Waarschuwing!!!

Blog ini tidak diperuntukkan kepada:

1. Yang tidak/belum bisa membaca

2. Yang tidak suka sama isinya atau backgroundnya

3. Yang tidak memiliki nyali untuk membuka blog ini



Jika Anda ingin membaca blog ini, persiapkan mental Anda, serta harus kuat rohani dan jasmani.

Monday, March 17, 2014

10 Penjaga Gawang Terbaik Sepanjang Masa

1. Lev Yashin (Uni Soviet)
Pemain legendaris ini merupakan kiper yang berada di urutan paling atas dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh IFFHS. Yashin terpilih berkat kemampuan atletisnya dan juga postur tubuhnya yang membuat gentar para pemain penyerang lawan.
Ia mendapat julukan Laba-Laba Hitam karena selalu mengenakan kostum hitam dan juga karena keahliannya menepis tembakan lawan seolah-olah membuatnya memiliki delapan tangan.
Pemakaian namanya oleh FIFA untuk penghargaan bagi kiper terbaik di setiap Piala Dunia merupakan pengakuan insan sepakbola dunia terhadap prestasinya.
2. Rinat Dasayev (Uni Soviet)
Bila tidak ada trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten, bisa jadi tim Uni Soviet yang akan menjadi juara di Euro 1988. Dasayev tampil cemerlang selama berlangsungnya turnamen di Jerman, dan hanya Gullit dan tendangan volley van Basten yang mampu mematahkan perlawanan Soviet di final.
Dasayev yang dijuluki “Tirai Besi” dianggap sebagai kiper terbaik kedua di Rusia setelah Yashin. Ia tampil di tiga Piala Dunia dan bermain sebanyak 91 kali bagi tim nasional Soviet hingga pensiun di tahun 1990. Terakhir ia tampil di Luzhniki Stadium saat final Liga Champions Mei lalu dengan membawa piala tersebut ke lapangan. Hal itu berkaitan dengan tugasnya sebagai duta final itu di Moskwa.
3. Dino Zoff (Italia)
Piala Dunia 1982 menjadi puncak prestasi Zoff. Di usianya yang ke-40, ia menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia. Selain itu, ia juga menjadi kiper kedua yang menjadi kapten di tim yang juara, dan juga terpilih menjadi kiper terbaik.
Padahal di awal karirnya, ia sempat ditolak oleh Inter Milan dan Juventus karena dianggap kurang tinggi. Di jajak pendapat untuk mencari kiper terbaik di abad ke-20 yang dilaksanakan oleh Federasi Internasional Statistik dan Sejarah Sepakbola (IFFHS), Zoff berada di posisi ketiga di bawah Lev Yashin (Uni Soviet) dan Gordon Banks (Inggris).
4. Gordon Banks (Inggris)
Banks menjadi pilihan pertama manajer Inggris Sir Alf Ramsey saat Three Lions menjuarai Piala Dunia 1966. Namun, ia baru menjadi legenda di dunia sepakbola lewat tindakan yang dilakukannya empat tahun kemudian di Piala Dunia Meksiko.
Saat Inggris bertanding melawan Brasil, Pele menanduk bola ke tiang jauh gawang Inggris sambil berteriak “Gol!”. Hal itu dilakukannya karena ia sangat yakin Banks tidak dapat menyelamatkan gawangnya.
Tetapi Banks yang berada dalam posisi yang salah, berhasil melompat ke arah yang berlawanan dan menyentuh bola tersebut dengan sebagian ibu jarinya hingga bola itu mental melewati mistar gawang. Sang kiper tahu ia dapat menyentuh bola, namun berpikir bolanya masih melewati garis gawang. Ia baru sadar tidak terjadi gol setelah mendengar sambutan dari penonton di stadion dan diselamati oleh kapten Bobby Moore. Pele sendiri mengatakan kalau penyelamatan yang dilakukan Banks tersebut adalah yang terhebat yang pernah ia saksikan.
5. Peter Schmeichel (Denmark)
Tinggi besar, rambut pirang, dan hidung merah. Tiga hal tersebut adalah hal yang selalu tampil di ingatan bila nama Schmeichel disebut. Namun bagi para striker yang menjadi lawan Manchester United dan tim nasional Denmark, "The Great Dane" itu menjadi tembok raksasa yang tak dapat ditembus.
Tingkat refleksnya yang mengagumkan bagi orang seukuran dia, serta kemampuannya mengubah pertahanan menjadi penyerangan langsung lewat lemparan jauhnya ke para penyerang, menjadi salah satu alasan utama mengapa United menjadi tim yang mendominasi Liga Primer Inggris di era 90an.
6. Gianluigi Buffon (Italia)
Nilai transfer yang menjadikannya kiper termahal di dunia menjadi bukti kepiawaian Buffon menjaga gawang di lapangan hijau. Selain itu, sederet gelar individual yang diraihnya dari berbagai pihak juga menjadi jaminan atas kemampuannya.
Saat di Piala Dunia 2006, gawangnya tidak tertembus satu gol pun selama 453 menit hingga akhirnya Azzurri menjadi juara dan Buffon mendapatkan Lev Yashin Award sebagai kiper terbaik selama turnamen tersebut.
7. Iker Casillas (Spanyol)
telah tampil lebih dari 300 kali bagi Real Madrid dan menjadi kiper kedua yang bermain paling banyak bagi tim nasional Spanyol setelah Andoni Zubizarreta. Saat Spanyol menjuarai Euro 2008, Casillas menjadi kiper pertama yang menjadi kapten di tim juara turnamen Eropa.
Walaupun ia baru bermain di tim senior Madrid sejak 1999, ia kelihatannya selalu menjadi pilihan pertama Los Merengues di bawah mistar. Di usianya yang ke-19, Casillas menjadi kiper paling muda yang tampil di final Liga Champions saat Madrid mengalahkan Valencia 3-0.
8. Petr Cech (Republik Ceko)
Ketika Chelsea menjadi juara Liga Primer selama dua kali berturut-turut, banyak pihak menganggap itu adalah akibat dari tangan dingin Jose Mourinho. Tetapi yang berada di bawah mistar The Blues adalah Cech, yang baru dibeli dari Rennes dan tadinya akan dijadikan cadangan Carlo Cudicini.
Saat Cech harus absen selama tiga bulan akibat benturan dengan pemain Reading Stephen Hunt, Chelsea gagal mempertahankan gelar Liga Primer. Insiden tersebut membuat Cech harus mengenakan pelindung kepala hingga sekarang.
Cech menjadi kiper terbaik 2008 pilihan UEFA, dan walaupun sempat membuat blunder di Euro 2008 saat melawan Turki, ia tetap menjadi pilihan pertama di tim nasional Republik Ceko dan juga Stamford Bridge.
9. Edwin van der Sar (Belanda)
Saat van der Sar memblok tendangan Nicolas Anelka di final Liga Champions, ia benar-benar menjadi momok bagi pemain Chelsea saat adu penalti. Hal itu karena di ajang Community Shield sebelumnya, ia juga telah melakukan hal yang sama dengan menepis semua tendangan penalti yang dilakukan pemain The Blues.

