cerita yang itu-itu aja. Anehnya, gua gak pernah bosen kalo nonton nih kartun. Begitu juga emak, bapak, sama adek gua. Padahal ceritanya itu udah apal di luar kepala kita, lebih apal dari satu tambah satu sama dengan dua.

Emang sih setau gw, sekarang Tom and Jerry udah gak ngeluarin cerita baru lagi (yang paling terakhir juga udah lama banget). Tapi ya tetep aja, dari semua kartun, baik yang lebih lama dari kartun ini atau yang baru ada sekarang ini, tetep lah gw dan keluarga gw tuh gak bisa nempatin kartun favorit lain selain Tom and Jerry.

Sampe sekarang pun masih aja kalo udah Tom and Jerry ditayangin tuh semangatnya bukan main buat nontonnya. Apalagi bokap yang langsung gedein volumenya padahal hampir ga ada dialog sama sekali, cuma musiknya doang sama sound effectnya yang kedengaran.

Yah padahal tuh ceritanya intinya tentang kucing dan tikus. Ya lo tau lah ya kalo kucing itu gak pernah berteman, apalagi bersahabat. Kerjaannya tuh mereka kejar-kejaran mulu. Yah sama kayak di Tom and Jerry. Kalo di dunia nyata itu tikusnya selalu keok, kalo di Tom and Jerry malah sebaliknya. Keseringan Jerry yang cerdik itu selalu menang lawan Tom yang padahal kodratnya dia sebagai kucing tuh harusnya menang.

Tapi yang menarik tuh kadang-kadang ceritanya gak selalu Jerry yang menang terus Tom yang selalu kalah dan kena sial. Terkadang kalo mereka sama-sama dirugikan oleh pihak ketiga (ya misalnya aja si anjing buldog Spike atau kucing hitam yang sering banget dapet peran jadi saingannya Tom atau tikus lain gitu), mereka memutuskan untuk kerjasama. Dan terkadang Tom yang kerjaannya selalu pengen nangkep Jerry itu terkadang merasa bersalah terus baikan (yang pas musim salju tuh sedih banget, Tom udah ngebunuh Jerry tapi merasa bersalah terus disembuhin deh). Dan terkadang mereka dalam mengerjakan suatu misi atau apalah itu (misalnya waktu nyelametin bayi yang kabur keluar rumah mulu atau yang pas mindahin bebek biar gak terus berenang di rumah mereka). Atau terkadang Jerrynya yang baik (yang gw inget tuh pas episode Tom yang kelelep kecebur ke laut terus langsung ditolong sama Jerry atau yang Tom tadinya nyari Jerry sama seekor anjing eh malah dia hanyut kebawa ke got terus ditolong ama Jerry dan tuh anjingnya)
Pas kecil sih gua cuma modal ketawa aja nonton nih kartun karena mereka konyol abis dan tololnya itu mereka dilabelin sama bokap sebagai “Kartun yang Tidak Pernah Mati (The Immortal Cartoon)”. Julukan ini juga dikasih sama (alm.) Dono WARKOP. Tapi pas sekarang gw udah gede, gw pun berpikir sesuatu.

Bahwa sebenarnya Tom and Jerry itu adalah sebuah “Love-Hate Relationship”. Wae? Karena sebenarnya Tom and Jerry itu sama aja kayak “Benci tapi Cinta”. Walaupun sebenci apapun, sekesel apapun mereka berdua, tapi gua rasa mereka itu saling perhatian. Yah buktinya mereka tuh tau aja trik-triknya supaya lawannya tuh bisa gagal atau kena perangkap hehehe.

Jadi pas gw udah gede begini gw pun berpikir, yah banyak juga sih yang berpikir begini, kalo benci sama orang tuh gak usah pake banget lah. Soalnya kalo bencinya itu keterlaluan malah bisa jadi suatu hari nanti kita kan... (eh sori malah jadi lagu), maksud gw suatu hari nanti tuh malah jadi temenan, bahkan jadi cinta, eh bisa jadi jodohnya hahaha. Ya jadi sebenernya tuh selama lo benci seseorang pasti lo bakal cari sesuatu yang makin bikin lo benci padahal hal seperti itu akibatnya bakal kebalik (dari suasana benci itu), karena hal itu menandakan kalo lo itu ternyata perhatian sama orang itu.

Gak usah jauh-jauh lah ya, kenyataannya udah banyak kok. Lihat aja di sekitar kalian. Itu bukan sekedar dongeng atau mitos kok. Itu emang kenyataan.

Wednesday, August 7, 2013

Ramadhan 1434 H

Oke setelah seminggu lebih gw gak pernah ngepost di blog ini (emang mau blog mana lagi coba), akhirnya gw punya akal lagi buat ngisi blog gw yang bisa dibilang cukup gak penting ini.

