Waarschuwing!!!

Blog ini tidak diperuntukkan kepada:

1. Yang tidak/belum bisa membaca

2. Yang tidak suka sama isinya atau backgroundnya

3. Yang tidak memiliki nyali untuk membuka blog ini



Jika Anda ingin membaca blog ini, persiapkan mental Anda, serta harus kuat rohani dan jasmani.

Tuesday, July 22, 2014

Apa yang tidak anda lihat di media tentang Gaza? – Wawancara dengan Dubes Palestina, Fariz Mehdawi

Kondisi Gaza kembali lagi menjadi sorotan media. Sangat memprihatinkan, walaupun sebenarnya saat tidak diliput oleh media kondisinya pun sama memprihatinkannya. Yah siapa yang gak tau sih kalo sekarang Gaza, sebuah daerah di Palestina, kini sedang diinvasi oleh tentara Israel. Oke, masalah perang. Yah tau perang, itumah udah biasa di dunia ini. Tapi yang ini bukan perang biasa. Kalo kata gua mah kebangetan. Wanita dan anak-anak ikut diserang dalam invasi ini. Oh God, padahal aturan utama dalam perang itu gak boleh nyerang warga sipil, apalagi wanita ama anak-anak. Itulah yang membuat dunia geram dan menuntut Israel mengadakan gencatan senjata. Tapi faktanya, yah begitudah. Kepala batu tetaplah kepala batu. 

Dan lebih lengkapnya tentang kondisi Gaza sebbenarnya (karena apa yang ditayangin di berbagai media itu gak lengkap karena dijaga ketat sama militer Israel, presenter dari Kompas TV, Timothy Marbun, mewawancarai Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz N. Mehdawi. Karena belom ada videonya sampai saat ini dan baru ada tulisan di blog pribadinya, jadi gw izin copas buat bantu nyebarin infonya.

Nih isi dari postingannya.

Di tengah ramainya pembicaraan dan perhatian dunia pada peristiwa yang terjadi di Gaza, saya berkesempatan untuk mewawancarai Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz N. Mehdawi di Kedutaan Palestina di Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat. Wawancara dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2014 dalam bahasa inggris. Berikut adalah terjemahan lengkap dari wawancara yang berdurasi 24 menit tersebut.
Pertanyaan yang saya ajukan akan diawali dengan huruf T, dan jawaban Duta Besar akan ditandai dengan huruf J.
Semoga berguna.
——————————————-

T:
Duta besar, terima kasih atas waktu anda. Pertama saya ucapkan turut prihatin atas kondisi yang terjadi di Gaza saat ini, yang harapannya akan segera membaik. Pertanyaan saya adalah, media tidak selalu dapat menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi disana. Apa kondisi Gaza yang tidak kita lihat di media?
J:
Yang tidak kita lihat, orang selalu tertarik dengan angka. Kita sudah berhitung berapa angka martir disana. Sudah lebih dari 200 orang, dan bangunan yang hancur juga sudah mencapai 200 lebih, lebih dari 5000 warga tidak bisa tidur tadi malam. Ada lebih dari 1000 orang terluka, jauh melebihi kemampuan fasilitas kesehatan kita. Masalahnya dengan kamera adalah, tidak mampu menunjukkan bagaimana gambaran besarnya. Contohnya, menggambarkan Gaza. Gaza hanyalah sebidang tanah kecil. Lebar 10km dan panjangnya 35km. Jadi, hanya sekitar 350 kilometer persegi, jauh lebih kecil dari Jakarta, itulah Gaza. Saat dimasuki 45.000 pasukan Israel, yang menguasai darat, laut, dan udara, ditambah lagi 2 ribu pesawat tempur F-16 atau F-17 menjatuhkan bom di daerah kecil dengan penduduk 1,8 juta, maka dimanapun bom itu dijatuhkan, pasti warga yang jadi korban.
Seperti anda ingin memukul seseorang yang botak, dimanapun anda memukulnya, pasti akan mengenai kulit kepalanya.
Lalu, kondisi ini dibuat seakan terlihat seperti ada perang antara dua pasukan yang seimbang. Bukan itu keadaannya. Di Gaza, yang ada hanyalah penduduk sipil. Kita tidak ada tentara. Kita bahkan hampir tidak memiliki pasukan kepolisian untuk keamanan internal.  Kami tidak memiliki pasukan yang bisa bertempur melawan tank dan persenjataan berat dari pasukan Israel, pasukan terbesar dan terbaik ke-4 dunia. Bagaimana kami di Gaza bisa bertempur melawan pasukan sebesar itu? Jadi menunjukkan bahwa yang terjadi di Gaza adalah perang, itu tidak adil. Ini adalah pembantaian oleh pasukan yang sangat canggih dari negara Israel, melawan populasi sipil, yang bahkan tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Tidak ada cukup air di Gaza, pasokan listrik tidak memadai, bahkan warganya tidak bebas untuk keluar masuk dari Tepi Barat ke Gaza. Mereka semua hidup dalam kondisi yang sangat berat, ditambah lagi aksi militer.
Kemarin saya berbicara dengan mereka di telepon, dan mereka bilang mereka bahkan tidak bisa tidur. Karena serangan udara ini tidak berhenti. Mereka bilang rumah mereka seperti terkena gempa bumi, barang-barang berserakan, benda kaca pecah di lantai, meskipun bom tidak mengenai rumah mereka. Tragedi kemanusiaannya adalah mereka tidak punya pasokan makanan dan air yang mencukupi. Kehidupan keseharian mereka terhenti selama seminggu penuh. Kamera tidak bisa menangkap ini, media tidak bisa menangkap ini. Karena ini membuat seluruh warga Gaza hidup dibawah belas kasihan siapapun yang datang untuk membantu.