Van der Sar menjadi pemain yang paling banyak membela tim nasional Belanda dengan tampil sebanyak 128 kali dan akhirnya pensiun setelah Euro 2008. Ia juga mencatatkan dirinya sebagai kiper yang menjuarai Liga Champions bersama dua klub yang berbeda, yaitu Ajax Amsterdam dan Manchester United.
10. Dida (Brasil)
Setelah Claudio Taffarel, Dida menjadi kiper baru asal Brasil yang diperhitungkan dalam dunia sepakbola. Hal itu terbukti saat dirinya menjadi kiper pertama dari tim Samba yang termasuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or di tahun 2003 dan 2005.

Biarpun Dida telah memenangkan Piala Dunia bersama Brasil, dan berbagai gelar domestik & internasional bersama AC Milan, sayangnya ia juga dikenal akibat beberapa insiden yang kurang baik. Yang terakhir adalah saat ia pura-pura jatuh dan terluka saat disentuh oleh seorang suporter Glasgow Celtic di pertandingan Liga Champions.

Wednesday, March 5, 2014

Haruskah Seorang Wanita...

Sebenernya gue lagi bingung mau ngepost apa. Tapi tiba-tiba aja keluar ide buat ngepost yang udah lama pengen gue ungkapin tapi bingung. Yah ini cuma curhatan gak jelas gue aja.

Oke, secara biologis, udah ditulis juga di akte kelahiran, kartu keluarga, KTP, dan juga gue selalu nulis di setiap biodata kalau jenis kelamin gue itu adalah perempuan. Tapi ada tapinya.

Gue merasa, bahkan yang lain merasa, diri gue bukanlah diri yang seharusnya ditakdirkan Tuhan buat gue.

Yap, gue cewek, tapi pribadi gue bukan seperti itu. Bukan orang lain aja yang ngerasa begitu, tapi gue sendiri pun begitu. Mau gimana lagi? Dari kecil emang udah ngerasa emang gue enaknya begini. Dan di keluarga gue cuma bokap yang cowok (lebih pantas disebut pria). Adek aja cewek. Dan entah kenapa itu mungkin sebab gue jadi kayak cowok. Kayak lho ya.

Pecicilan, suka yang agak aneh, olahraga, jalan-jalan tanpa tujuan sendiri, urakan, dan yang paling parah adalah dianugerahi suara yang indah menurut gue tapi cukup mencengangkan menurut orang lain, apalagi yang baru pertama denger suara gue yang bassnya itu udah gak bisa dikecilin. Malah makin kesini kata beberapa orang yang lama kenal sama gue malah makin gede bassnya.

Masalah fashion, yah fashion kemana-mana selalu aja kayak cowok. Yang kegedean, pake celana, dan intinya gak mau ribet. Cuma tambahannya gue make kerudung, jadi ketahuan kalo gue cewe. Seenggaknya. Kelakuan? Apalagi. Yah seenggaknya kali ini lebih kondisional aja. Kalo ketemu orang tertentu aja baru bisa jadi cewek dikit? Kalo udah kenal? Boro-boro. Haha.

Dan hampir 20 tahun itulah habit gue. Yah, lo tau sendiri kan habit (kebiasaan) itu paling susah diilangin. Bisa sih, asal ada kemauan orangnya aja.

Dari kecil gue selalu diingetin kalo punya kelakuan itu yang kayak cewek harusnya atau berubah dikit dong jadi cewe. Tapi apa hasilnya? Nihil. Begitu pula ampe sekarang.

Tapi yang sekarang itu semakin kenceng aja yang nyuruh gue harus berubah menjadi seharusnya yang ditakdirkan, apalagi sama orang tua dan temen yang deket: menjadi apa yang dinamakan wanita. Wanita yang sebenarnya. Yang seharusnya, seperti wanita yang lain. Dan wajah atau jawaban gue adalah: "Kenapa harus begitu?"

Dan inilah beberapa jawaban dari mereka:
  1. Umurmu tuh udah tua tau. Mana sebentar lagi udah 20 tahun. Udah gede kamu.
  2. Liat dong yang lain, mereka yang tadinya kucel, pecicilan, tomboy aja bisa jadi cakep sama cewek banget. Lha kok kamu gak ada berubahnya.
  3. Inget, agama gak ngebenerin lo buat melawan takdir. Kalo lo cewek ya jadi cewek dong.
  4. Kalo begini terus mana ada cowok yang ngelirik kamu?
  5. Ya masa lo mau pecicilan, kasar, tomboy terus gini sih? Ntar kesananya mau jadi apa?
Oh my God, what kind of that answer!? Gua selalu pusing dengan jawaban yang relatif itu-itu aja. Cuma itu doang jawaban yang gue denger. Apa gak ada yang lain!?