Kali ini gw mau ngomongin tentang bulan Ramadhan di tahun ini. Yah lo semua tahu kan kalo buat kita yang Muslim ini, Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Banyak banget hal yang kita lakuin yang bikin kita dapet pahala yang Insya Allah nilainya besar, walaupun sebenernya lo bakal dapet pahal sih kalo lo itu tiap waktu melakukan kebaikan. Tapi kalo bulan Ramdhan ini mah spesial banget. Diwajibin buat puasa sebulan penuh ampe Ramadhan berakhir, sholat taraweh abis Isya, tadarus Alquran, dan yap, banyak lagi dah. Dan gua bukan mau ceramah dalam postingan ini. Takut salah omong gw hehehe.

Nah kali ini, walaupun gak penting sama sekali sepertinya (bahkan hampir bisa dipastikan begitu), gw mau sharing dikit ah Ramadhan ane di tahun ini. Yah jujur sih, gw kurang dapet feelingnya, maksudnya semangatnya gak selebay dulu. Mungkin karena sekarang umur gw yang semakin bertambah jadi pikirannya yah apa-apa gak usah terlalu dibawa lebay deh. Yang ada ntar malah ancur.

So, this is my little, even, bored story (but not for me) in this Ramadhan.

First Ramadhan Outside Jakarta

Ramadhan tahun ini rasanya beda banget. Karena pertama kalinya itu gw ngalamin 1 Ramadhan di kota orang, bukan di rumah sendiri, Jakarta. Udah gitu feelnya juga beda lagi. Kalo biasanya sahur dibangunin ama ibu sekarang dibanguninnya sama ibu kos (dan semuanya sama, gw bangun jauh lebih duluan dari mereka sebenarnya). Dan makanan sahur pun lebih seadanya walaupun biasanya juga gak kalah seadanya juga kalo di rumah. Jam sahur pun gw tetapin sama kayak di rumah, jam setengah 4. Alasannya? Biar tenaganya lebih ada selama puasa. Itu sih menurut keluarga, termasuk gw. Dan lauknya pun selama di kosan juga stabil, nasi putih, omelet, sama air putih 1,5 L.

Pas waktu puasa? Yah, gak terlalu parah amet lah. Secara kuliah cuma buat UAS doang dan itu tiap harinya cuma ada 1 mata kuliah. Oke buat pengecualian, pas hari Kamis, tepatnya 2 Ramadhan, itu UASnya ada 3 mata kuliah dan kalo diakumulasikan itu kita anak OSE 2012 ngerjain soal yang dikasih sama 6 dosen. Yap cerita lebih lanjut nanti ajalah. Alhamdulillah gak berat berat amat puasa di Semarang karena sebelum-sebelumnya terkadang puasa Sunah.

Buka puasa? Dua hari berturut-turut, buka puasa selalu di luar kosan dengan alasan "gak ada loe gak rame". Hari pertama di kontrakan baru temen-temen gw dan hari kedua di penyetan yang hampir tiap minggu pasti kita ada disitu.

UAS? Tetep aja.

Di awal Ramadhan tahun ini tetep aja gak ngaruh sama jadwal kuliah, termasuk sama jadwal kuliah gw. UAS tetaplah UAS. Lebih baik gaperlu ditunda daripada ditunda mulu. Bisa-bisa yang ada liburannya gak nongol-nongol dan gw gak bakal pulang kampung.

1 Ramadhan bertepatan dengan UAS Mekanika Fluida, seperti yang udah gw ketik di paragraf (yah bisa dibilang gitu) sebelumnya. Soal dari 2 dosen, pertama insya Allah sukses. Yang kedua modal pasrah ajadeh. Tapi itu belom ada apa-apanya dibanding dengan UAS di hari selanjutnya, bertepatan dengan tanggal 2 Ramadhan yang jatuh pada tanggal 11 Juli. UAS-nya ada 3! Yaitu:
  1. Meteorologi dan Klimatologi Laut, soal datang dari 2 dosen
  2. Zoologi Laut, soal datang dari 3 dosen
  3. Selam, soal datang dari 1 dosen.
Yah, itu adalah UAS paling melelahkan dan bahkan bisa dibilang UAS antara niat dan gak niat. Pas matkul meteor sih oke aja, so far so good lah ngerjainnya. Karena cuma modal nguping temen gw yang 'pidato' tentang bab yang bakal keluar aja. Eh yang pas zoologi, entahlah, cuma modal pasrah yang gw bawa. Sebenernya sih tau yang harus dipelajarin tuh apa aja. Cuma yang jadi masalah itu adalah, gw gak bisa nginget semuanya dan emang dasarnya bab yang dipelajarin itu banyak pake banget. Udah gitu yang level nyeseknya lagi, kita juga gak ada yang tau soal yang keluar itu apa aja. Nah, karena itulah, malam sebelumnya gw memilih buat gak belajar, melainkan main mahjong dan gambar-gambar aja. Jadi, gw cuma belajar meteor doang.