T:
Kita sepertinya hanya mendengar Gaza saat serangan seperti ini terjadi, di saat lain, seakan jadi tidak penting lagi. Anda bisa berikan gambaran bagaimana hidup dalam keseharian di Gaza?
J:
Sayangnya, seluruh dunia memperlakukan Gaza dengan tidak adil. Salah satunya adalah dengan menggambarkan Gaza sebagai tanahnya Hamas. Dimana penuh dengan teroris, tentara sipil, roket, bangsa yang ingin menghancurkan bangsa Yahudi dan membinasakan Israel, ini semua gambaran yang diberikan tentang Gaza.  Sayangnya, beberapa Negara menganggap ini benar, dan menyebarkannya demikian. Hamas hanyalah sebuah organisasi politis yang memenangkan sebuah pemilu di tahun 2006. Selain Hamas, ada 13 organisasi politik lain di Gaza. Merekapun punya sistim militia sendiri, tapi bukan tentara professional. Seluruh Gaza sudah dikuasai, kita tidak memiliki perdagangan dengan bagian dunia manapun. Kita tidak punya pelabuhan, ataupun lapangan terbang. Kita hanya memiliki perbatasan Rafah, dan terowongan bawah tanah. Jadi bayangkan, dari mana pula kami bisa mendapatkan persenjataan militer yang canggih? Tidak ada. Yang mungkin ada hanyalah persenjataan lokal yang sederhana, dan sangat primitif. Tidak bisa membunuh atau melukai siapapun. Kami akui, terkadang kami menembak kearah mereka, tapi itu murni untuk membela diri. Mana mungkin warga Gaza mau bunuh diri dan menerima keadaan yang buruk tanpa mencoba melawan, tentu ada perlawanan, tapi apakah sebanding dengan apa yang akan diterima? Tentu saja tidak. Kami hanya mencoba membela diri, dengan cara apapun yang tersedia.
Jadi kekuatan dari kedua pihak dalam konflik ini tidak seimbang. Tidak adil bila masyarakat berpikir kondisi ini seperti Afghanistan, atau pihak apapun, yang ingin membahayakan Israel. Bagaimana mungkin kami mau membahayakan Israel? Listrik yang kami butuhkan datangnya dari Israel. Obat-obatan yang kami butuhkan, datangnya dari Israel. Makanan yang kami beli untuk Gaza juga datang dari Israel. Bagaimana mungkin kami ingin membahayakan Israel? Sudah berapa orang yang terbunuh dalam 5 tahun terakhir? Tidak ada alasan.
Biar saya mundur sedikit, latar belakang dari agresi ini adalah kegagalan dari proses pendamaian. Semua tahu bahwa otoritas Palestina selama ini mencoba melakukan pembicaraan damai dengan Israel untuk menyepakati pendamaian yang permanen. Karena inti dari konflik ini adalah okupansi militer yang dilakukan oleh Israel sejak 1967. Seluruh dunia mengatakan bahwa solusinya adalah menciptakan 2 negara yang hidup damai bersebelahan. Ada beberapa kendala, pertama adalah dimana batas negaranya? Kami mengatakan batas negaranya mengikuti kondisi tahun 1967, sebelum Israel mengokupansi wilayahnya. Menurut batasan ini, Palestina adalah Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem. Itu basis fundamental dari kesepakatan damai, namun meski diterima seluruh dunia, Israel menolak mengakui batasan ini.
Pak (John) Kerry sudah memberikan dukungan luar biasa, dengan negosiasi berkelanjutan selama 9 bulan, tapi tidak ditemukan kesepakatan.  Sementara itu, Israel terus membangun permukiman di Tepi Barat. Ini sebenarnya tujuan utama Israel. Tujuan utama Israel bukan di Gaza, tapi membangun permukiman di Jerusalem dan di Tepi Barat. Jadi mereka ingin mengalihkan seluruh perhatian dunia ke Gaza, daripada membicarakan apa tentang pembangunan permukiman mereka di tanah yang dirampas di Tepi Barat. Jadi, selama pendudukan ini terus terjadi, lingkaran kekerasan akan terus berulang. Mengapa mereka menyerang Gaza? Karena kita juga telah mencapai rekonsiliasi damai antara Hamas dan Fatah, kini, tidak ada pemisahan lagi di Palestina. Hanya ada 1 pemerintahan, 1 presiden, dan 1 institusi di Palestina, beserta berbagai partai politik, yang akan bersiap menghadapi pemilihan umum pada Januari untuk memilih anggota parlemen dan presiden. Kami mulai bersatu, dan ini yang tidak diterima oleh Israel, mereka ingin menyerang Gaza, dan mencoba menganggap Hamas berbeda sendiri , menciptakan perang antara Israel dan Hamas saja. Ini adalah perang antara pasukan Israel melawan seluruh Palestina, bukan hanya Hamas, dan bukan hanya Gaza.

T:
Masyarakat Indonesia sangat terdorong untuk membantu rakyat Palestina. Ada yang memberikan uang mereka, ada yang memberikan doa, ada yang ingin datang dan membantu perjuangan disana. Apa saran anda bagi mereka?
J:
Saya sangat merasa terharu dengan perhatian yang diberikan oleh rakyat Indonesia, siapapun mereka. Pria, wanita, siapapun, ini sangat penting bagi kami. Seperti yang sudah saya katakan, ini bukan konflik militer, maka dukungan Indonesia disini mungkin sebaiknya berbentuk dukungan politis dan kemanusiaan. Ini juga yang telah selama ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Kita semua tahu bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam kancah perpolitikan dunia untuk berperan dan bersuara untuk membantu posisi kami. Ini juga telah dilakukan. Sekedar mengingatkan, saat kami mengajukan keanggotaan di PBB, Pak Marty Natalegawa, selaku Menteri Luar Negeri, dengan perintah dari Presiden Yudhoyono, datang sendiri ke New York untuk mendukung draf resolusi yang berisi permintaan keanggotaan kami. Ini adalah bantuan yang sangat besar, karena disitu Indonesia sekaligus mewakili 56 negara lain, yang sebagian besar diantaranya adalah negara Non-Blok dan negara Muslim, jadi Indonesia bisa membantu dengan memobilisasi dukungan di negara –negara ASEAN secara politis maupun diplomatis.
Indonesia juga bisa mendukung melalui OIC, dimana Indonesia juga punya pengaruh besar di organisasi berpenduduk muslim. Indonesia juga berpengaruh di Kelompok Negara G-77 dan negara-negara Non-Blok. Di tiga kelompok ini, Indonesia sudah berperan, dan kita pun berkoordinasi penuh di New York, Jeddah, dan lainnya. Itu faktanya. Baru dua bulan lalu, Indonesia membentuk konferensi bernama CEAPAD, yaitu konferensi  negara-negara Asia Timur untuk pembangunan Palestina. Pembangunan Palestina adalah suatu proses yang panjang, dimana negara-negara tadi telah mendeklarasikan dukungan mereka untuk membangun institusi dan ekonomi kami. Kami telah mengadakan Expo Palestina pertama di Borobudur, dimana kami mulai bisa merencanakan untuk mengekspor komoditas kami, khususnya dalam bidang agrikultur, dan produk industri lain untuk memasuki pasar Indonesia.

T:
Jadi bantuan politis sudah memadai?
J:
Begitu besar bantuan politis, ekonomi, dan kemanusiaan. Baru kemarin kabinet memutuskan untuk mengirimkan bantuan tunai sebesar 1 juta dolar untuk pasokan medis yang akan disiapkan oleh Kimia Farma. Ini sangat penting. Tidak hanya jumlah uangnya, tapi bahwa ini berasal dari masyarakat Indonesia. Bayangkan, betapa besar dampaknya saat obat-obatan tersebut tiba di Gaza, dan mereka menyadari bahwa obat-obatan itu datang dari Jakarta yang 14 ribu kilometer jauhnya, bayangkan sokongan moral yang didapatkan oleh warga kami, bahwa mereka tidak sendirian. Kekuatan kami datang dari bantuan dan dukungan yang kami dapat dari warga biasa di Indonesia, dan ini sangat besar. Kami sangat tersentuh dengan mereka yang berikan dukungan melalui facebook, mereka yang datang ke kedutaan, yang menelepon karena ingin menyumbangkan uangnya, kepada mereka semua saya katakan bahwa mereka bisa koordinasikan bantuan apapun melalui kedutaan. Mereka bisa menelepon kami kapanpun mereka mau.
Kami juga memiliki gerakan Persahabatan Indonesia – Palestina yang  diketuai seseorang yang sangat dihormati, Bapak Profesor Din Syamsuddin,  yang mengepalai Muhammadiyah. Selama bertahun-tahun dia dipercaya untuk membantu mengirimkan bantuan kemanusiaan. Sebagian besar kebutuhan pangan, dan obat-obatan, melalui organisasi internasional, melalui system dalam PBB, melalui UNRWA, badan pemberi bantuan yang paling berperan bagi masyarakat Gaza dalam membagikan bantuan. Mereka adalah organisasi yang sangat transparan, akuntabel, dan dapat diandalkan. Karena terus terang, diluar itu, kita tidak bisa benar-benar yakin. Kita tidak bisa benar-benar yakin bahwa bantuan sampai ke tangan yang tepat.