Setelah mendapat jawaban yang ada 5 jenis itu walaupun dengan kalimat yang bervariasi. Pastinya ada pertanyaan lain yang bikin gue bingung yang sampe sekarang itu masih terngiang di telingaku bisik cintamu. Eh, malah jadi terlena. Maksud gue masih terngiang di pikiran gue.
  1. Apa gunanya kalo gue itu terlalu sesuai dengan apa yang ditakdirkan Tuhan?
  2. Apa harus gue ngikutin orang lain?
  3. Apa semua cowok suka yang feminim?
  4. Apa masa depan yang tomboy itu suram?
Oke, buat pertanyaan pertama itu, astagfirullah, tentunya gue gak mau yang namanya ngelawan takdir karena apa yang udah dikasih sama Tuhan itu emang yang paling baik dan pastinya semua yang diberi sama Dia itu pasti ada hikmahnya. Ada pelajarannya, yang bikin kita itu bersyukur. Dan gue juga tau kalau Allah itu gak suka sama wanita yang menyerupai pria. Tapi gini, se-tomboy-tomboynya tuh cewek pasti ada sisi, seenggaknya satu sisi, yang nandain kalo dia itu emang dasarnya cewek. Walaupun bener-bener kayak cowok, naluri asli ceweknya itu pasti ada. Apalagi kalo udah hormon berkembang. Dan se-tomboynya cewek, pasti ada sifat tertentu yang nunjukin kalo cewek itu emang calon ibu masa depan. Apapun itu. Oke, gue emang gak terlalu suka sama hal yang terlalu cewek. Tapi ada beberapa hal yang, yah, emang disitu sisi cewek gue, walaupun gak tau persisnya apa karena yang lebih tau itu Tuhan dan orang lain.

Pertanyaan kedua gue itu. Gini. Banyak banget temen-temen kecil gue yang cewek, yang tadinya itu tomboy lah, mukanya kucel lah, dicengin mulu karena penampilannya lah. Dan tiba-tiba pas reunian, atau yah sekedar iseng aja kepo di socmed, atau denger cerita orang, kalo tuh cewek jadi berubah banget. Jadi cewek banget, jadi cantik banget, pokoknya jadi berubah 180 derajat deh dari segi penampilan dan kepribadiannya. Ini kisah nyata, pake banget. Apalagi waktu reunian, semua temen gue yang cewek itu merawat betul badannya. Sementara gue, muka dari kecil ampe sekarang gak ada yang berubah. Kulit tetep aja item, malah makin item, suara gue gak bisa jadi soft, malah makin bass. Kalo dilatih gue berharap banget jadi kayak Pavarotti. Pecicilan, nyablak, agak barbar. Alhamdulillah gw berusaha untuk menjaga kesehatan. Dan itulah gue. Secara gak sadar gue menikmati diri gue yang seperti ini dan persetan dengan orang lain. Mereka lebih kenal gue yang begini dan gue begini karena inilah gue, bukan karena akting tau ada alasan tertentu. Toh selama gak ngerugiin dan nyakitin orang lain apalagi bikin dosa. Dan kalo gue mandang yah, kenapa sih harus segitunya banget, maksud gue tuh pake dandan lebay, baju ampe kayak gak ada bahan lagi, sepatu haknya naujubilah. Oh God, yang gw yakinin kan Allah suka yang sederhana, karena berlebihan juga gak baik. Dan itulah alasan kenapa gua lebih baik kayak orang gak punya atau apalah itu, yang ada aja. Gimana ya? Gini ya.

Okelah ya bagi gua sih wajar aja cewek itu pengen tampil cantik. Yah itumah bukan rahasia lagi kan. Orang secakepnya cewek yang penampilannya kayak cowok tetep aja dibilang cantik, cantik dari caranya sendiri. Cuma kalo gue, itu masih tanda tanya besar. Tapi apa yang gue liat lama-kelamaan itu malah aneh banget ya. Dandannya lebay, eyeliner ampe tebel 1 senti padahal cuma mau ke rumah tetangga main doang, lipstik merah menyala nan menantang bo' (merah jablay), pake bb cream ampe-ampe muka ama leher putihan mukanya, atasan yang harusnya jadi daleman baju malah jadi pakaian luar, celana yang cuma sepaha yang ampe bikin gue bingung apa dia gak masuk angin pulangnya, terus sepatu yang uwoow kill heels bo, haknya ampe belasan centi. Terus ada lagi nih ya, disini gue yang juga orang yang pake kerudung, jaman sekarang gue bingung sama istilahnya hijabers. Oke, I'm happy when thay're decided to covering their heads, hairs, and necks with hijab. But in reality? Oh God, bukannya gue sok alim ya. Disini juga gue orang yang gak alim banget, masih belajar lah. Tapi kok yang dibilang hijabers itu, jujur, malah gue miris, mereka pake kerudung kok tapi yang gue liat malah sama aja mereka cuma pake topi atau pake hoodie gitu lah ya. Inget ya, gw bukan sok alim. Gue juga masih gak bener, make kerudung gue itu tapi cuma standar aja, tapi gak terlalu panjang, dan gak pendek juga nggak mungkin. But at least it's covering my hair, head, neck, and also my chest, and my back, insya Allah.

Dan terus apa yang harus gue ikutin dari fashion yang kayak gitu? Even my mother said that I must follow that fashion! Oh, mom, wake up, I refuse that statement not because I'm ancient or because of my boyish. But, it because of the reality of life. Coba deh lo nalar, banyaknya kejahatan yang korbannya cewek (baca: pelecehan seksual), itu pasti ke cewek yang yah yang golongannya lebay fashion itu deh. Coba lo ke yang gak dandan, mukanya item, pake kerudung, baju biasa aja cenderung ke oversize, dan diem cuma nyapa yang biasa aja kalo ada yang nanya, man, paling cuma nanya apa adanya, kalo nggodain juga cuma "Assalamualaikum, Neng.", udah bubar. Coba deh lo ke yang kelompok 'lebay' itu, kalo ditanyain, palagi ama cowo, jawabannya hadeh, menyayat hati yang denger bo, rata-rata. Ya pantes aja ada kejadian orang niat awal cowonya begitu ditambah cewenya yang begitu yaudah deh say goodbye.