Untung aja kita emang udah 'dilantik' untuk menjadi keluarga. Yap, indahnya kekeluargaan dan indahnya bulan Rmadhan kalo gw boleh nambahin. Hanya ada satu kata kunci supaya kita gak mubeng sama soal-soalnya: kebersamaan. Yah walaupun harus dilakukan dengan cara yang gak tau deh dibenarkan atau tidak (pasrah ajadeh), tapi seenggaknya ngelakuinnya bareng hehehe. Dan usai sudah UAS zoologi. Lalu dilanjutkan dengan selam. Kalo yang ini kemampuan Bahasa Indonesia gw-lah yang dipake alias mengarang bebas. Udahlah, yang penting jawabannya masih masuk akal ini. Modal pasrah.

Then besoknya, di hari terakhir, Mekanika Fluida season 2. Ah udahlah, disitu gw mulai gak serius ngerjainnya karena gak tau gak nyangkut-nyangkut di otak yang dipelajarin itu. Mungkin karena gw udah gak tahan pulang ke rumah sorenya.

Jakarta! I'm Here Again!!!

Pada akhirnya berakhir sudah segala kegiatan semester 2 yang sudah menyita segalanya, baik secara materi maupun non materi. Hari terakhir UAS, hari Jumat. Sorenya, langsung capcus naik kereta tanpa tedeng aling-aling. Yah gimana nggak ngebet ya gw pulang ke rumah, secara selama satu semester gw gak pulang sama sekali. Sebenernya sih bisa aja pulang, tapi karena kangen gw pasti gak bakal pol-polan kalo gak pulang, yaudah pas terakhir aja. Lagian males juga sih pulang mulu.

Malamnya, kereta Tawang Jaya dari Semarang Poncol pun melaju pada pukul 7 malam. Mengantarkan penumpang-penumpangnya, termasuk gw yang didampingin sama temen gw, Adun (harusnya sih bertiga sama Muti, tapi tiba-tiba dia ngebatalin tiketnya karena takut kena remed). Yah, kita berdua itungannya termasuk 'orang-orang nekat' lah karena hari-hari sebelumnya (itu juga dadakan banget sih, jauh setelah gw pesen tiket) bunyinya gini nih:


Tapi, dengan modal 'optimisme' yang sebenernya bisa dibilang 'bodo-amet', gw dan Adun, juga ditambah Memey, Lucki, Atun pun tetep nekat pulang langsung. Bodo ah! Gw udah gatel pengen ketemu keluarga gw, pengen berantem lagi sama mereka (dan memang begitu adanya). And Jakartaaaa!!! I'm comiinngg!!!

Dan sampai di rumah pada Sabtu dini hari. Pas banget sama waktu sahur. Pulangnya langsung sahur deh. And then, as my promise, paginya bawa Adun keliling Jakarta. Gak seluruhnya, cuma 1/3nya, karena faktor waktu, cuaca (hujan hampir sepanjang hari), dan of course, macet! Dan yap, nasib. Udah jadi guide, jadi fotografer pula.

Me and the 'obelisk' of Jakarta. Eh, maksud gw Monas deh.

Side profile, mengungkap sisi lebar. Kkkk~~~

Patung kuda, patung kuda EVERYWHERE!!!
Oke, till now, I'm still here until August 24th. Jadi, manfaatkan liburan sebaik mungkin.

Bukber yok Bukber

Bulan Ramadhan pun tak luput dari kata "Buka Bersama". Jadwal buka bersama keluarga itu pasti. Tapi berhubung status gw udah jadi mahasiswa dan dari dulu temen gw jarang banget sama, so bukber sekaligus reuni pun muncul.

Pertama, bukber bersama sahabat yang paling gelo di rumah Adhita. Adhita, Gita, Bos, Nanda, Polar, sama Anggita. Hmm sayang, Wayan sama Keket gak bisa ikut karena ada perlu masing-masing.


Lalu selanjutnya buka bareng anak Cosinus, temen-temen pas kelas 11 di rumah wali kelas kita pada saat itu, Bu Nani.


Then buka bareng temen-temen SD. Gak banyak yang dateng. Tapi seenggaknya ketemu. Apalagi sama yang udah lama gak ketemu hahaha.


Dan lainnya, diputuskan untuk tidak ikut karena izin dan waktu.

B-A-B-U

Liburan di rumah, berarti udah siap mental buat disuruh-suruh, apalagi sama emak. Semua pekerjaan pun kudu mau disuruh. Untung aja kagak disuruh ke kuburan. Dari mengusap lantai sampai manjat manjat demi kebersihan, kerapihan, kenyamanan, dan ketentraman kehidupan rumah. Karena sekalinya nggak pasti jadinya be-ra-be, yah bunyinya mungkin bisa sama kayak bom Hiroshima-Nagasaki.

Dan senang juga kembali bersama keluarga. Segalanya terjamin, apalagi soal makanan. Walaupun pada akhirnya gw gak bisa terlalu jadi shikshin lagi karena kuliah pun harus menyesuaikan diri (tapi tetep shikshin aja). Dan akhirnya bisa battle fisik lagi sama adek asal jangan sampe ketahuan emak.

Finally, but sadly, Ramadhan's over. Happy Ied!