T:
Saluran bantuan yang tidak terorganisir dengan baik seperti itu, apa pendapat anda tentang mereka?
J:
Situasi di Gaza sangat unik. Perbatasan antara Mesir dan Gaza tidak selalu bebas untuk dilalui. Kita harus terus mengorganisir bantuan-bantuan ini agar bisa masuk ke Gaza tepat waktu dan sesuai prioritas. Karena kebutuhan selalu berbeda-beda. Hari ini contohnya, kita baru mendapat kabar dari Menteri Kesehatan kami tentang kondisi terakhir di Gaza, dan obat apa yang dibutuhkan saat ini. Kita selalu membutuhkan obat-obatan, tapi tidak sembarang obat-obatan, tapi obat-obatan yang memang dibutuhkan, dan pasokannya sudah menipis. Kondisinya saat ini, ada 1000 korban luka dalam sehari, ini jauh diatas kemampuan kami. Itu sebabnya kami harus mengevakuasi beberapa diantaranya ke Mesir, untuk mendapatkan perawatan yang layak. Jadi saya sarankan bagi teman-teman kami di Indonesia, berbaik hati lah pada saudara-saudarimu di Palestina. Berdoalah bagi mereka apabila memungkinkan. Kalau mampu, akan baik sekali bila bisa menyumbangkan sesuatu, melalui jalur-jalur yang saya katakan tadi. Kami juga terus membutuhkan dukungan moralmu dengan mengangkat suara dalam masyarakat, dalam demonstrasi damai, biar dunia tahu bahwa Indonesia tidak menyetujui agresi ini, dan bahwa sampai saat ini tidak menerima pendudukan militer dimanapun.
Sejak jaman Soekarno, hingga saat ini, Indonesia selalu mendukung kami. Kenapa? Karena ini adalah permasalahan keadilan. Ini bukan masalah konflik agama, bukan masalah perselisihan batas wilayah dua negara. Ini masalah nasionalisasi, kemerdekaan, dan keadilan. Ini mengapa kita dalam konsensus dengan Indonesia. Seluruh Indonesia, seluruh partai politik di Indonesia setuju, alhamdullilah. Baik itu Muslim, Kristen, Buddha, semua di Indonesia mendukung Palestina. Saya bisa katakan, banyak sekali umat Kristen yang ingin membantu kami. Ada cara lain juga untuk membantu kami, yaitu dengan berinteraksi dan bekerja sama dengan kami. Berinteraksilah dengan kami dalam perdagangan, dalam pendidikan, dalam pariwisata. Tahun lalu saja ada 50 ribu warga Indonesia yang berangkat ke Palestina. Mereka berkunjung ke Jerusalem, berkunjung ke Bethlehem, dan Hebron. Kami  ingin melihat angka ini bertumbuh, ini membantu ekonomi kami, sekaligus membuat mereka mengenal langsung bagaimana situasi yang sebenarnya disana. Saya juga ingin mengajak media untuk melihat langsung ke lokasi, karena mengalaminya langsung berbeda dengan mendengarnya dari orang lain.