Terus yang pertanyaan yang ketiga itu. Cowok. Emang ya semua cowok begitu? Gue disini emang banyakan temen cowok dan merasa lebih nyaman temenan ama cowok walaupun yang cewek juga ngerasa enak tapi gak sebanding ama cowok. Tapi kalo udah masalah yang yah gue gak pernah nanya tipe ideal cewek temen-temen gue itu. Mungkin karena gue emang orang yang, elah apaan sih, emang penting banget gitu ya lo punya pacar? Oke kalo soal ini itu masing-masing orang sih. Tapi kalo gue, yah seneng ama lawan jenis wajar lah, maklum gue udah remaja gini. Tapi pacaran, kayaknya nggak deh. Bukannya kenapa, karena cowok yang gue suka itu kemungkinan gak suka sama gue. Jadi cuma sekedar pendam dalam hati aja. Anjir jadi curhat gini. Tapi, boys, what you looking at the first sight when you love a girl? Of, course, most of them choose the physics! The body! Dan timbul beberapa kalimat aneh:
  1. Apa harus ya semua cowok begitu?
  2. Ada gak sih cowok yang lebih ngeliat baiknya cewek daripada badannya? Langka!
  3. Terus nasib gua yang jelek ini gimana? Gak bakal dapet?
Dan gua pernah ngomong ini ke temen gua yang cewek soal pertanyaan ketiga ini, dia jawab, "Kamu tuh gak jelek. Cantik kok. Cuma emang kayak cowok. Dan pasti ada kok suatu saat nanti." Dan gue pernah ngomong ini ke cowok dan jawabannya, "Lo jangan gitu. Lo gak gitu kok. Udah ada yang nentuin kok." Okay, I always believe that God have design every people's life, from born till death, termasuk yang jodoh ngono-ngono. Tapi apa gak ada yang menerima cewek apa adanya? Yah ada sih, masih banyak.

Dan yang terakhir, soal masa depan. Wey, cewek yang begitu malah keren. Walau misalkan sama atasan karena penampilan yang kurang menarik malah sering disuruh tapi kan hikmahnya jadi lebih belajar tentang kehidupan daripada wong lenjeh yang taunya hedon doang. Dan cewek yang begini tuh lebih sabar men daripada yang lenjeh walaupun kadang-kadang kalo disenggol malah bacok.

Aduh, dari tadi udah aneh aja postingan ini.

Tapi setelah dipikir, umur gue mau nginjak 20, gue mahasiswi, dan gue cewek. Sedikit nyoba walaupun jadinya aneh dan gue gak nyaman dan beberapa temen gue ngerasa gue aneh banget. Tapi haha, waktu itu pernah iseng nanya soal pengen berubah itu, awalnya gue takut karena bakal diketawain. Ternyata? They're support me to do that. Tapi kenyataannya, berat banget. Jujur, ninggalin yang beginian itu lebih susah daripada lo ngerjain soal SNMPTN. Suruh pelan-pelan, tapi tetep aja berat. Karena itu udah kebiasaan yang emang udah lama banget. Tapi mau gimana, gak boleh melawan takdir. Dan di diri gue masih susah banget buat ninggalin habit yang udah dari dulu ngakar.

So what must I do?

Thursday, January 16, 2014

The Result of #savePakem

Senin, 13 Januari 2013 pukul 14.46 WIB

Langit yang mendung di Tembalang, termasuk di lokasi saat kami semua berdiri, di depan bundaran Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. Kami semua berkumpul dengan memakai jas almamater universitas yang berwarna hijau gelap. Dari angkatan yang paling tua (sekitar 2007) sampai yang paling muda (2012) berbaris dengan rapi disana



Kegiatan aksi ini pun diwarnai dengan aksi teaterikal tentang PAKEM yang dibawain sama anak-anak 2011 (gabungan perikanan sama kelautan). Intinya, yah seperti yang kami bilang, PAKEM itu bawa dampak yang positif buat kita, kalo ada yang negatif, ya buang aja. Kok gitu aja repot. Toh kalaupun ada yang negatif juga gak lebay amet.

Pertunjukkan teater yang ditampilkan oleh 2011 mengenai PAKEM. 
Selain itu juga ada beberapa puisi yang dibacain sama 5 (atau 4, lupa, hehe) yang dibawain sama anak FPIK 2011. Dan tak lupa kita nyanyi lagu "Totalitas Perjuangan", "Bangun Pemudi Pemuda", sama lagu karangan 2011 yang nadanya mirip lagu The Jak yang nyindir soal PAKEM.

Selain itu ada juga pidato dari Pak Munasik, ketua prodi Ilmu Kelautan. Dia berharap semoga hasil dari lobbying itu bisa sesuai dengan apa yang kita inginkan kalo nggak ya terima aja. Terus ada juga dari perwakilan senior (dari kelautan 2008 sama 2010).

Di samping kita yang lagi pada di luar, yang lain pun ada yang melakukan lobbying dengan dekan dan PD 3 di dalem gedung A. Yang masuk pun bergiliran, tadinya 2011 semua prodi hingga pada akhirnya beberapa anak 2012 juga dibolehin masuk dengan syarat bawa KTM dan pake almamater, tentu saja bajunya harus sopan dan bisa ngelobi (nah yang ini yang bikin gw gak ikut masuk hehehe). Adanya lobbying ini juga bukan main-main, tapi buat dapetin kepastian soal PAKEM karena selama ini 'dia' gak buka suara secara langsung.

Setelah sekian lama menunggu akhirnya para tukang lobby keluar juga dari gedung A dan kita semua dikumpulin ke depan gedung akademik FPIK. Oke, yang ngomong di depan itu ada kak Tio (yang bentar lagi dilantik jadi ketua BEM FPIK hehe), kak Surya (ketua PAKEM kelautan), sama ketua PAKEM perikanan (ane lupa namanya hehe *peace). Nah ini dia yang gw simpulin dari omongan mereka.

"PAKEM saat ini tidak mungkin diadakan karena belum adanya surat keputusan. Sebenarnya PAKEM legal. Tapi akan lebih baik kalau kita ikut aturannya." -Tio-
"PAKEM tetap ada tetapi rencana dan waktunya berubah." -ketua PAKEM Kelautan-
"PAKEM legal, tetapi sistemnya berubah." -ketua PAKEM Perikanan-
Kesimpulannya: PAKEM, gak ada kata PAKEM itu ilegal. Boleh kok boleh dan ada. Cuma buat waktunya otomatis bukan saat ini seperti yang 2011 jadwalin (kelautan tanggal 14 Januari, perikanan tanggal 16 Januari). Untuk mengadakan PAKEM harus ada 3 surat utama: Surat Rektor, Dikti, dan dari Dekan.

Jadi, karena PAKEM ditunda, terpaksa gw pun ngegabut haha. Menunggu kapan mau pulang kembali ke Jakarta yang titik banjirnya makin banyak (alhamdulillah rumah gw tetep nggak).

Oke ini beberapa foto selama aksi #savePakem (sumber: twitter KMP, HMIK, Albatross, Atlantik 2011)

Sebelum mulai aksi, angkatan 2011 kumpul di lapangan basket FPIK samping gedung D.

Suasana pas aksi di depan bundaran FPIK.

Peserta aksi yang serius.

Ini cuma sekelebat screen shoot twit yang ngedukung kalo pakem itu POSITIF (sebenernya sih banyak).



Dan kegiatan aksi #savePakem in pun diliput sama Al-Bahrain TV (punya Al-Bahrain FPIK, yang bikin infokom hehehe).


Yah seenggaknya usaha kami, terutama angkatan 2011 FPIK gak sia-sia demi memperjuangkan PAKEM walaupun hasil yang didapat dari lobbying begitu. Yang penting PAKEM gak ilegal kami memperjuangkan PAKEM karena kami ingin memberi ilmu yang positif untuk adik-adik kami. Apa salahnya kan ngasih hal yang positif?

Friday, January 10, 2014

#savePakem

Fuuh akhirnya gue bisa ngeblog lagi setelah sekian lama aku menunggu untuk kedatanganmu (njir, malah jadi
Ridho Rhoma malah). Dan ini postingan pertama di tahun 2014 setelah 3 bulan lamanya gw gak ngepost karena badai yang-iya-iyalah (ntar aja di posting yang lainnya). Dan gue juga gaperlu ngucapin selamat datang 2014 karena udah telat banget dan untuk pertama kalinya juga gue gak ngalamin jam 12 malem di tahun yang baru karena pulas tertidur di kamar kos. Dan padahal besok itu adalah UAS hari terakhir tapi karena lagi mubeng juga mau belajar apaan yaudah ngblog aja.

Oke itulah intro gak penting dari saya sang penulis blog. Emang beneran gak penting kok ya. Yaudah untuk kali ini gw mau nyampein hal yah, yang mungkin penting buat beberapa orang.

Sebenernya gue gak mau nyampein hal ini sebelum semuanya selesai. Tapi apa daya, ceritanya ternyata beda banget, jauh dari yang udah gue, bahkan mungkin yang lain bayangkan. Sehingga bikin gue sendiri, yaudah lah, sekarang ajadeh gue mau sampeinnya. Hal yang seharusnya kita tutupin sampai semuanya selesai.

Oke, ini tentang salah satu kegiatan yang penting banget di jurusan gue, yang paling paling paling krusial, apalagi kalau bukan PAKEM alias PelAntikan KEluarga Mahasiswa. Oke, Pakem ini gak jauh beda lah ya sama yang namanya Mabim kalau yang banyak orang denger. Tapi tolong ya, ini beda. Yah kalian tau sendiri lah makin kesini tuh acara yang begituan itu semakin dibikin luwes. Maksudnya, yang ada unsur gak bener (baca: kekerasan) itu malah diilangin. Yah lo tau sendiri kan ya cerita-cerita mabim jaman dulu tuh ampe ada yang cedera bahkan ampe ada yang ilang nyawanya segala. Nah itu kan bullying tuh alias kekerasan alias melanggar Pagam Hak Asasi Manusia pasal 1, yaitu "Hak untuk hidup". So, makin kesini tuh makin manusiawi lah ya.

Dan gua balikin lagi ke topik Pakem. Nah, pakem ini tuh acara tahunan yang diadain sama jurusan di fakultas gue (perikanan sama kelautan). Oke, gue minta maaf, gue ngomongin yang di jurusan gue aja ya, kelautan (takut salah kalo ngomongin jurusan lain). Di Pakem ini, tentu saja pesertanya adalah mahasiswa baru (yakale mahasiswa yang udah 7 tahun kuliahnya). Buat panitianya atau penyelenggara acaranya itu senior yang lebih tua 2 tahun dari mereka. Gampangnya, angkatan ganjil dipegang sama angkatan ganjil, genap sama genap (kalo angkatan gw yang megang itu 2010).

Oke buat sistematis atau apa yang terjadi selama Pakem itu apa aja gue gak mau cerita karena itu emang udah kontrak kami dan secara naluriah maunya kami yang udah dipakem untuk menjaga kerahasiaan acara ini. Tentu saja ada alasannya. Gampang aja, sama aja kalo lo mau nonton film tapi temen atau orang lain udah nyerocos ceritanya dari awal ampe akhir. Nah rasanya tuh kayak gitu. Gak seru jatohnya.