T:
Jadi Gaza membutuhkan bantuan, tapi pastikan disalurkan melalui saluran yang tepat, itu pesan anda?
J:
Mohon lakukan itu. Pemerintah Indonesia juga akan dengan senang hati menyalurkan bantuan ini. Kami pun dari kedutaan siap untuk membantu menyalurkan bantuan yang ingin anda sampaikan. Gerakan Persahabatan Indonesia – Palestina yang dikepalai pak Din Syamsuddin juga sudah bekerja dengan sangat baik dalam menyalurkan bantuan. Saya bisa sarankan ke-3 saluran ini. Namun bila melalui saluran lain, saya tidak bisa berkomentar, tapi saya pun tidak dapat menjamin bantuan tersebut akan tiba ke tangan yang tepat. Tentu saja ada saluran lain, ada organisasi kesehatan lain jgua, seperti Mer-C yang membangun Rumah Sakit, mungkin sekarang sudah selesai, meski merupakan proyek lama. Tapi saluran-saluran seperti itu, baik dari pemerintah, maupun Internasional sangat transparan dan akuntabel, sehingga siapapun yang ingin menyumbang, mereka akan pastikan sumbangan itu sampai kepada mereka yang membutuhkan.
T:
Satu hal lagi: Banyak warga Indonesia yang berpikir ini perang antara dua agama. Mungkin anda bisa meluruskan apakah ini perang antar agama, atau penjajahan wilayah?
J:
Dalam politik, seorang politisi akan menggunakan isu agama. Bahkan terkadang saat pemilu, isu agama akan dibawa-bawa. Jadi anda bisa bayangkan. Saat gerakan zionis memulai proyek pembentukan wilayah Israel, mereka menggunakan isu agama dengan mengatakan adanya kerajaan bagi bangsa Yahudi 3000 tahun lalu. Ini cara gerakan zionis yang sebenarnya sekuler, membawa isu agama untuk meyakinkan bangsa Yahudi untuk bermigrasi ke Palestina. Di Palestina hanya ada 30 ribu warga Yahudi saat deklarasi Balfour dicanangkan. Ini proyek kolonial yang tanpa bantuan Inggris, mungkin kita tidak akan pernah melihat adanya negara Israel di Palestina. Mereka berpikir untuk membangun permukiman Yahudi di Palestina karena adanya gerakan anti-semit di Eropa, bukan karena ada gerakan anti-semit di Timur Tengah, Negara Arab, atau Negara Muslim. Jadi ada dimensi agama dalam gerakan politis bernama zionis. Tapi konflik yang terjadi sekarang adalah antara pihak yang menjajah dengan yang terjajah. Ini proyek kolonialisasi yang harus berakhir. Itu sebabnya kami meminta nasionalisasi dan kemerdekaan.
Persis seperti yang terjadi di Indonesia. Apa yang terjadi di Indonesia bukanlah perang antara Kristen Belanda dengan Muslim Indonesia, tapi upaya kolonialisasi dari sebuah negara. Begitu perang ini berakhir, hubungan kalian pun kini sangat baik satu sama lain. Itulah yang kita bicarakan. Kalau pendudukan ini berakhir besok, maka kami menawarkan solusi dua negara dijalankan. Apa maksudnya? Bahwa Palestina akan hidup berdampingan dengan Israel. Kedua negara ini harus memperbaiki hubungan dengan saling mengakui keberadaan satu sama lain. Inilah yang dikatakan negara-negara Arab, bahwa apabila ini berhasil dilakukan, maka Israel akan memiliki hubungan diplomatik yang normal dengan semua negara tetangganya. Bahkan OIC sudah mengatakan hal yang sama, juga Indonesia. Apabila besok sebuah negara yang berdaulat dan merdeka berdiri di Palestina, maka tidak akan ada masalah antara Indonesia dan Israel sama sekali. Jadi dimana pula dimensi agama dalam masalah ini?
Apabila seluruh masyarakat muslim di dunia melawan Israel, maka Israel sudah lenyap dari muka bumi. Ada 1,5 Milyar warga muslim di seluruh dunia, jadi justru warga muslim tidak melihatnya dari dimensi agama. Tapi tentu saja setiap umat muslim berhak marah saat Palestina terusik. Karena situs suci agama islam terletak disini dibawah pendudukan. Umat muslim takkan membiarkan masjid Al Aqsa dibawah pendudukan. Ini adalah qiblat pertama bagi umat muslim, bahkan sebelum Mekkah. Ada Al Haram Ibrahimi di Hebron, ini situs Abraham. Ini adalah situs suci yang dimiliki oleh setiap muslim, termasuk di Indonesia. Jadi setiap ada serangan atas Palestina dan situs ini oleh Israel, tentu berdampak pada semua muslim di seluruh dunia. Saya ingatkan, satu fakta. OIC, yang merupakan Konferensi Negara Islam, dibentuk karena ada 1 atau 2 warga Israel yang menyebabkan kebakaran di masjid Al Aqsa, ini membakar perasaan seluruh umat muslim, hingga mendorong dibentuknya OIC. Jadi bayangkan betapa pentingnya ini bagi umat muslim.
Israel selalu mengatakan bahwa Jerusalem adalah ibukota abadi Israel. Ini artinya mereka mengabaikan hak umat muslim, karena Jerusalem pun diduduki oleh mereka. Itu juga yang membuatnya seperti memiliki dimensi agama. Bangsa Israel yang ingin membuatnya terlihat seperti konflik antara muslim dan yahudi, sehingga mereka bisa menyertakan dunia barat untuk mendukung mereka. Mereka bisa membawa Eropa dan Amerika Serikat untuk mendukung mereka. Sehingga ini seakan menjadi konflik antara mereka dan kita. Antara dunia barat dan segala idealismenya, melawan umat islam yang primitif, oriental, dan teroris. Itu sebenarnya agenda Israel untuk memposisikan konflik ini. Bagi kami, bukan itu. Kami mencari dukungan. Lihat siapa yang mendukung Palestina. Apakah hanya negara muslim? Tidak. Lihat di PBB, lihat Vatikan, Sri Paus ada di Palestina, dan tidak ke Israel. Dia berangkat dari Amman, lalu terbang dengan helikopter ke Bethlehem.  Ia tidak menganggap Bethlehem sebagai bagian dari Israel. Jadi ini posisi dari Sri Paus, dan gereja Katolik, bagaimana pula ini hanya menjadi masalah bagi umat muslim?

T:
Tapi perbincangan panjang ini juga menunjukkan, saat isu agama yang dibawa, fokus masyarakat beralih dari apa yang sebenarnya terjadi di Tepi Barat?
J:
Tepat sekali. Mereka ingin membuat konteks konflik ini sangat terbatas, bahwa masalah mereka hanyalah Gaza, dengan sebuah organisasi bernama Hamas. Baik, pertanyaannya begini: Hamas dibentuk tahun 1989, lalu mengapa Israel telah menduduki Palestina sejak 1948? Lalu apa alasan mereka pada saat itu?
T:
Terima kasih atas waktu anda, pak Mehdawi.
—————————————————

Bagi pembaca yang mungkin tertarik membantu warga Palestina dengan dana, atau bentuk lainnya, namun khawatir dananya disalahgunakan, bisa bertanya langsung ke kedutaan Palestina di nomor telp: 021-3145444 agar bisa disalurkan ke yayasan dan lembaga yang pasti menjamin dana tiba di tangan warga Palestina yang membutuhkan.
Thanks for reading.
20140714_172822
Fariz N. Mehdawi, Dubes Palestina

***
Nah dapet kan info apa aja yang ada dari wawancaranya? Ternyata lebih memprihantinkan daripada yang kita duga. 

Kan tadi poin yang terakhir itu mengenai sumbangan. Ditulis kalo mau nyumbang kesana, biar gak salah tangan--maksudnya jelas-jelas sumbangan kita itu nyampe ke Gaza, ada postingan dari Timothy Marbun yang ngasih detil kalo lebih jelas kemana. Kan kalo telpon ke kedutaan dulu kan bisa aja kagak diangkat-angkat karena banyak panggilan masuk (pengalaman). Jadi nih kutipan postinagn Tim Marbun yang judulnya "“Lalu, kemana saya harus menyumbang?”". Cekidot:

Di dalam wawancara, salah satu pihak yang dikatakan paling aktif bergerak di dalam Palestina adalah UNRWA (United Nations Relief and Works Agency) yang tidak hanya memberikan bantuan kebutuhan dasar, tapi juga pendidikan, dan bantuan pendanaan bagi warga disana. Melalui website unrwa.org, kita bisa menyumbang langsung ke UNRWA menggunakan kartu kredit kita. Bahkan, kita bisa membuatnya menjadi sumbangan rutin (bulanan). Akan diapakan uangnya? UNRWA dengan cukup jelas memberi pilihan bagi penyumbang, bagaimana uang tersebut ingin digunakan, yang menurut saya membuatnya cukup unik, karena sangat spesifik. Seberharga apa uang sumbangan saya? Inipun cukup jelas digambarkan dengan menuliskan bahwa $34 bisa memberi makan sebuah keluarga selama sepekan, dan $240 berarti menyediakan air bersih bagi ratusan orang. Semua informasi tersedia online di unrwa.org
Ada cara lain yang disarankan kedutaan Palestina, yaitu melalui Prakarsa Persahabatan Indonesia Palestina yang diketuai oleh Bpk. Din Syamsuddin. Sumbangan diberikan melalui Lembaga Dialog CDCC (Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations). Kedutaan memastikan bahwa dana sumbangan, terpisah dari dana operasional CDCC sendiri.
Keterangan rekening mereka:
Nama: Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations
Bank: Bank Mandiri, Cab. Cut Meutia
No.Rek: 123-00-04869584
Adapun link untuk mengetahui lebih lanjut tentang CDCC ini ada di cdccfoundation.org
Buat yang mau nyumbang selain dua diatas, monggo. Kalo yakin sumbangannya nyampe kesana lewat yayasan atau lembaga yang lain gapapa. Merasa belum cukup rejeki buat bantu mereka, yah minimal berdoa buat mereka ajadeh.