Oke, disini gue dari tadi nyerocos aja tentang pakem tanpa alasan. Nah gue baru inget kalo gue belom nyampein alesannya. Kenapa? Karena acara ini terancam dihapuskan. Perlu gue ulangi? TERANCAM DIHAPUS alias DITIADAKAN sampai waktu yang gak ditentukan kapan sampai 'pihak-yang-gak-setuju' terbuka hatinya untuk mengubah keputusannya. Jujur ajasih, sebenernya pas acara Pakem buat angkatan gue juga kasusnya kayak gitu. Cuma gak separah yang sekarang karena ujung-ujungnya acara Pakem untuk kami tetap diadakan.

Nah karena angkatan 2011 FPIK selaku penyelenggara itu tetap ngotot supaya Pakem tetap diadakan (tentu saja dengan dukungan yang lain, apalagi kami yang udah dipakem hehehe XD , mereka pun mengadakan semacam diskusi terbuka dari sore ampe malem terhitung mulai dari hari Senin kemarin. Jadilah mereka semua memakai almamater tiap harinya.

Nih gue kasih fotonya, boleh asal nyomot dari akun Twitter punya senior (@marisalibasyah) hehe. Ini pas hari Senin sore kemarin.


Dan ini keadaan rapat yang terbaru (hari ini), sumber foto masih dari akun yang sama hehe. Lokasi di Gedung PKM baru depan kampus Teknik Sipil.


Gue gak nyangka banget kalo perikanan juga ternyata gak dibolehin juga. Padahal gw kira perikanan malah yang diboloehin karena 'you-know-what' haha. Ternyata salah perkiraan gw selama ini. Padha bae.

Bahkan yang terbaru itu pas hari Kamis alias hari ini, mereka memakai alamamater yang di belakangnya ditempel berbagai macam tulisan. Nih penampakannya dari akun Twitter @GURITA2013 berlokasi di gedung D FPIK.


Nih lebih deketnya (sumber: @GURITA2013)

Gaperlu bawa spanduk, karton, atau MMT gede-gede. Cukup mereka jalan dan kita pun melihat apa yang ada di punggung mereka. Gaperlu koar-koar. Tulisan ini udah mewakili koar-koar mereka.

Ini preview lainnya. Versi lengkap (sumber: @deajenar via Path)

Berbagai macam tempelan di punggung angkatan 2011 tadi. Ada 8 kalimat yang berbeda. Tujuannya satu: memohon pelegalan Pakem.

See? Mereka rela banget ditempelin begituan demi legalnya sebuah acara yang namanya Pakem.
PAKEM ≠ PELONCO
AJARKAN KAMI KEKELUARGAAN DI FPIK
JANGAN SAMAKAN KAMI DENGAN ITN
"AYAH" TOLOG LEGALKAN PAKEM
"PAK DE" JANGAN GALAU "PAKEM"
"PAK DE" KENALKAN MEREKA IKAN DAN LAUT
FPIK = JEPARA (SEMUA ADA DISANA)
"PAK DE" CURHAT DONG "PAKEM"
Itulah 8 kalimat yang tertempel di punggung mereka. Beberapa orang awam akan berpikir, "Segitunya sih lo." Tapi buat kami yang tahu (walaupun cuma sekilas) kenapa, kami malah terharu akan tindakan mereka. Gak perlu kekerasan dan tarik urat ataupun koar-koar ampe suara serak, yang mereka tunggu hanyalah sebuah kepastian. Gue respek banget sampe terharu sama kakak-kakak 2011 yang rela banget buat ngelakuin gituan padahal minggu ini tuh lagi ada UAS (Ujian Amat Santai Ujian Akhir Semester). Dan yang kece lagi tuh kakak-kakak kelautan joinan sama perikanan demi satu tujuan: Pakem dilegalin. Whoa! Spechless!!!

Oke itulah kegiatan mereka sejak hari Senin di kampus dari pagi yang gue tahu. Mungkin beberapa orang yang baca ini yang gak tau bakal bertanya "Terus kenapa lo harus update kegiatan senior lo segala?" atau "Kenapa lo harus dukung tuh yang namanya Pakem?" Haha gua rasa ini sekedar ekspektasi gue aja (kayak lagunya Girls' Day ajadah) karena sepertinya pada kenyataannya hampir gak ada yang baca postingan gaje ini (untuk kesekian kalinya gue bilang gaje sama tiap postingan gua karena emang gaje beneran, tapi yang ini gue bikin supaya gak gaje).

Oke, kembali ke gue. Kenapa gue setuju banget sama yang namanya acara Pakem, padahal itu nama lainnya dari mabim, pelantikan, ospek, yang kalo orang awam (yang gak pernah ngalamin) denger itu, lo tau sendiri lah, yah sounds so negative gitu deh. Tapi disini beda ya, B.E.D.A. Oke langsung aja gw jelasin alasannya. Menurut gue aja ya.

  1. Pakem itu bukan acara perpeloncoan atau kalo kata nak gaul mah "bullying". Seperti kalimat yang ditempel di punggung mereka, "PAKEM ≠ PELONCO" itu gue setuju banget. Tujuan Pakem disini tuh lebih mengenalkan mahasiswa baru kepada jurusannya. Lo masih mikir itu acara bully? Oke, logisnya begini--blak-blakan ajanih--kalo misalnya itu acara bullying, kekerasan, perpeloncoan, atau meong meong apalah itu... kenapa ada yang namanya seksi konsumsi sama seksi kesehatan? Kenapa salah satu daftar barang yang dibawa itu obat-obatan pribadi? Nah loh nah loh. Dan kenapa lagi mereka para peserta disuruh bikin surat keterangan sehat? Think with your brain, dude, not with your knee or your muscle.
  2. Banyak banget yang diperoleh dari pakem. Bukan, bukan cedera fisik yang lo peroleh, bukan sakit hati yang lo peroleh, bukan dendam kesumat yang lo peroleh. TAPI ILMU, BRO! (gua caps lock sekalian nih). Walaupun singkat, tapi kerasa banyak banget ilmunya. Dan ilmu yang paling penting: kekeluargaan. Seperti apa? Hehe *zipping mouth* Gue setuju banget sama tempelan 2011 yang "AJARKAN KAMI KEKELUARGAAN DI FPIK" sama ""PAK DE" KENALKAN MEREKA IKAN DAN LAUT". That's no lie.
  3. Fakultas kita punya kampus di Jepara. Nah yang ini nih, mereka (yang posisinya di atas para mahasiswa, yang lebih tua dari mahasiswa) berkoar-koar dari PMB kalo kita itu punya kampus di Jepara. Itu emang bukan gosip. Kalo kelautan itu di Teluk Awur (sekarang dipake perikanan juga). Bahkan tuh Teluk Awur malah dipake sama kampus lain (ITB aja make disono). So, statement tempelan "FPIK = JEPARA (SEMUA ADA DISANA)" itu bukan gosip.
  4. Bakal jadi cerita yang gak pernah bosen-bosennya diceritain ke orang lain. Kalo yang itusih emang bener haha. Jadi salah satu kejadian yang berkategori berkesan selama kuliah di kelautan (begitu juga perikanan).
  5. Pakem = tiket buat daftar ke BEM, Senat, Himpunan Mahasiswa, UKK. Itu emang udah jadi syarat utama dari dulu. Minta alasan? Silakan cari jawabannya sendiri.
Itulah 5 alasan kenapa gue setuju banget sama adanya pakem. Mungkin masih ada lagi, tapi menurut gue sih segitu aja (karena gue gak bisa beberin banyak-banyak).

So, sebenernya pakem tuh positif. Cuma, mungkin ada beberapa pihak yang gak setuju diadainnya acara beginian. Mungkin alasannya begini (menurut analisis ngasal gue berasa ngarang bebas pas ujian):
  1. Mereka (yang gak setuju itu) masih takut kalo Pakem itu acara bullying. Sekali lagi gw kutip tuh tempelan 2011 "PAKEM ≠ PELONCO". Dan kalian takut kalo acaranya kayak yang di ITN yang bikin heboh itu, gw kutip "JANGAN SAMAKAN KAMI DENGAN ITN". Ini Undip bukan ITN, ini Semarang bukan Malang. Plis deh, kita yang ngadain juga punya hati punya rasa kasihan punya agama punya orang tua dan intinya masih manusia kali. Kalo ngelakuin ampe kayak gitu juga mikir panjang, yang ujung-ujungnya gak jadi. They're not killers, bro! Tapi mungkin beberapa dari mereka suka The Killers (yang vokalisnya Brandon Flowers) dan kalo tidur mungkin beberapa dari mereka suka ngillers hehe *peace.
  2. Karena UKT!!! Haha, mungkin ini jawaban yang akan dikemukakan. Katanya, karena sistem sekarang yang UKT ini tuh gak boleh yang namanya mungut biaya jadi yagitudeh udah pada tau kan jawabannya. Sebenernya sih gue gak tau UKT itu persisnya kayak gimana karena sistem bayaran angkatan gue itu masih pake yang lama. Dan biar dijelasin orang-orang juga gue masih aja gak ngerti. Dan menurut gue UKT itu sistem bayaran yang rada aneh. Udah itu aja.
  3. Keluhan para calon peserta mungkin. Nah yang ini nih haha. Mungkin karena beberapa yang ngeluh akhirnya terdengar 'pihak tertentu' lalu terjadilah pernyataan seperti itu. Yang paling tidak diinginkan.
Udah ah alesan yang sokbet gw dapet segitu aja. Sebenernya sih karena ada yang galau itu, nih kutipan dari tempelan ""PAK DE" JANGAN GALAU "PAKEM"". Udah, gue gak perlu cerita panjang lebar Pak de itu siapa, jangan galau pakem itu maksudnya apa. Walau kalian gak tau juga beberapa langsung cepet nangkep siapa dia. Padahal hampir semuanya itu setuju pake banget diadakannya Pakem. Jadi, 2011 ikutan galau karena kegalauan Pakde (yang jelas bukan pakde gue).

Dan buat para peserta, gue gak tau lo baca apa nggak postingan ini. Lo udah liat tuh senior 2011 pake almamater plus ada tempelan kertas di punggung yang ada tulisannya di depan mata lo. Mereka kayak begitu bukan karena mereka main-main atau seneng-seneng, tapi buat minta kelegalan Pakem. Mereka gak bakal ngelakuin hal yang kayak begitu kalau tuh acara pakem tujuannya cuma pengen nyiksa kalian. Jadi kalau menurut kalian Pakem itu acara penyiksaan, bullying, kekerasan, perpeloncoan, nyusahin, tolong hilangin anggapan itu. Kalo tujuannya bukan positif juga buat apa mereka rela nyisihin waktu buat kalian. Mending mereka cari kegiatan lain, liburan kemana-mana, atau pulang kampung deh. Hargain mereka.

Segitu aja deh unek-unek gue menyangkut #savePakem yang beberapa ngetwit ginian dengan hashtag #savePakem. Tenang kak, kami dan senior lain, bahkan dosen lain mendukung kok. Maaf aja ya kalo postingan ini cenderung terlalu nyablak atau bikin gak enak hati beberapa orang. Karena ini blog gue jadi suka-suka ane selama gue tau batas.

#savePakem

source: Twitter ( @hadinaugust)

Wednesday, October 23, 2013

Oh Pemimpinku...

"Aku ingin menjadi orang kaya."
"Aku ingin menjadi direktur."
"Aku ingin menjadi manajer."
"Aku ingin menjadi menteri."
"Aku ingin menjadi presiden."
"Aku ingin menjadi raja."
"Aku ingin menjadi pejabat."
"Aku ingin menjadi... menjadi... menjadi..."
dan sebagainya.