Sumber:
https://timmarbun.wordpress.com/2014/07/15/apa-yang-tidak-anda-lihat-di-media-tentang-gaza-wawancara-dengan-dubes-palestina-fariz-mehdawi/
https://timmarbun.wordpress.com/2014/07/19/lalu-kemana-saya-harus-menyumbang/

Sunday, June 22, 2014

20? Alamak! Aku Tua!!!

23 Maret 2014...

Gak bisa tidur menjelang hari itu walaupun baru selesai rapat seksi acara untuk CA. Gak tenang rasanya. Bukan menanti seorang kekasih yang akan datang ke kosan (mending punya, pernah aja nggak).

Tapi menanti umur gua yang makin tua.

Jeng-jeng!!! 20!!! Yap, tanpa disadari umurku setua itu. Perasaan baru kemaren gua 17 tahun. Selama itukah gua lahir? Ampun, itu masih menjadi misteri. Nggak juga sih. Ya terima fakta aja kalo umur udah mencapai 20.

20, betapa tua umurku.

Makasih banget buat yang udah ngucapin via SMS, telpon, Facebook, Twitter, Path, dan WhatsApp. Gak perlu sebuah kado berupa barang buat memaknai arti ulang tahun. Cukup ucapan dan dikasih umur panjang sama Allah aja udah lebih dari cukup.

Makasih teman-teman yang udah ngucapin lewat Facebook:


Dan yang paling epic tuh kiriman dari Kak Fika. Serem sumpah.


Dan makasih banyak yang ngucapin di Twitter, palagi Muto, yang ngirim ucapan entah apa itu. Pokoknya dalem laut dah. Yah dasar MDC hehe.


Makasih buat Rn'B


Makasih Mama Paus, Pentul, dan Inak. Juga Herni.


Makasih juga Vita, Cobek, dan Meymey.




Makasih yang udah kirim SMS buat ngucapin ulang tahun.

Dari ELF4 (Adhita, Gita, Bose), serta Wayan.





Makasih Buat Muti dan Pipit.




Dan makasih juga buat anak kontrakan maju-maju club (Iman, Anangningnung, dan Aa' Ega)




Dan buat kawan SD yang dipertemukan kembali di universitas yang sama, Wildan. Hehe, maaciw godaaan. Gua rasa sih nih orang baru tahu haha :P


Oke dan terakhir yang ngucapin via WA, makasih ya, Dun ucapannya. Ternyata masih ada lo yang lebih telat daripada keluarga gw. Intermezzo, keluarga, apalagi emak ama bapak, emang orang yang paling pelupa soal tanggal lahir anaknya sendiri. Padahal anaknya mati-matian inget tanggal lahir mereka. Ah sudahlah.


Dan pake ngasih attach fotonya segala pas di puncak Ungaran. Katanya sih ada versi anak kontrakan lain (versi Anang dan Rio). Tulisan jelas terindikasi milik Anang. Oke, apapun itu, terima kasih. Tapi hapus dong kata 'makhluk ganteng' nya. Kurang--bahkan--tidak cocok.


Makasih deh semua yang udah ngucapin, secara langsung maupun tidak langsung. Oh ya apalagi buat keluarga yang akhirnya mereka ingat kapan tanggal gw lahir, walaupun baru ngucapinnya malem (telat pake banget). Dan yang paling aneh adalah telepo dari Bang Dicky. Gini nih ceritanya.

Ceritanya gw lagi di kosan Ader, abis dapet wangsit tugas Geofosika dari Aa' Ega. Terus pas lagi main di kamar Ader, tiba-tiba ada suara lagu Skrillex yang Scary Monsters and Nice Sprites. Okefix, itu hp gw. Berarti ada yang telepon.

Gw: (liat layar) Bang Dicky? (ngangkat) Halo, bang?
Dicky: Heh, San. Dimana?
Gw: Di kosan Ader, Bang. Kenapa?
Dicky: Selamat ulang tahun ya, San.
Gw: (kaget) (cengo) Heoh, Bang? Ah, iya, Bang, hehe, makasih banyak ya, Bang. Kira apaan.
Dicky: Hehe, selamat ya (tutup)

Yap, udah, gitu doang. Haha, terkadang kelakuan anak Ose suka di luar dugaan.

Intinya: gue udah 20. Gue udah tua. Gue musti dewasa. Tapi dewasa gua masih nol koma bla-bla-bla persen. Kesiapan untuk dewasa masi 0.00000 bla-bla bla %. Dan dewasa menurut gw itu akan ada seiring berjalannya waktu.

Thursday, May 29, 2014

Sinead O' Connor - Nothing Compares to You

Sekian lama akhirnya daku ngepost di blog ini lagi juga. Fuuh. Karena gua juga bingung banget mau ngeluarin pikiran tentang apa yang gw pikirin (padahal banyak banget), akhirnya gw mutusin buat share lagu aja deh.

Kali ini lagu yang pengen gw share adalah lagu "Nothing Compares to You" yang dinyanyiin sama Sinead O' Connor, penyanyi asal Irlandia, yang dirilis tahun 1989.


Emang sih pas tahun 90 berapa gitu gw lupa, dia ini melakukan hal yang kontroversial banget, yaitu ngejelek-jelekin agama katholik ampe ngerobek foto paus di sebuah acara. Langsung deh perbuatannya dia ditentang. Oke skip kontroversinya. Kembali ngomongin lagu ini.

Emang sih lagunya udah lama banget. Tapi gw baru denger nih lagu pas SD kelas 5, sekitar tahun 2005. Haha, jauh banget dah selisih ama waktu rilis nih lagu ya. Emang sih dulu mah pas SD namanya juga lirik sekedar gw tahu doang, itu juga belom ngeh liriknya apa. Maklum listening bahasa Inggris gw jelek banget.

Beberapa tahun kemudian gw pun mulai tau liriknya kayak gimana. Itu pun baru tau lirik, belom tau maknanya gimana. Dan pas kuliah ini gw baru ngeh gimana makna nih lagu. Ampun deh, buat yang galau lagi ditinggal seseorang, apalagi orang itu cowok--soalnya ini lagu liriknya ngarah ke seorang cowok. Dan cowok yang ditinggal itu begitu berharga buat lo (gak harus pacar kok), lagu ini terlalu sederhana buat dicerna dan terlalu ngena artinya. Kalo gw sih nggak begitu soalya gak ngalamin sih haha.