Ucapan-ucapan di atas merupakan mimpi dari seseorang, bahkan banyak orang. Sebenarnya masih banyak sekali mimpi dari seluruh penduduk dunia yang jumlahnya 5 miliar lebih. Bisa jadi ada 1 miliar mimpi yang berbeda. Ucapan-ucapan di atas hanyalah sebagian kecil saja, tapi banyak yang bermimpi seperti itu.

Yah, itulah mimpi. Tidak ada yang menghalangi tiap orang untuk bermimpi. Itu hak setiap orang. Toh itu bukan mimpi yang buruk kok. Tapi itu mimpi yang sangat mulia.

Tapi soal mulia apa nggak, yah, itu tergantung kan sama apa yang mereka kerjakan, dan tentunya, dari individu itu sendiri. Apa, siapa, bagaimana, kapan, mengapa, dan di mana. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menjadi dasar semua kebenaran.

Lho, kebenaran? Kok ngomongnya jadi ke arah kebenaran sih?

Ya gimana nggak ngomongin soal kebenaran ya. Sebenarnya yang awal-awal tadi itu cuma sebagai pengantar yang payah. Yang gua omongin itu sebenarnya bukan soal mimpi dan terserah lo mau mimpi jadi apa, tapi soal apa yang lo lakuin kalo mimpi itu tercapai.

Siapa sih yang gak seneng kalo mimpi yang kalian impikan, apalagi kalo itu udah lama banget, pada akhirnya tercapai juga, dengan usaha yang pastinya gak bisa dibilang gampang (bahkan dengan cara nyogok atau cara negatif lain juga gak gampang kan? gak gampang buat nanggung dosanya nanti). Tapi yah kayak yang gue bilang tadi, lo mau ngapain? Apa yang lo lakuin? Apalagi mimpi lo itu adalah menjadi seorang pemimpin. Kalo udah, gimana caranya lo jadi pemimpin itu, mimpin semua bawahan lo, bendera instansi yang lo pegang, dan tentunya mimpin diri sendiri???

Kenapa gue tiba-tiba aja ngepost blog yang sebegini gak jelasnya? Bukan, gue disini bukan mau ngasih kuliah tentang kepemimpinan karena gua bukanlah seorang dosen, motivator, senior, atau apalah itu yang intelek. Gua bukanlah seorang pemimpin karena mimpin diri sendiri aja gw belom becus. Gue ngepost blog ini karena gua kecewa, kecewa sama beberapa pemimpin yang ada di negara ini.

Betapa kecewanya gue sama pemimpin-pemimpin instansi pemerintah di negara ini.

Apa kasusnya? Tentu saja, KORUPSI!!! Topik yang selalu menghiasi layar televisi, koran, internet, sampai pada muak. Koruptor dimana-mana dan itu adalah seorang pemimpin. Pemimpin yang harusnya menjadi panutan malah menjadi bajingan. Bajingannya bangsa! Bajingannya rakyat Indonesia! Karena kasus korupsi bertebaran, gua pun jadi bingung, mungkin gak gua doang, siapa pemimpin besar negara ini yang benar-benar bersih!?

Apa media terlalu melebih-lebihkan suatu berita hanya untuk semata-mata menaikkan rating penonton? Bisa jadi. Tapi kalo udah soal korupsi, tong! Itu duit negara, intong! Okelah kalo ratusan ribu, jutaan, mungkin kami rakyat Indonesia masih mau maafin kalian koruptor brengsek.

Tapi itu jumlahnya miliaran, triliunan, bahkan dalam jutaan dolar. Kalo dibagi-bagi tuh bisa buat banyak orang, coy! Itu duit bisa buat keliling dunia lebih dari sekali!

Itukah yang kalian perbuat, pemipin bangsat? Mengambil apa yang seharusnya menjadi hak kami demi perut kalian yang makin membuncit itu? Kalian koar-koar hak asasi padahal kalian telah mengambil hak utama kami.

Kalian sudah menghilangkan sebagian hidup kami, bahkan mematikan. Itu hak asasi nomor satu bung, NOMOR SATU! HAK UNTUK HIDUP!

Makin lucunya negara ini, korupsi dari kalangan yang alim. Yo, don't you remember God, dude? Apa lo lebih tergoda sama nafsu setan, bung! Apa yang lo ajarin ke kami yang hanya piyik-piyik tak berguna, bung!?

Bukan buat koruptor yang kami pandang orang alim agama saja, tapi buat yang lain juga, apalagi para intelek. Hey! Korupsi melanda dunia pendidikan! Bahkan SD pun harus mengetahui kasus korupsi juga. Sogokan! Suap! Ah, ketika suap bukanlah orang tua yang menyuapi (memberi makan) makanan ke anaknya yang masih kecil lagi.

Dan kasus di Akil, si ketua Mahkamah Konstitusi, yang, eh, ketahuan deh korupsinya (Oh My God!). Pada awal diberitain sih gua bingung, kok diberitainnya tuh heboh banget ya, mungkin karena dia itu ketua MK. Oke itu pikiran gue. Eh dan gua pun makin bingung, kenapa heboh juga di 1Cak? Secara 1Cak itu biasanya ada sindiran atau guyonan tersendiri. Eh ternyata telusur punya telusur (atau karena gw yang emang udah jarang banget nonton TV) si Akil ini bekoar-koar banget sama yang namanya anti-korupsi. Dia nulis buku (gua gatau judulnya apa) yang salah satu isi dari bukunya itu, koruptor itu gak usah dipenjara, potong aja jarinya (yah kayak jaman khalifah aja kalo ketahuan nyolong dipotong tangannya).

Dan dia pun tertangkap dengan kasus korupsi. Dan akhirnya semua pun tahu kalau dia koruptor. Dan jari yang dipotong? Mana tuh???

Tapi terkadang gua berpikir, kok kayaknya banyak banget ya kasus korupsi yang diliput. Tiba-tiba gua berpikir, apa mereka benar-benar korupsi, atau dijebak, atau cari sensasi, atau pengalihan topik berita???

Wallahu alam bis shawab.