Oke daripada gw cingcong cerita daong. Nih lirik lagunaya:

It's been seven hours and fifteen days
Since u took your love away
I go out every night and sleep all day
Since u took your love away 
Since u been gone I can do whatever I want
I can see whomever I choose
I can eat my dinner in a fancy restaurant
But nothing
I said nothing can take away these blues 
`Cause nothing compares
Nothing compares 2 u 
It's been so lonely without u here
Like a bird without a song
Nothing can stop these lonely tears from falling
Tell me baby where did I go wrong 
I could put my arms around every boy I see
But they'd only remind me of you
I went to the doctor and guess what he told me
Guess what he told me
He said, "Girl, you better try to have fun no matter what you do."
But he's a fool 
`Cause nothing compares
Nothing compares 2 u 
All the flowers that u planted, mama
In the back yard
All died when u went away
I know that living with u baby was sometimes hard
But I'm willing to give it another try 
Nothing compares
Nothing compares 2 u 
Nothing compares
Nothing compares 2 u 
Nothing compares
Nothing compares 2 u
Dan buat yang belom tau lagunya, nih gw kasih sekaligus sama videonya:

Monday, March 17, 2014

10 Penjaga Gawang Terbaik Sepanjang Masa

1. Lev Yashin (Uni Soviet)
Pemain legendaris ini merupakan kiper yang berada di urutan paling atas dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh IFFHS. Yashin terpilih berkat kemampuan atletisnya dan juga postur tubuhnya yang membuat gentar para pemain penyerang lawan.
Ia mendapat julukan Laba-Laba Hitam karena selalu mengenakan kostum hitam dan juga karena keahliannya menepis tembakan lawan seolah-olah membuatnya memiliki delapan tangan.
Pemakaian namanya oleh FIFA untuk penghargaan bagi kiper terbaik di setiap Piala Dunia merupakan pengakuan insan sepakbola dunia terhadap prestasinya.
2. Rinat Dasayev (Uni Soviet)
Bila tidak ada trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten, bisa jadi tim Uni Soviet yang akan menjadi juara di Euro 1988. Dasayev tampil cemerlang selama berlangsungnya turnamen di Jerman, dan hanya Gullit dan tendangan volley van Basten yang mampu mematahkan perlawanan Soviet di final.
Dasayev yang dijuluki “Tirai Besi” dianggap sebagai kiper terbaik kedua di Rusia setelah Yashin. Ia tampil di tiga Piala Dunia dan bermain sebanyak 91 kali bagi tim nasional Soviet hingga pensiun di tahun 1990. Terakhir ia tampil di Luzhniki Stadium saat final Liga Champions Mei lalu dengan membawa piala tersebut ke lapangan. Hal itu berkaitan dengan tugasnya sebagai duta final itu di Moskwa.
3. Dino Zoff (Italia)
Piala Dunia 1982 menjadi puncak prestasi Zoff. Di usianya yang ke-40, ia menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia. Selain itu, ia juga menjadi kiper kedua yang menjadi kapten di tim yang juara, dan juga terpilih menjadi kiper terbaik.
Padahal di awal karirnya, ia sempat ditolak oleh Inter Milan dan Juventus karena dianggap kurang tinggi. Di jajak pendapat untuk mencari kiper terbaik di abad ke-20 yang dilaksanakan oleh Federasi Internasional Statistik dan Sejarah Sepakbola (IFFHS), Zoff berada di posisi ketiga di bawah Lev Yashin (Uni Soviet) dan Gordon Banks (Inggris).
4. Gordon Banks (Inggris)
Banks menjadi pilihan pertama manajer Inggris Sir Alf Ramsey saat Three Lions menjuarai Piala Dunia 1966. Namun, ia baru menjadi legenda di dunia sepakbola lewat tindakan yang dilakukannya empat tahun kemudian di Piala Dunia Meksiko.
Saat Inggris bertanding melawan Brasil, Pele menanduk bola ke tiang jauh gawang Inggris sambil berteriak “Gol!”. Hal itu dilakukannya karena ia sangat yakin Banks tidak dapat menyelamatkan gawangnya.
Tetapi Banks yang berada dalam posisi yang salah, berhasil melompat ke arah yang berlawanan dan menyentuh bola tersebut dengan sebagian ibu jarinya hingga bola itu mental melewati mistar gawang. Sang kiper tahu ia dapat menyentuh bola, namun berpikir bolanya masih melewati garis gawang. Ia baru sadar tidak terjadi gol setelah mendengar sambutan dari penonton di stadion dan diselamati oleh kapten Bobby Moore. Pele sendiri mengatakan kalau penyelamatan yang dilakukan Banks tersebut adalah yang terhebat yang pernah ia saksikan.
5. Peter Schmeichel (Denmark)
Tinggi besar, rambut pirang, dan hidung merah. Tiga hal tersebut adalah hal yang selalu tampil di ingatan bila nama Schmeichel disebut. Namun bagi para striker yang menjadi lawan Manchester United dan tim nasional Denmark, "The Great Dane" itu menjadi tembok raksasa yang tak dapat ditembus.
Tingkat refleksnya yang mengagumkan bagi orang seukuran dia, serta kemampuannya mengubah pertahanan menjadi penyerangan langsung lewat lemparan jauhnya ke para penyerang, menjadi salah satu alasan utama mengapa United menjadi tim yang mendominasi Liga Primer Inggris di era 90an.
6. Gianluigi Buffon (Italia)
Nilai transfer yang menjadikannya kiper termahal di dunia menjadi bukti kepiawaian Buffon menjaga gawang di lapangan hijau. Selain itu, sederet gelar individual yang diraihnya dari berbagai pihak juga menjadi jaminan atas kemampuannya.
Saat di Piala Dunia 2006, gawangnya tidak tertembus satu gol pun selama 453 menit hingga akhirnya Azzurri menjadi juara dan Buffon mendapatkan Lev Yashin Award sebagai kiper terbaik selama turnamen tersebut.
7. Iker Casillas (Spanyol)
telah tampil lebih dari 300 kali bagi Real Madrid dan menjadi kiper kedua yang bermain paling banyak bagi tim nasional Spanyol setelah Andoni Zubizarreta. Saat Spanyol menjuarai Euro 2008, Casillas menjadi kiper pertama yang menjadi kapten di tim juara turnamen Eropa.
Walaupun ia baru bermain di tim senior Madrid sejak 1999, ia kelihatannya selalu menjadi pilihan pertama Los Merengues di bawah mistar. Di usianya yang ke-19, Casillas menjadi kiper paling muda yang tampil di final Liga Champions saat Madrid mengalahkan Valencia 3-0.
8. Petr Cech (Republik Ceko)
Ketika Chelsea menjadi juara Liga Primer selama dua kali berturut-turut, banyak pihak menganggap itu adalah akibat dari tangan dingin Jose Mourinho. Tetapi yang berada di bawah mistar The Blues adalah Cech, yang baru dibeli dari Rennes dan tadinya akan dijadikan cadangan Carlo Cudicini.
Saat Cech harus absen selama tiga bulan akibat benturan dengan pemain Reading Stephen Hunt, Chelsea gagal mempertahankan gelar Liga Primer. Insiden tersebut membuat Cech harus mengenakan pelindung kepala hingga sekarang.
Cech menjadi kiper terbaik 2008 pilihan UEFA, dan walaupun sempat membuat blunder di Euro 2008 saat melawan Turki, ia tetap menjadi pilihan pertama di tim nasional Republik Ceko dan juga Stamford Bridge.
9. Edwin van der Sar (Belanda)
Saat van der Sar memblok tendangan Nicolas Anelka di final Liga Champions, ia benar-benar menjadi momok bagi pemain Chelsea saat adu penalti. Hal itu karena di ajang Community Shield sebelumnya, ia juga telah melakukan hal yang sama dengan menepis semua tendangan penalti yang dilakukan pemain The Blues.

Van der Sar menjadi pemain yang paling banyak membela tim nasional Belanda dengan tampil sebanyak 128 kali dan akhirnya pensiun setelah Euro 2008. Ia juga mencatatkan dirinya sebagai kiper yang menjuarai Liga Champions bersama dua klub yang berbeda, yaitu Ajax Amsterdam dan Manchester United.
10. Dida (Brasil)
Setelah Claudio Taffarel, Dida menjadi kiper baru asal Brasil yang diperhitungkan dalam dunia sepakbola. Hal itu terbukti saat dirinya menjadi kiper pertama dari tim Samba yang termasuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or di tahun 2003 dan 2005.

Biarpun Dida telah memenangkan Piala Dunia bersama Brasil, dan berbagai gelar domestik & internasional bersama AC Milan, sayangnya ia juga dikenal akibat beberapa insiden yang kurang baik. Yang terakhir adalah saat ia pura-pura jatuh dan terluka saat disentuh oleh seorang suporter Glasgow Celtic di pertandingan Liga Champions.

Wednesday, March 5, 2014

Haruskah Seorang Wanita...

Sebenernya gue lagi bingung mau ngepost apa. Tapi tiba-tiba aja keluar ide buat ngepost yang udah lama pengen gue ungkapin tapi bingung. Yah ini cuma curhatan gak jelas gue aja.

Oke, secara biologis, udah ditulis juga di akte kelahiran, kartu keluarga, KTP, dan juga gue selalu nulis di setiap biodata kalau jenis kelamin gue itu adalah perempuan. Tapi ada tapinya.

Gue merasa, bahkan yang lain merasa, diri gue bukanlah diri yang seharusnya ditakdirkan Tuhan buat gue.

Yap, gue cewek, tapi pribadi gue bukan seperti itu. Bukan orang lain aja yang ngerasa begitu, tapi gue sendiri pun begitu. Mau gimana lagi? Dari kecil emang udah ngerasa emang gue enaknya begini. Dan di keluarga gue cuma bokap yang cowok (lebih pantas disebut pria). Adek aja cewek. Dan entah kenapa itu mungkin sebab gue jadi kayak cowok. Kayak lho ya.

Pecicilan, suka yang agak aneh, olahraga, jalan-jalan tanpa tujuan sendiri, urakan, dan yang paling parah adalah dianugerahi suara yang indah menurut gue tapi cukup mencengangkan menurut orang lain, apalagi yang baru pertama denger suara gue yang bassnya itu udah gak bisa dikecilin. Malah makin kesini kata beberapa orang yang lama kenal sama gue malah makin gede bassnya.

Masalah fashion, yah fashion kemana-mana selalu aja kayak cowok. Yang kegedean, pake celana, dan intinya gak mau ribet. Cuma tambahannya gue make kerudung, jadi ketahuan kalo gue cewe. Seenggaknya. Kelakuan? Apalagi. Yah seenggaknya kali ini lebih kondisional aja. Kalo ketemu orang tertentu aja baru bisa jadi cewek dikit? Kalo udah kenal? Boro-boro. Haha.

Dan hampir 20 tahun itulah habit gue. Yah, lo tau sendiri kan habit (kebiasaan) itu paling susah diilangin. Bisa sih, asal ada kemauan orangnya aja.

Dari kecil gue selalu diingetin kalo punya kelakuan itu yang kayak cewek harusnya atau berubah dikit dong jadi cewe. Tapi apa hasilnya? Nihil. Begitu pula ampe sekarang.

Tapi yang sekarang itu semakin kenceng aja yang nyuruh gue harus berubah menjadi seharusnya yang ditakdirkan, apalagi sama orang tua dan temen yang deket: menjadi apa yang dinamakan wanita. Wanita yang sebenarnya. Yang seharusnya, seperti wanita yang lain. Dan wajah atau jawaban gue adalah: "Kenapa harus begitu?"

Dan inilah beberapa jawaban dari mereka:
  1. Umurmu tuh udah tua tau. Mana sebentar lagi udah 20 tahun. Udah gede kamu.
  2. Liat dong yang lain, mereka yang tadinya kucel, pecicilan, tomboy aja bisa jadi cakep sama cewek banget. Lha kok kamu gak ada berubahnya.
  3. Inget, agama gak ngebenerin lo buat melawan takdir. Kalo lo cewek ya jadi cewek dong.
  4. Kalo begini terus mana ada cowok yang ngelirik kamu?
  5. Ya masa lo mau pecicilan, kasar, tomboy terus gini sih? Ntar kesananya mau jadi apa?
Oh my God, what kind of that answer!? Gua selalu pusing dengan jawaban yang relatif itu-itu aja. Cuma itu doang jawaban yang gue denger. Apa gak ada yang lain!?

Setelah mendapat jawaban yang ada 5 jenis itu walaupun dengan kalimat yang bervariasi. Pastinya ada pertanyaan lain yang bikin gue bingung yang sampe sekarang itu masih terngiang di telingaku bisik cintamu. Eh, malah jadi terlena. Maksud gue masih terngiang di pikiran gue.
  1. Apa gunanya kalo gue itu terlalu sesuai dengan apa yang ditakdirkan Tuhan?
  2. Apa harus gue ngikutin orang lain?
  3. Apa semua cowok suka yang feminim?
  4. Apa masa depan yang tomboy itu suram?
Oke, buat pertanyaan pertama itu, astagfirullah, tentunya gue gak mau yang namanya ngelawan takdir karena apa yang udah dikasih sama Tuhan itu emang yang paling baik dan pastinya semua yang diberi sama Dia itu pasti ada hikmahnya. Ada pelajarannya, yang bikin kita itu bersyukur. Dan gue juga tau kalau Allah itu gak suka sama wanita yang menyerupai pria. Tapi gini, se-tomboy-tomboynya tuh cewek pasti ada sisi, seenggaknya satu sisi, yang nandain kalo dia itu emang dasarnya cewek. Walaupun bener-bener kayak cowok, naluri asli ceweknya itu pasti ada. Apalagi kalo udah hormon berkembang. Dan se-tomboynya cewek, pasti ada sifat tertentu yang nunjukin kalo cewek itu emang calon ibu masa depan. Apapun itu. Oke, gue emang gak terlalu suka sama hal yang terlalu cewek. Tapi ada beberapa hal yang, yah, emang disitu sisi cewek gue, walaupun gak tau persisnya apa karena yang lebih tau itu Tuhan dan orang lain.

Pertanyaan kedua gue itu. Gini. Banyak banget temen-temen kecil gue yang cewek, yang tadinya itu tomboy lah, mukanya kucel lah, dicengin mulu karena penampilannya lah. Dan tiba-tiba pas reunian, atau yah sekedar iseng aja kepo di socmed, atau denger cerita orang, kalo tuh cewek jadi berubah banget. Jadi cewek banget, jadi cantik banget, pokoknya jadi berubah 180 derajat deh dari segi penampilan dan kepribadiannya. Ini kisah nyata, pake banget. Apalagi waktu reunian, semua temen gue yang cewek itu merawat betul badannya. Sementara gue, muka dari kecil ampe sekarang gak ada yang berubah. Kulit tetep aja item, malah makin item, suara gue gak bisa jadi soft, malah makin bass. Kalo dilatih gue berharap banget jadi kayak Pavarotti. Pecicilan, nyablak, agak barbar. Alhamdulillah gw berusaha untuk menjaga kesehatan. Dan itulah gue. Secara gak sadar gue menikmati diri gue yang seperti ini dan persetan dengan orang lain. Mereka lebih kenal gue yang begini dan gue begini karena inilah gue, bukan karena akting tau ada alasan tertentu. Toh selama gak ngerugiin dan nyakitin orang lain apalagi bikin dosa. Dan kalo gue mandang yah, kenapa sih harus segitunya banget, maksud gue tuh pake dandan lebay, baju ampe kayak gak ada bahan lagi, sepatu haknya naujubilah. Oh God, yang gw yakinin kan Allah suka yang sederhana, karena berlebihan juga gak baik. Dan itulah alasan kenapa gua lebih baik kayak orang gak punya atau apalah itu, yang ada aja. Gimana ya? Gini ya.

Okelah ya bagi gua sih wajar aja cewek itu pengen tampil cantik. Yah itumah bukan rahasia lagi kan. Orang secakepnya cewek yang penampilannya kayak cowok tetep aja dibilang cantik, cantik dari caranya sendiri. Cuma kalo gue, itu masih tanda tanya besar. Tapi apa yang gue liat lama-kelamaan itu malah aneh banget ya. Dandannya lebay, eyeliner ampe tebel 1 senti padahal cuma mau ke rumah tetangga main doang, lipstik merah menyala nan menantang bo' (merah jablay), pake bb cream ampe-ampe muka ama leher putihan mukanya, atasan yang harusnya jadi daleman baju malah jadi pakaian luar, celana yang cuma sepaha yang ampe bikin gue bingung apa dia gak masuk angin pulangnya, terus sepatu yang uwoow kill heels bo, haknya ampe belasan centi. Terus ada lagi nih ya, disini gue yang juga orang yang pake kerudung, jaman sekarang gue bingung sama istilahnya hijabers. Oke, I'm happy when thay're decided to covering their heads, hairs, and necks with hijab. But in reality? Oh God, bukannya gue sok alim ya. Disini juga gue orang yang gak alim banget, masih belajar lah. Tapi kok yang dibilang hijabers itu, jujur, malah gue miris, mereka pake kerudung kok tapi yang gue liat malah sama aja mereka cuma pake topi atau pake hoodie gitu lah ya. Inget ya, gw bukan sok alim. Gue juga masih gak bener, make kerudung gue itu tapi cuma standar aja, tapi gak terlalu panjang, dan gak pendek juga nggak mungkin. But at least it's covering my hair, head, neck, and also my chest, and my back, insya Allah.

Dan terus apa yang harus gue ikutin dari fashion yang kayak gitu? Even my mother said that I must follow that fashion! Oh, mom, wake up, I refuse that statement not because I'm ancient or because of my boyish. But, it because of the reality of life. Coba deh lo nalar, banyaknya kejahatan yang korbannya cewek (baca: pelecehan seksual), itu pasti ke cewek yang yah yang golongannya lebay fashion itu deh. Coba lo ke yang gak dandan, mukanya item, pake kerudung, baju biasa aja cenderung ke oversize, dan diem cuma nyapa yang biasa aja kalo ada yang nanya, man, paling cuma nanya apa adanya, kalo nggodain juga cuma "Assalamualaikum, Neng.", udah bubar. Coba deh lo ke yang kelompok 'lebay' itu, kalo ditanyain, palagi ama cowo, jawabannya hadeh, menyayat hati yang denger bo, rata-rata. Ya pantes aja ada kejadian orang niat awal cowonya begitu ditambah cewenya yang begitu yaudah deh say goodbye.

Terus yang pertanyaan yang ketiga itu. Cowok. Emang ya semua cowok begitu? Gue disini emang banyakan temen cowok dan merasa lebih nyaman temenan ama cowok walaupun yang cewek juga ngerasa enak tapi gak sebanding ama cowok. Tapi kalo udah masalah yang yah gue gak pernah nanya tipe ideal cewek temen-temen gue itu. Mungkin karena gue emang orang yang, elah apaan sih, emang penting banget gitu ya lo punya pacar? Oke kalo soal ini itu masing-masing orang sih. Tapi kalo gue, yah seneng ama lawan jenis wajar lah, maklum gue udah remaja gini. Tapi pacaran, kayaknya nggak deh. Bukannya kenapa, karena cowok yang gue suka itu kemungkinan gak suka sama gue. Jadi cuma sekedar pendam dalam hati aja. Anjir jadi curhat gini. Tapi, boys, what you looking at the first sight when you love a girl? Of, course, most of them choose the physics! The body! Dan timbul beberapa kalimat aneh:
  1. Apa harus ya semua cowok begitu?
  2. Ada gak sih cowok yang lebih ngeliat baiknya cewek daripada badannya? Langka!
  3. Terus nasib gua yang jelek ini gimana? Gak bakal dapet?
Dan gua pernah ngomong ini ke temen gua yang cewek soal pertanyaan ketiga ini, dia jawab, "Kamu tuh gak jelek. Cantik kok. Cuma emang kayak cowok. Dan pasti ada kok suatu saat nanti." Dan gue pernah ngomong ini ke cowok dan jawabannya, "Lo jangan gitu. Lo gak gitu kok. Udah ada yang nentuin kok." Okay, I always believe that God have design every people's life, from born till death, termasuk yang jodoh ngono-ngono. Tapi apa gak ada yang menerima cewek apa adanya? Yah ada sih, masih banyak.

Dan yang terakhir, soal masa depan. Wey, cewek yang begitu malah keren. Walau misalkan sama atasan karena penampilan yang kurang menarik malah sering disuruh tapi kan hikmahnya jadi lebih belajar tentang kehidupan daripada wong lenjeh yang taunya hedon doang. Dan cewek yang begini tuh lebih sabar men daripada yang lenjeh walaupun kadang-kadang kalo disenggol malah bacok.

Aduh, dari tadi udah aneh aja postingan ini.

Tapi setelah dipikir, umur gue mau nginjak 20, gue mahasiswi, dan gue cewek. Sedikit nyoba walaupun jadinya aneh dan gue gak nyaman dan beberapa temen gue ngerasa gue aneh banget. Tapi haha, waktu itu pernah iseng nanya soal pengen berubah itu, awalnya gue takut karena bakal diketawain. Ternyata? They're support me to do that. Tapi kenyataannya, berat banget. Jujur, ninggalin yang beginian itu lebih susah daripada lo ngerjain soal SNMPTN. Suruh pelan-pelan, tapi tetep aja berat. Karena itu udah kebiasaan yang emang udah lama banget. Tapi mau gimana, gak boleh melawan takdir. Dan di diri gue masih susah banget buat ninggalin habit yang udah dari dulu ngakar.

So what must I do?